FIFA ASEAN Cup 2026 Jadi Jalan Baru Indonesia Akhiri Puasa Gelar 35 Tahun

timnas-indonesia-senior-menang-putih-1

Timnas Indonesia segera memulai kiprah pada FIFA ASEAN Cup 2026. Sebagai tuan rumah Divisi 1, skuad Garuda akan menjalani tiga pertandingan fase grup di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. (Foto: PSSI)

GEBRAK.ID — Timnas Indonesia mendapat kesempatan baru untuk mengejar gelar regional melalui FIFA ASEAN Cup 2026. Turnamen perdana yang digelar FIFA ini akan berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026, dengan Indonesia menjadi tuan rumah Division 1.

FIFA ASEAN Cup menghadirkan 14 negara, terdiri atas 11 anggota ASEAN dan tiga negara undangan. Kompetisi terbagi menjadi dua divisi. Indonesia menjadi tuan rumah Division 1 yang diikuti delapan tim, sedangkan Hong Kong menjadi tuan rumah Division 2.

Di Division 1, Indonesia tergabung di Grup A bersama Bangladesh, Malaysia, dan Singapura. Grup B dihuni Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.

Seluruh pertandingan Division 1 berlangsung di Indonesia, tepatnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

FIFA merancang turnamen ini dalam kalender pertandingan internasional putra. Format tersebut memberikan kesempatan kepada tim nasional untuk menjalani pertandingan kompetitif dengan intensitas tinggi sekaligus memperkuat hubungan sepak bola antarnegara di Asia Tenggara.

“FIFA ASEAN Cup diluncurkan untuk memberikan kesempatan kompetitif yang bermakna kepada tim nasional dalam kalender pertandingan internasional putra,” kata Presiden FIFA Gianni Infantino. Ia juga menyebut turnamen ini sebagai sarana memperkuat hubungan sepak bola di Asia Tenggara.

Bagi Indonesia, turnamen ini memiliki arti tersendiri. Timnas senior putra belum meraih gelar juara SEA Games sejak 1991. Indonesia memang berhasil merebut medali emas SEA Games 2023 di Kamboja, tetapi tim yang tampil ketika itu merupakan skuad U-22.

Di level senior, Indonesia juga belum pernah menjadi juara Piala AFF atau ASEAN Championship. Karena itu, FIFA ASEAN Cup menawarkan panggung baru bagi skuad Merah Putih untuk mengejar trofi regional.

Peluang tersebut terbuka lewat format yang relatif singkat. Delapan tim Division 1 terbagi ke dalam dua grup dan masing-masing tim menjalani tiga pertandingan dengan sistem setengah kompetisi atau single round-robin.

Juara grup langsung melaju ke final untuk memperebutkan trofi, sedangkan dua runner-up bertemu dalam laga perebutan tempat ketiga.

Indonesia akan mengawali perjuangan dengan menghadapi Singapura pada 25 September di SUGBK. Setelah itu, skuad Garuda menghadapi Bangladesh pada 28 September dan Malaysia pada 1 Oktober 2026. Seluruh hasil fase grup akan menentukan siapa yang berhak melaju ke partai puncak.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut kepercayaan FIFA kepada Indonesia sebagai tuan rumah merupakan sebuah kehormatan.

“Ini tentu sebuah kehormatan bagi kita semua. Saya berharap seluruh pemangku kepentingan sepak bola dapat bersatu mendukung FIFA ASEAN Cup,” ujar Erick. Ia juga menilai turnamen ini menjadi kesempatan Indonesia untuk meraih gelar.

Dengan status sebagai tuan rumah sekaligus peserta, FIFA ASEAN Cup 2026 membuka jalan berbeda bagi Indonesia untuk mengejar trofi regional yang selama ini belum berhasil diraih tim senior.

(Damar Pratama/Sumber: ASEAN Football)