Banjir Meluas di Bangkok, PM Thailand Turun Langsung dan Tetapkan Libur Khusus
Seorang warga melintasi banjir yang melanda Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand, Selasa (25/11/2025). Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengumumkan keadaan darurat di Provinsi Songkhla pada hari Selasa karena banjir parah melanda wilayah yang menjadi salah satu tempat penyelenggaraan SEA Games 2025 itu. (Foto: ANTARA FOTO/Xinhua/Sun Weitong/sgd)
GEBRAK.ID, BANGKOK — Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul turun langsung meninjau kawasan yang terdampak banjir di Bangkok pada Minggu (27/9/2026), ketika pemerintah mengambil langkah khusus untuk mengurangi dampak hujan deras dan gangguan perjalanan dengan menetapkan 28–29 September sebagai hari libur khusus di Bangkok dan tiga provinsi di sekitarnya.
Keputusan tersebut mencakup Bangkok, Nonthaburi, Pathum Thani, dan Samut Prakan. Pemerintah Thailand menyebut kebijakan itu diperlukan karena hujan lebat dan genangan di sejumlah wilayah telah mengganggu mobilitas masyarakat.
Dalam rapat kabinet khusus pada Minggu, Anutin yang juga menjabat Menteri Dalam Negeri Thailand meminta seluruh instansi terkait memperkuat penanganan banjir, termasuk memastikan ketersediaan tempat pengungsian, makanan, bantuan darurat, serta dukungan bagi warga terdampak. Pemerintah juga mendorong penerapan kerja dari rumah selama situasi belum sepenuhnya terkendali.
PM Tinjau Distrik Bang Kapi
Setelah memimpin rapat kabinet, Anutin meninjau langsung sejumlah titik banjir di Bangkok, termasuk kawasan Khlong Chan di Distrik Bang Kapi. Ia menggunakan perahu untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir. Di kompleks Khlong Chan, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 1,5 meter. Sejumlah warga mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan dasar dan akses listrik akibat genangan yang mengelilingi kawasan permukiman.
Petugas penyelamat dan relawan juga dikerahkan untuk membantu warga yang membutuhkan evakuasi, terutama kelompok rentan seperti lansia dan warga yang sakit. Kondisi di sejumlah bagian Bang Kapi masih dilaporkan berat meskipun intensitas hujan mulai menurun.
Dampak Hujan Ekstrem
Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Bangkok selama beberapa hari. Data yang dilaporkan Reuters menunjukkan curah hujan di ibu kota Thailand mencapai hampir 300 milimeter dalam 48 jam hingga Sabtu (26/9). Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah ruas jalan terendam dan kendaraan terjebak banjir.
Pemerintah Kota Bangkok sebelumnya menetapkan seluruh 50 distrik di ibu kota sebagai wilayah terdampak bencana. Otoritas juga menyiapkan ratusan tempat penampungan sementara dan mengevakuasi ribuan warga dari kawasan yang terdampak.
Meski hujan mulai mereda di sejumlah wilayah pada Minggu, otoritas tetap mempercepat pengeringan kanal dan penurunan muka air. Beberapa kawasan masih mengalami genangan tinggi sehingga warga belum dapat kembali beraktivitas secara normal.
Aktivitas Pasar Modal Tetap Beroperasi
Kebijakan libur khusus tersebut tidak serta-merta menghentikan seluruh aktivitas ekonomi. Pemerintah Thailand menyatakan badan usaha milik negara, sektor swasta, institusi keuangan, rumah sakit, dan sejumlah layanan terkait dapat menentukan pengaturan operasional berdasarkan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Sementara itu, Bursa Efek Thailand (SET) tetap beroperasi seperti biasa selama periode libur khusus tersebut. Layanan pemerintahan tertentu juga tetap tersedia melalui kanal daring.
Pemerintah juga meminta koordinasi antarlembaga diperkuat untuk memastikan penanganan banjir berjalan seragam. Pusat informasi bersama mengenai situasi banjir dibentuk untuk mengurangi simpang siur informasi dan menyediakan informasi resmi kepada masyarakat secara berkala.
Pemerintah Siapkan Solusi Jangka Panjang
Selain menangani dampak banjir saat ini, pemerintah Thailand mempertimbangkan langkah jangka panjang untuk memperkuat sistem pengelolaan air di kawasan perkotaan.
Sejumlah usulan, termasuk pengembangan kanal drainase dan proyek retensi air, akan menjadi bagian dari pembahasan pemerintah. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengendalian banjir apabila Bangkok kembali menghadapi curah hujan tinggi.
Dengan hujan yang mulai mereda di sejumlah wilayah, pemerintah kini memprioritaskan evakuasi warga yang masih terisolasi, distribusi bantuan, pengeringan kawasan terdampak, serta pemulihan akses masyarakat dan layanan publik. (*)
(Zaky Al Hamzah/berbagai sumber)
