Daftar Pemain Naturalisasi FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia Paling Banyak

PSSI memastikan Timnas Indonesia berpeluang menurunkan kekuatan terbaik saat tampil di FIFA ASEAN Cup 2026.

PSSI memastikan Timnas Indonesia berpeluang menurunkan kekuatan terbaik saat tampil di FIFA ASEAN Cup 2026. (Foto: Tangkapan layar Antara)

GEBRAK.ID — FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi panggung baru sepak bola Asia Tenggara. Selain persaingan antarpeserta, komposisi pemain dengan latar belakang kewarganegaraan dan keturunan berbeda juga menarik perhatian.

Indonesia tercatat sebagai peserta Division 1 dengan jumlah pemain naturalisasi terbanyak berdasarkan klasifikasi dalam daftar skuad turnamen. Tim asuhan John Herdman membawa sejumlah pemain yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui proses naturalisasi.

FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan edisi perdana turnamen yang mempertemukan 14 negara dalam dua divisi. Division 1 diikuti delapan tim, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, Filipina, Bangladesh, dan Pakistan.

Indonesia menjadi tuan rumah dan seluruh pertandingan tim Garuda pada fase grup digelar di Jakarta.

Dalam daftar tersebut, Indonesia memiliki 17 pemain naturalisasi. Jumlah itu jauh di atas Malaysia yang tercatat memiliki lima pemain. Vietnam berada di posisi berikutnya dengan empat pemain, sedangkan Singapura memiliki dua penggawa.

Namun, status pemain tidak selalu sama antara satu negara dan negara lainnya. Sejumlah tim mengandalkan pemain diaspora atau keturunan yang memiliki hak kewarganegaraan sejak lahir sehingga tidak masuk kategori naturalisasi.

Elkan Baggott, misalnya, tidak dihitung sebagai pemain naturalisasi dalam daftar Indonesia karena memperoleh status kewarganegaraan Indonesia melalui skema kewarganegaraan ganda terbatas sebelum kemudian memilih menjadi WNI.

Daftar Pemain Naturalisasi FIFA ASEAN Cup 2026

Indonesia – 17 Naturalisasi

Emil Audero
Maarten Paes
Justin Hubner
Kevin Diks
Shayne Pattynama
Dion Markx
Nathan Tjoe-A-On
Dean James
Joey Pelupessy
Jordi Amat
Ivar Jenner
Calvin Verdonk
Thom Haye
Luke Vickery
Mitchell Baker
Ole Romeny
Ragnar Oratmangoen

Malaysia – 5 Naturalisasi

Bergson da Silva
Manuel Hidalgo
Bradley Tapp
Sergio Aguero
Romel Morales

Dion Cools – Keturunan Malaysia dan Belgia, bukan naturalisasi
Daniel Ting – Keturunan Malaysia dan Inggris, bukan naturalisasi
Fergus Tierney – Keturunan Malaysia dan Skotlandia, bukan naturalisasi

AFF juga mengonfirmasi bahwa Bergson da Silva, Manuel Hidalgo, dan Bradley Tapp termasuk pemain naturalisasi yang masuk skuad Malaysia untuk FIFA ASEAN Cup 2026.

Vietnam – 4 Naturalisasi

Nguyen Xuan Son
Cao Pendant Quang Vinh
Nguyen Tai Loc
Do Hoang Hen

Singapura – 2 Naturalisasi

Kyoga Nakamura
Song Ui Young

Filipina – 0 Naturalisasi, 18 Pemain Warga Negara Ganda

Thailand – 0 Naturalisasi, 2 Pemain Warga Negara Ganda

Nicholas Mickelson – Warga Negara Ganda Thailand-Norwegia
Jude Soonsup-Bell – Warga Negara Ganda Thailand-Inggris

Bangladesh – 0 Naturalisasi, 4 Pemain Diaspora

Hamza Choudhury – Keturunan Grenada Karibia
Farhaan Ali Wahid – Kelahiran Inggris
Zidane Alexander Yousuf – Kelahiran Inggris, keturunan Meksiko
Shuki Itofusa – Kelahiran dan keturunan Jepang

Pakistan – 0 Naturalisasi, 4 Pemain Diaspora

Easah Suliman – Kelahiran Inggris
Yousuf Butt – Kelahiran Denmark
Abdullah Iqbal – Kelahiran Denmark
Mohammad Fazal – Kelahiran Denmark

Perbedaan status tersebut membuat angka pemain naturalisasi tidak selalu menggambarkan keseluruhan pemain asing keturunan yang memperkuat sebuah negara.

Thailand, misalnya, memasukkan Nicholas Mickelson dan Jude Soonsup-Bell dalam skuad FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi keduanya tercatat sebagai pemain berkewarganegaraan ganda, bukan hasil naturalisasi.

Sementara itu, Filipina mengandalkan banyak pemain yang berkarier di luar negeri. AFF mencatat hampir seluruh pemain dalam skuad Filipina untuk turnamen ini berasal dari klub luar negeri, menunjukkan bahwa jalur diaspora juga menjadi bagian penting dalam pembentukan kekuatan tim nasional.

Indonesia akan mengawali kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan menghadapi Singapura pada 25 September. Maarten Paes sebelumnya mengatakan kepada FIFA bahwa dirinya ingin membantu Indonesia meraih trofi dalam turnamen perdana tersebut.

(Damar Pratama/Berbagai Sumber)