Indonesia Punya Kans Raih 2 Emas Asian Games 2026 pada 20 September, Teqball dan Pentathlon Jadi Harapan
Kontingen Indonesia membuka peluang meraih dua medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Minggu (20/9/2026). Dua kesempatan itu datang dari modern pentathlon putri dan teqball putri yang sama-sama berhasil menembus partai final. (Foto: Kemenpora)
GEBRAK.ID — Indonesia membuka peluang meraih dua medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Minggu (20/9/2026). Dua kesempatan itu datang dari modern pentathlon putri dan teqball putri yang sama-sama berhasil menembus partai final.
Peluang tersebut menjadi angin segar bagi kontingen Merah Putih yang sedang memburu target empat medali emas di Asian Games 2026. Indonesia mengirim sekitar 430 atlet dari 35 cabang olahraga untuk bertanding di Jepang.
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari menyambut positif pencapaian para atlet pada awal perjuangan di Aichi-Nagoya. Menurut dia, keberhasilan menembus final membuka kesempatan bagi Indonesia untuk langsung mengejar medali emas.
“Ini kan awal pertandingan, dapat semangat yang positif. Kalau final itu targetnya pertama, kalau kepleset yang kedua. Jadi, kami targetkan yang pertama dulu,” ujar Oktohari dalam keterangan resminya, Sabtu (19/9/2026).
Oktohari pun melihat peluang Indonesia mengamankan dua emas sekaligus pada Minggu (20/9/2026). Selain dua final tersebut, cabang teqball juga masih memiliki wakil yang berjuang di nomor putra.
“Artinya ada peluang dua emas untuk Indonesia besok, dari pentathlon dan teqball. Setelah itu juga ada semifinal putra teqball,” kata Oktohari.
Salah satu peluang datang dari Sumaya pada nomor tunggal putri teqball. Atlet Indonesia itu memastikan tiket final setelah mengalahkan wakil India, Quimcy Joaquim Dsouza, dalam semifinal di Nagoya City Higashi Sports Center, Sabtu (19/9). Sumaya menang melalui tiga set dengan skor 7-12, 12-9, 12-7.
Keberhasilan Sumaya sekaligus membuka peluang Indonesia mencatat sejarah karena teqball baru tampil dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Sebelumnya, Sumaya melewati fase grup dengan dua kemenangan dan satu kekalahan sebelum melanjutkan perjalanan melalui repechage.
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu menilai keberhasilan dua cabang tersebut mencapai final menjadi perkembangan yang menggembirakan. Ia bahkan menyebut teqball sebagai salah satu kejutan bagi kontingen Indonesia.
“Ada olahraga yang masuk final, women pentathlon dan kemudian tadi pagi teqball masuk final. Sebelumnya tidak terlalu dihitung, tetapi ini surprisingly,” ujar Todotua.
Menurut Todotua, hasil tersebut dapat memacu cabang olahraga lain untuk tampil lebih berani dan menciptakan kejutan. Ia berharap peluang pada 20 September benar-benar menghasilkan emas pertama Indonesia di Aichi-Nagoya.
“Sehingga tanggal 20, bisa emas medali pertama kita dari pentathlon dan teqball,” tegas Todotua.
Raja Sapta Oktohari juga meminta masyarakat Indonesia memberikan dukungan kepada para atlet yang akan bertanding. “Sekarang kita mengharapkan doa dari masyarakat Indonesia. Dari doa itu, apa yang tidak mungkin bisa kejadian,” ujarnya.
Dua final tersebut kini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk membuka keran medali emas sekaligus menjaga langkah menuju target empat emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
(A. Rayyan K/Berbagai Sumber)
