Mahasiswa UPER Juara 1 Young Scientist Competition 2026, Bawa Inovasi Penyimpanan Hidrogen
Inovasi penyimpanan hidrogen mengantarkan Gabriella Kuswandi, mahasiswa Teknik Kimia Universitas Pertamina (UPER), meraih Juara 1 Young Scientist Competition 2026. (Foto: Dok.UPER)
GEBRAK.ID, JAKARTA — Inovasi penyimpanan hidrogen mengantarkan Gabriella Kuswandi, mahasiswa Teknik Kimia Universitas Pertamina (UPER), meraih Juara 1 Young Scientist Competition 2026. Ia menawarkan penggunaan material Zeolitic Imidazolate Framework-8 atau ZIF-8 sebagai alternatif untuk mendukung sistem penyimpanan hidrogen yang lebih stabil.
Prestasi tersebut diraih melalui penelitian berjudul “From MOF-5 to ZIF-8: Towards a Practical Hydrogen Storage System for Fuel Cell Electric Vehicles”. Riset Gabriella berangkat dari tantangan penyimpanan hidrogen untuk kendaraan listrik berbasis sel bahan bakar atau fuel cell electric vehicles.
Gabriella menjelaskan, penyimpanan menjadi salah satu persoalan penting dalam pengembangan teknologi hidrogen, khususnya ketika material harus mampu menyimpan dan melepaskan hidrogen secara berulang.
“Selama ini, salah satu tantangan pemanfaatan hidrogen pada kendaraan adalah bagaimana menyimpannya secara aman dan tetap stabil saat digunakan berulang kali,” ujar Gabriella seperti dikutip dari siaran pers UPER, Rabu (23/9/2026).
Gabriella sebelumnya mengkaji Metal-Organic Framework-5 atau MOF-5 yang dikenal memiliki kapasitas penyimpanan hidrogen tinggi. Namun, material tersebut memiliki sejumlah keterbatasan, antara lain sensitif terhadap kelembapan dan menghadapi persoalan stabilitas setelah menjalani beberapa siklus penyimpanan dan pelepasan hidrogen.
Kondisi itu mendorong Gabriella mencari alternatif melalui ZIF-8. Berdasarkan risetnya, material tersebut mampu mempertahankan kestabilan hingga 47 siklus penyimpanan dan pelepasan hidrogen.
Secara sederhana, ZIF-8 memiliki struktur berpori dengan ruang berukuran sangat kecil yang memungkinkan hidrogen tersimpan dan kemudian dilepaskan kembali ketika dibutuhkan. Karakter tersebut membuat ZIF-8 berpotensi digunakan untuk mendukung sistem penyimpanan hidrogen yang lebih stabil.
“Dengan penyimpanan yang lebih stabil, hidrogen dapat disimpan dan digunakan kembali secara lebih optimal. Karena itu, pengembangan ZIF-8 diharapkan dapat mendukung pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi untuk kendaraan di masa depan,” kata Gabriella.
Riset tersebut tidak berhenti pada pemilihan material. Gabriella juga mengembangkan gagasan tank swapping station yang terinspirasi dari sistem pertukaran baterai pada kendaraan listrik. Dalam konsep ini, tangki hidrogen dapat ditukar sehingga kendaraan tidak harus menjalani proses pengisian seperti mekanisme konvensional.
Universitas Pertamina menyebut gagasan tersebut berangkat dari pengembangan prototipe penyimpanan hidrogen oleh Hydrogen Storage Engineering Center of Excellence (HSECoE) yang sebelumnya menggunakan MOF-5. Gabriella kemudian mengembangkan alternatif material sekaligus memikirkan penerapan sistem penyimpanan yang lebih praktis.

Young Scientist Competition 2026 menjadi bagian dari Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026 yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama International Fuel Cell and Hydrogen Energy Association (IFHE). Kegiatan berlangsung pada 21–23 Juli 2026 di Assembly Hall, Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.
Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi Gabriella menunjukkan kemampuan mahasiswa UPER mengembangkan gagasan ilmiah menjadi inovasi yang relevan dengan tantangan energi masa depan.
“Melalui Program Studi Teknik Kimia, khususnya peminatan Material Maju untuk Energi dan Pengembangan Proses, mahasiswa dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan material yang dapat menjawab berbagai tantangan di sektor energi,” ujar Prof. Ichsan.
Gabriella selanjutnya berencana mengembangkan riset tersebut menuju tahap prototipe, termasuk mempelajari sistem kendali, desain, dan optimasi storage vessel. Langkah itu diharapkan dapat membawa gagasan penyimpanan hidrogen dari penelitian menuju teknologi yang semakin aplikatif.
(Devona R)
