Marc Marquez Punya Pekerjaan Rumah di Misano: Ban Jadi Kunci GP San Marino

marc marquez san marino

Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez mengevaluasi penggunaan ban di MotoGP San Marino yang berlangsung di Sirkuit Misano setelah ban yang digunakan pada sesi latihan, Jumat (11/9/2026), dinilai belum efektif menunjang performa pembalap tersebut di lintasan. (Foto: motogp.com)

GEBRAK.ID — Marc Marquez masih berada di barisan depan MotoGP San Marino 2026, tetapi pembalap Ducati Lenovo Team itu belum sepenuhnya puas dengan performanya di Sirkuit Misano.

Persoalan utama yang menjadi perhatian Marc adalah pemilihan dan penggunaan ban. Juara dunia bertahan tersebut menilai Ducati masih perlu melakukan evaluasi agar performa motornya lebih konsisten sepanjang balapan.

“Kami akan bekerja keras untuk mengatur dan melakukan evaluasi penggunaan ban, mencoba untuk secepat mungkin melakukan pengaturan sebelum balapan utama sementara juga menghindari penggunaan ban keras untuk banyak lap,” kata Marc Marquez dikutip dari Ducati Lenovo, Sabtu (12/9/2026).

Marc memang membuka akhir pekan dengan hasil positif. Pada sesi FP1, pembalap asal Spanyol itu menjadi yang tercepat setelah mencatat waktu 1 menit 31,468 detik. Ia mengungguli Marco Bezzecchi dari Aprilia Racing dengan selisih hanya 0,060 detik.

Namun, persaingan keduanya kembali berubah pada Practice Jumat sore. Bezzecchi berhasil mencatat waktu 1 menit 30,144 detik dan menempati posisi pertama. Marc berada di urutan kedua dengan selisih 0,103 detik, sedangkan Alex Marquez menempati posisi ketiga.

Hasil tersebut menunjukkan persaingan ketat di Misano. MotoGP mencatat kurang dari delapan persepuluh detik memisahkan 15 pembalap teratas dalam sesi Practice.

Bagi Marc, kecepatan satu lap bukan satu-satunya pekerjaan yang harus diselesaikan. Ia membutuhkan pengaturan ban yang tepat agar mampu mempertahankan performa ketika menjalani banyak lap dalam balapan.

“Misano adalah sirkuit dengan cengkeraman yang tinggi, sangat ketat, sangat menuntut manuver. Banyak pembalap kompetitif di trek ini, jadi penting untuk tetap di tiga atau empat teratas,” ujar Marc.

Karakter Misano memang membuat strategi dan konsistensi menjadi faktor penting. Lintasan yang ketat juga membuat persaingan antarpembalap berlangsung rapat, sehingga kesalahan kecil dalam menentukan pilihan ban atau menjaga daya cengkeram dapat memengaruhi hasil akhir.

Marc kini harus segera menemukan solusi bersama tim Ducati Lenovo sebelum memasuki tahapan berikutnya. Kualifikasi menjadi kesempatan penting untuk menentukan posisi start, sebelum balapan utama berlangsung pada Minggu (13/9/2026).

Di sisi lain, Bezzecchi datang dengan momentum kuat setelah menjadi pembalap tercepat pada Practice. Pertarungan antara pembalap tuan rumah tersebut dan Marc pun diprediksi kembali menjadi salah satu sorotan utama GP San Marino.

(A. Rayyan K/Sumber: MotoGP)