Mercedes-Benz Patenkan Mobil Bisa Mengapung, Rodanya Berubah Jadi Penggerak di Air

mercedes-logo

Mercedes-Benz mematenkan teknologi yang memungkinkan kendaraan off-road mengapung dan bergerak di permukaan air dengan memanfaatkan roda sebagai penggerak saat melintasi perairan. (Foto: Logo Mercedes-Benz)

GEBRAK.ID — Mercedes-Benz kembali menunjukkan inovasi di luar teknologi kendaraan konvensional. Pabrikan asal Jerman itu mematenkan sistem yang memungkinkan kendaraan off-road mengapung dan bergerak di permukaan air.

Teknologi tersebut dirancang untuk membantu kendaraan melewati sungai atau perairan tanpa harus menggunakan baling-baling seperti kendaraan amfibi pada umumnya.

Laporan Motor1 yang dikutip Selasa (8/9/2026) menyebutkan, sistem tersebut dibuat untuk kendaraan penumpang dua sumbu. Mercedes-Benz menyiapkan mode khusus yang mengatur kendaraan sejak masuk ke air, mempertahankan posisi selama mengapung, bergerak mengikuti jalur yang ditentukan, hingga kembali mendapatkan pijakan di daratan.

Salah satu bagian menarik dari teknologi ini terletak pada roda. Ketika kendaraan berada di air, roda dapat terus berputar dan berfungsi layaknya dayung untuk menghasilkan dorongan.

Sistem kemudian bisa mengatur putaran masing-masing roda secara terpisah. Cara ini memungkinkan kendaraan menjaga arah ketika menghadapi arus air yang berubah-ubah.

Mercedes-Benz juga mengandalkan sensor dan sistem navigasi untuk membaca kondisi sekitar. Kendaraan dapat mendeteksi arah arus, lalu menyesuaikan posisi serta putaran roda agar tetap stabil.

Adapula fitur yang disebut anchor mode. Dalam mode tersebut, GPS dan sensor membantu kendaraan mengetahui arah arus. Sistem selanjutnya mengatur roda agar mobil tidak terseret terlalu jauh dari posisi yang diinginkan.

Agar kendaraan memiliki daya apung yang cukup, Mercedes-Benz mempertimbangkan penggunaan material pelampung yang ditempatkan di dalam rumah roda. Material tersebut dapat berupa busa maupun perangkat tiup.

Perangkat tiup dapat disimpan di dalam kendaraan dan dikeluarkan saat dibutuhkan. Setelah kendaraan kembali ke daratan, perangkat tersebut bisa dikempiskan sehingga tidak mengganggu penggunaan kendaraan dalam kondisi normal.

Konsep ini membuat Mercedes-Benz tidak harus memasang sistem propulsi air khusus. Roda yang sudah menjadi bagian dari sistem penggerak kendaraan justru dimanfaatkan untuk membantu pergerakan di air.

Sistem tersebut juga memperhatikan proses keluar dari perairan. Sensor akan memantau kapan masing-masing roda mulai memperoleh traksi di permukaan tanah. Setelah itu, sistem menyesuaikan tenaga agar kendaraan dapat kembali naik ke daratan dengan lebih terkontrol.

Paten Mercedes-Benz tersebut tercatat sebagai teknologi kendaraan yang dapat dikonversi untuk perjalanan di air. Dokumen paten juga menjelaskan penggunaan perangkat apung yang dapat dipindahkan antara posisi mengapung dan posisi berkendara di darat.

Meski terdengar futuristis, paten ini belum berarti Mercedes-Benz akan segera memproduksi mobil yang bisa mengapung. Untuk saat ini, teknologi tersebut masih berada pada tahap paten.

Namun, konsep itu memperlihatkan arah pengembangan kendaraan masa depan yang semakin mengandalkan perpaduan perangkat mekanis, sensor, GPS, perangkat lunak, dan sistem kendali otomatis untuk menghadapi medan ekstrem.

(A. Rayyan K/Sumber: Marcedes)