DVI Polda Kalsel Kejar Waktu Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8, 14 Jenazah Sudah Teridentifikasi

1790146745150

Empat jenazah masih menunggu hasil pemeriksaan DNA, sementara operasi SAR terus berlanjut dan korban yang ditemukan mencapai 19 orang. (Foto: Basarnas Banjarmasin)

GEBRAK.ID,BANJARMASIN – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Kalimantan Selatan terus berpacu dengan waktu untuk mengungkap identitas korban kecelakaan KM Virgo Transport 8. Hingga Rabu (23/9/2026), sebanyak 14 dari 18 jenazah yang sebelumnya telah diterima Tim DVI berhasil diidentifikasi. Sementara empat jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi, termasuk menunggu hasil pemeriksaan DNA yang dikirim ke Jakarta.

Kabid Dokkes Polda Kalsel Kombes Pol dr Much Sofwan mengatakan proses identifikasi dilakukan secara hati-hati dengan mencocokkan data antemortem atau data korban sebelum meninggal dengan data postmortem dari jenazah. “Semua harus berdasarkan kecocokan data ante mortem atau data korban sebelum meninggal dan post mortem atau kondisi jenazah,” kata Sofwan, seperti dikutip ANTARA.

Metode identifikasi yang digunakan antara lain pemeriksaan medis, sidik jari, pemeriksaan gigi, rekam medis, ciri sekunder, serta pencocokan properti yang ditemukan bersama korban. Pemeriksaan DNA dilakukan apabila identitas belum dapat dipastikan melalui metode lainnya.

Lima korban terakhir berhasil diidentifikasiPada Selasa (22/9) malam, Tim DVI mengumumkan lima jenazah tambahan yang berhasil diidentifikasi. Kelimanya merupakan korban yang ditemukan dalam beberapa hari sebelumnya. Lima korban tersebut yakni Anas asal Bangkalan, Jawa Timur; Bagus Mahendra asal Klaten, Jawa Tengah; Aldo Nurahmansyah asal Surakarta, Jawa Tengah; Jumbrik asal Lamongan, Jawa Timur; serta I Putu Angga Santyana asal Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Dengan tambahan lima korban tersebut, jumlah jenazah KM Virgo Transport 8 yang telah teridentifikasi mencapai 14 orang. Sebelumnya, Tim DVI telah mengidentifikasi sembilan korban. Tiga di antaranya merupakan warga Kalimantan Selatan yang jenazahnya ditemukan dari bangkai kapal pada Jumat (18/9). Ketiganya adalah Muhammad Abdiannoor, Yuli, dan Surya.

DVI terima 135 data antemortem

Dalam proses identifikasi, Tim DVI Polda Kalsel telah menerima 135 data antemortem yang dikumpulkan dari berbagai polda di Indonesia. Sofwan menjelaskan terdapat data ganda karena satu keluarga korban terkadang melakukan pelaporan di lebih dari satu kepolisian daerah. Data tersebut kemudian menjadi salah satu acuan dalam mencocokkan identitas korban yang ditemukan.

Polri sebelumnya menjelaskan bahwa setiap jenazah yang ditemukan menjalani proses identifikasi dengan mengacu pada data antemortem dan postmortem. Setelah identitas dipastikan, jenazah akan diserahkan kepada keluarga.Operasi SAR masih mencari 116 korbanDi tengah proses identifikasi, operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih terus berlangsung.

Basarnas kembali menemukan dan mengevakuasi satu jasad dari badan kapal pada Rabu (23/9) sekitar pukul 11.20 WITA. Jasad tersebut dibawa ke KN SAR Pacitan dan kemudian diterbangkan menggunakan Helikopter HR 3601 menuju Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk proses identifikasi.

Dengan penemuan tersebut, hingga Rabu pukul 12.00 WITA Basarnas mencatat 127 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 19 orang meninggal dunia. Sebanyak 116 korban lainnya masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Basarnas menyatakan operasi pencarian masih dilanjutkan dengan melibatkan Basarnas, Basarnas Special Group (BSG), TNI, Polri, serta unsur potensi SAR lainnya. Selain jasad yang ditemukan dari badan kapal, seorang nelayan di Kalimantan Tengah juga menemukan satu jasad pada Selasa (22/9). Namun, menurut Basarnas, jasad tersebut masih menjalani proses identifikasi untuk memastikan apakah berkaitan dengan kecelakaan KM Virgo Transport 8 atau bukan.

Proses identifikasi dan pencarian pun terus dilakukan untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban yang masih menunggu kabar mengenai keberadaan anggota keluarganya.

(Dinar K/ berbagai sumber)