Depok Siapkan Panggung untuk 300 Pemain Angklung, Menuju Festival 2027

WhatsApp Image 2026-09-03 at 17.18.13

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok akan menggelar pagelaran musikal bertajuk "Harmoni Angklung" di Depok Town Square (Detos) pada Minggu, 11 Oktober 2026. (Foto: Istimewa/PWI Depok)

GEBRAK.ID, DEPOK — Menyongsong peringatan Hari Angklung Sedunia pada 16 November 2026, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok akan menggelar pagelaran musikal bertajuk “Harmoni Angklung” di Depok Town Square (Detos) pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Kegiatan ini mengangkat tema “Bersama dalam Nada, Harmonis dalam Kebersamaan” dan menargetkan pelibatan luas komunitas angklung dari wilayah Jabodetabek.

Harmoni Angklung diselenggarakan untuk melestarikan angklung, sebuah warisan budaya Sunda dari Jawa Barat yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan sejak 16 November 2010. Penyelenggara menekankan bahwa angklung tidak hanya berfungsi sebagai alat musik, tetapi juga simbol kerja sama, kebersamaan, dan keharmonisan sosial karena dimainkan secara berkelompok.

Acara yang merupakan kolaborasi antara PWI Kota Depok dan Sanggar Budaya Suluk Nusantara membuka partisipasi bagi sanggar seni, komunitas angklung, organisasi, instansi, pecinta seni budaya, dan masyarakat umum. Peserta diperuntukkan bagi kalangan dewasa dan akan memperoleh trofi serta sertifikat. Panitia menargetkan sekitar 300 pemain angklung dari Jabodetabek akan tampil pada pagelaran tersebut.

Ketua Panitia Winarni menyampaikan pihaknya berharap mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Depok dan sponsor perusahaan sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian angklung di tengah arus digitalisasi.

“Kami berharap Kota Depok akan menjadi pusat pelestarian angklung, sekaligus memeriahkan Hari Angklung Sedunia pada 16 November 2026,” kata Winarni, Kamis (3/9/2026).

PWI Kota Depok menempatkan Harmoni Angklung sebagai langkah awal menuju penyelenggaraan yang lebih besar, yakni Festival Angklung Nusantara yang direncanakan pada November 2027. Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, mengatakan festival tersebut diharapkan menjadi agenda seni budaya tahunan di Depok. Menurut Rusdy, kegiatan ini mempertemukan komunitas angklung dan memperkuat kebersamaan melalui harmoni nada serta hubungan sosial.

Rusdy menambahkan bahwa angklung mencerminkan nilai kolektivitas karena setiap bambu angklung menghasilkan satu nada, dan keindahan musik tercipta ketika semua nada dimainkan bersama. “Ketika budaya tumbuh, masyarakat semakin sehat, bahagia, dan Kota Depok akan memiliki identitas yang membanggakan,” ujarnya.

Adapun Hari Angklung Sedunia diperingati setiap 16 November, sebagai pengakuan internasional atas angklung yang ditetapkan UNESCO pada 16 November 2010 di Nairobi, Kenya. Angklung berasal dari budaya Sunda di Jawa Barat dan populer sebagai simbol gotong royong dalam pertunjukan musik kolektif. (*)

(Editor: Zaky Al Hamzah)