Elena Rybakina Cetak Sejarah, Jadi Petenis Nomor 1 Dunia dari Kazakhstan

rybakina elena wta

Elena Rybakina mencatat sejarah besar dalam kariernya setelah memastikan diri menjadi petenis nomor satu dunia. Petenis Kazakhstan itu mencapai posisi tertinggi WTA setelah bangkit mengalahkan Zheng Qinwen pada perempat final US Open 2026 di New York. (Foto: WTA)

GEBRAK.ID — Elena Rybakina mencatat sejarah besar dalam kariernya setelah memastikan diri menjadi petenis nomor satu dunia. Petenis Kazakhstan itu mencapai posisi tertinggi WTA setelah bangkit mengalahkan Zheng Qinwen pada perempat final US Open 2026 di New York.

Rybakina, yang menjadi unggulan kedua, sempat kehilangan set pertama sebelum membalikkan keadaan dan menang 3-6, 6-1, 6-4 dalam waktu 2 jam 14 menit. Hasil tersebut sekaligus mengantarnya ke semifinal US Open untuk pertama kalinya.

Pencapaian itu membuat Rybakina akan menggusur Aryna Sabalenka dari posisi teratas ketika peringkat WTA diperbarui pada Senin, 14 September 2026. Ia menjadi petenis ke-30 dalam sejarah WTA yang menduduki peringkat satu dunia sejak sistem tersebut diperkenalkan.

Lebih istimewa lagi, Rybakina merupakan orang pertama dari Kazakhstan, baik putra maupun putri, yang berhasil mencapai puncak peringkat tenis dunia. Pemain berusia 27 tahun itu mengaku bangga bisa membawa nama Kazakhstan ke level tertinggi.

“Saya bangga sekali mewakili Kazakhstan,” kata Rybakina seperti dikutip WTA, Kamis (10/9/2026).

Perjalanan menuju puncak tidak terjadi dalam waktu singkat. Rybakina mulai memangkas jarak poin dengan Sabalenka sejak akhir musim lalu setelah menjuarai Ningbo dan kemudian mengalahkan petenis Belarus tersebut di final WTA Finals di Riyadh.

Memasuki 2026, Rybakina kembali menunjukkan konsistensi luar biasa. Ia mengalahkan Sabalenka dalam perjalanan merebut gelar Australian Open, kemudian menjuarai Stuttgart pada April. Rangkaian hasil tersebut membuat perolehan poinnya terus mendekati Sabalenka.

Dalam satu tahun terakhir, Rybakina juga mengumpulkan 62 kemenangan di level WTA, terbanyak di antara para petenis pada periode tersebut. Ia mencapai enam final, merebut empat gelar, serta 16 kali mengalahkan pemain yang masuk jajaran Top 10.

Performa itu semakin mengesankan karena Rybakina sempat dihantui cedera pergelangan kaki kiri menjelang US Open. Timnya bahkan harus melakukan sejumlah pengujian sebelum memastikan kondisi tersebut cukup aman untuk tampil di Grand Slam terakhir tahun ini.

“Kami harus menguji kaki dan semuanya, jadi itu tidak mudah,” ujar Rybakina.

Keraguan tersebut akhirnya terjawab di lapangan. Sebelum menghadapi Zheng, Rybakina belum kehilangan satu set pun. Ia bahkan tampil dominan saat menyingkirkan mantan petenis nomor satu dunia Naomi Osaka dengan kemenangan 6-1, 6-4.

Menghadapi Zheng, Rybakina memang sempat kehilangan kendali pada set pertama. Namun, ia langsung merespons dengan memenangi enam dari tujuh gim berikutnya dan memaksa pertandingan memasuki set penentuan.

Pada set ketiga, Rybakina mampu bertahan dari tekanan Zheng. Saat tertinggal 3-4, ia menyelamatkan break point yang bisa membuat Zheng semakin dekat dengan kemenangan. Setelah itu, Rybakina merebut tiga gim terakhir untuk memastikan tiket semifinal sekaligus sejarah baru dalam kariernya.

“Saya kira fokus utama saya dan tim adalah menjuarai turnamen ini, lalu peringkat akan mengikuti,” kata Rybakina.

Di semifinal, Rybakina akan menghadapi Coco Gauff. Sementara itu, semifinal lainnya mempertemukan Aryna Sabalenka dengan Jessica Pegula. Dengan demikian, perebutan gelar US Open 2026 sekaligus menjadi panggung pertama Rybakina sebagai calon petenis nomor satu dunia.

(A. Rayyan K/Sumber: WTA)