Pajar dan Jasmine Tembus Semifinal Surfing Asian Games 2026

Pajar dan Jasmine melaju ke semifinal surfing Asian Games 2026

Atlet selancar putra Indonesia I Made Pajar Ariyana berjalan membawa papan selancar usai mengikuti latihan jelang Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Pantai Kuta, Badung, Bali, Rabu (16/9/2026). (Foto: Tangkapan layar Antara)

GEBRAK.ID — Dua peselancar Indonesia, I Made Pajar Ariyana dan Jasmine Studer, melanjutkan perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keduanya berhasil menembus semifinal nomor shortboard putra dan putri setelah melewati babak perempat final di Tahara, Aichi, Jepang, Selasa (29/9/2026).

Pajar tampil solid di tengah kondisi ombak yang berubah-ubah. Peselancar putra Indonesia itu mengoleksi total 12,67 poin dari dua gelombang, masing-masing 7,67 poin pada wave 1 dan 5,00 poin pada wave 2.

Catatan tersebut cukup untuk mengantarkan Pajar melewati peselancar China, Wu Shindong, yang mengumpulkan 11,66 poin. Hasil ini sekaligus membuka peluang Pajar untuk terus mengejar medali emas bagi Indonesia.

Di nomor putri, Jasmine Studer juga tampil meyakinkan. Ia mengakhiri perempat final dengan total 10,67 poin, hasil dari 6,50 poin pada wave 1 dan 4,17 poin pada wave 2.

Jasmine unggul cukup jauh atas wakil Filipina, Juralyn Espanola, yang hanya mencatat 6,64 poin. Tiket semifinal pun menjadi milik peselancar Indonesia tersebut.

Babak perempat final berlangsung dalam kondisi ombak yang tidak mudah diprediksi. Situasi itu membuat para atlet harus cepat menyesuaikan strategi dan memilih gelombang yang tepat.

Kondisi tersebut juga dirasakan Kya Jo Huer yang gagal mengikuti jejak Jasmine. Kya kalah dari peselancar Jepang, Minami Nonaka, setelah hanya mengumpulkan 6,97 poin. Nonaka mencatat 8,10 poin.

“Om­baknya sekarang kondisinya agak susah sedikit soalnya harusnya kencang, dan ombaknya besar, jadi double up,” kata Kya seusai pertandingan.

Hujan yang turun di lokasi pertandingan bukan persoalan utama bagi Kya. Menurut dia, perubahan karakter ombak justru menjadi tantangan terbesar.

“Hujan tidak menjadi kendala, ombaknya sudah berubah sekali dibanding tadi pas Jasmine main lebih bagus tadi, tapi ya it’s all kind of 50 percent luck, 50 percent skill,” ujar Kya.

Sementara itu, langkah Bronson Meydi juga terhenti di perempat final. Ia mengumpulkan 11,33 poin, tetapi harus mengakui keunggulan wakil Jepang, Kanoa Igarashi, yang membukukan 14,00 poin.

Meski gagal melaju, Kya tetap berharap dua rekannya mampu menjaga performa hingga perebutan medali. “Semoga Jasmine sama Pajar bisa juara emas,” kata dia.

Kya juga mengaku bersyukur bisa tampil dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Ia berharap pengalaman tersebut menjadi bekal untuk tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya. “Saya sangat bersyukur dan sangat senang menjadi bagian di dalamnya, semoga bisa lebih baik lain kali,” ujarnya.

Kompetisi surfing Asian Games 2026 digelar di Pacific Long Beach, Tahara. Panitia sebelumnya menetapkan 29 September sebagai hari cadangan sekaligus hari terakhir pertandingan setelah sejumlah jadwal mengalami penundaan akibat kondisi ombak yang tidak mendukung.

Dengan keberhasilan Pajar dan Jasmine menembus semifinal, Indonesia masih memiliki peluang menambah koleksi medali dari cabang surfing di Asian Games 2026.

(A. Rayyan K/Sumber: OCA)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID