Kemenkeu Gelar APBN KiTa Hari Ini, Suahasil Nazara Paparkan Realisasi APBN hingga Agustus 2026

Konpers Kemenkeu - 1

Menkeu Suahasil Nazara, didampingi pejabat Kemenkeu RI, memaparkan konferensi pers APBN KiTa pada Jumat (18/9/2026) pagi, di Kantor Kementerian Keuangan, Djuanda, Jakarta Pusat. (Foto: Channel Youtube Kemenkeu RI)

GEBRAK.ID, JAKARTA — Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar konferensi pers APBN KiTa pada Jumat (18/9/2026) pagi. Dalam agenda tersebut, pemerintah akan memaparkan perkembangan pelaksanaan APBN 2026, termasuk realisasi pendapatan dan belanja negara hingga Agustus 2026.

Konferensi pers berlangsung di Kantor Kementerian Keuangan, Djuanda, Jakarta Pusat, mulai pukul 09.00 WIB. Agenda ini menjadi konferensi pers APBN KiTa perdana bagi Suahasil Nazara setelah resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026, menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Dalam pemaparan tersebut, Menkeu Suahasil Nazara, menyampaikan perkembangan pendapatan negara, belanja negara, serta posisi defisit APBN hingga periode terbaru. Sejumlah pejabat eselon I Kemenkeu juga dijadwalkan memberikan penjelasan mengenai perkembangan di sektor masing-masing.

Penyampaian realisasi APBN hingga Agustus menjadi penting untuk melihat perkembangan kondisi keuangan negara setelah memasuki paruh kedua 2026. Data tersebut sekaligus akan memperbarui gambaran kinerja APBN yang sebelumnya tercatat hingga Juli 2026. Hingga akhir Juli 2026, defisit APBN tercatat sebesar Rp235,6 triliun atau setara dengan 0,91% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Defisit APBN terjadi ketika belanja negara lebih besar dibandingkan pendapatan negara. Pemerintah kemudian membiayai kebutuhan belanja tersebut, antara lain untuk menjalankan berbagai program dan memenuhi kebutuhan negara. Dari sisi pendapatan, realisasi hingga akhir Juli 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3% dari target APBN 2026 sebesar Rp3.153,6 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 21,3% secara tahunan.

Belanja Negara Semester II 2026
Sementara itu, belanja negara hingga akhir Juli 2026 mencapai Rp1.656 triliun atau 43,1% dari pagu APBN. Realisasi belanja tersebut meningkat 17,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka hingga Juli tersebut menjadi basis untuk melihat perkembangan pelaksanaan APBN menjelang penyampaian data Agustus. Dalam konferensi pers September 2026, Kemenkeu akan memperbarui sejumlah indikator utama, termasuk pendapatan, belanja, dan defisit.

Selain perkembangan APBN secara keseluruhan, agenda tersebut juga akan dilanjutkan dengan pemaparan dari jajaran eselon I Kemenkeu terkait perkembangan di masing-masing sektor.

APBN KiTa merupakan agenda rutin Kemenkeu untuk menyampaikan perkembangan pelaksanaan anggaran negara kepada publik. Materi yang disampaikan mencakup pendapatan, belanja, defisit, serta perkembangan sejumlah sektor yang berkaitan dengan pelaksanaan APBN.

Program Pengembangan SDM
Dalam materi yang disampaikan, bidang sumber daya manusia juga mencakup dua program prioritas. Menurut Menkeu, program pertama adalah Grand Design Pengembangan SDM, Peningkatan Kompetensi, dan Profesionalisme untuk SDM Berkualitas, dengan anggaran Rp60.850.000 dan target output berupa satu rekomendasi kebijakan.

Program kedua adalah Identifikasi Kebutuhan Pemenuhan SDM MK Berdasarkan Analisis Jabatan MK, dengan pagu Rp60.850.000. Program yang ditangani Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi tersebut memiliki target output satu rekomendasi kebijakan.

Kedua program tersebut tercantum dalam materi yang berkaitan dengan agenda pengembangan sumber daya manusia dan organisasi. Namun, substansi utama konferensi pers APBN KiTa pada 18 September 2026 tetap berfokus pada perkembangan pelaksanaan APBN 2026 hingga Agustus. (*)

(Zaky Al Hamzah)
(Sumber: Channel Youtube Kemenkeu RI)