Pecco Bagnaia Terpuruk di Misano Lalu Bongkar Masalah Desmosedici GP26
Pembalap Lenovo Ducati Francesco "Pecco" Bagnaia melaju di lintasan Sirkuit Portimao Portugal. (Foto: X/PeccoBagnaia)
GEBRAK.ID — Francesco “Pecco” Bagnaia menghadapi pekerjaan berat pada MotoGP San Marino 2026. Pembalap Ducati Lenovo itu belum menemukan setelan yang tepat untuk Desmosedici GP26 hingga harus puas berada di posisi ke-19 pada sesi Practice di Sirkuit Misano, Jumat (11/9/2026).
Hasil tersebut membuat Bagnaia gagal mengamankan tiket langsung ke Q2. MotoGP mencatat pembalap asal Italia itu menjadi pembalap Ducati dengan posisi terendah dalam Practice, sementara Marco Bezzecchi, Marc Marquez, dan Alex Marquez mengisi tiga besar.
Bagnaia mengakui persoalan yang dihadapinya bukan sekadar masalah kecepatan satu lap. Ia dan tim masih berusaha memahami karakter motor, terutama dalam pengereman mesin serta cengkeraman bagian belakang.
“Kami telah berjuang untuk memahami karakter motor dalam tiga seri terakhir, terutama mengenai rem mesin dan pegangan belakang,” kata Bagnaia seperti dikutip dari Ducati Lenovo, Sabtu (12/9/2026).
Menurut juara dunia dua kali tersebut, karakter Desmosedici GP26 saat ini terasa berbeda dibanding sebelumnya. Kondisi itu membuatnya kesulitan mendapatkan gambaran yang jelas ketika tim melakukan perubahan setelan.
“Ini adalah situasi yang belum pernah muncul sebelumnya, tapi motor sekarang agak susah dikendalikan dan sulit merasakan perbedaan dalam pengaturan,” ujar Bagnaia.
Masalah tersebut terlihat sejak sesi Free Practice 1. Bagnaia hanya menempati posisi ke-18, sebelum kemudian turun satu tingkat ke posisi ke-19 pada Practice. Sebaliknya, Marc Marquez mampu finis kedua dalam Practice, hanya 0,103 detik di belakang Bezzecchi yang menjadi pembalap tercepat dengan catatan 1 menit 30,144 detik.
Bagnaia juga membandingkan data motornya dengan pembalap Ducati lainnya. Ia menemukan perbedaan perilaku motor ketika memasuki pengereman, melewati tikungan, hingga saat keluar tikungan.
“Sementara membandingkan data kami dengan pengendara Ducati lainnya, jelas bahwa ada perbedaan di bawah pengereman, pertengahan belokan serta di sudut jalan keluar, tapi untuk beberapa alasan kami tidak dapat meniru pengaturan yang sama,” kata Pecco.
Meski berada dalam situasi sulit, Bagnaia belum menyerah. Ducati Lenovo masih memiliki sesi latihan terakhir dan kualifikasi pada Sabtu sebelum balapan utama berlangsung pada Minggu.
“Kami masih bekerja tanpa henti untuk menemukan solusi besok dan Minggu,” tegas Bagnaia.
Tantangan Bagnaia semakin besar karena persaingan di Misano berlangsung sangat ketat. MotoGP mencatat kurang dari 0,8 detik memisahkan 15 pembalap teratas pada Practice. Karena itu, menemukan kembali rasa percaya diri terhadap Desmosedici GP26 menjadi kunci agar Bagnaia dapat memangkas ketertinggalan sejak sesi kualifikasi.
(A. Rayyan K/Sumber: MotoGP)
