Penjualan Anjlok, Volvo Hentikan EX40 di AS dan Siapkan SUV Listrik Baru
Mobil listrik Volvo EX40. (Foto: Volvo)
GEBRAK.ID — Volvo menghentikan penjualan dan produksi SUV listrik kompak EX40 untuk pasar Amerika Serikat setelah model tersebut gagal mencatatkan penjualan sekuat saudara kembarnya, XC40 bermesin bensin.
Model tahun 2026, seperti dilaporkan Car and Driver, Sabtu (12/9/2026), menjadi tahun terakhir Volvo EX40 beredar di pasar AS. Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan singkat SUV listrik yang sebelumnya dikenal dengan nama XC40 Recharge sebelum Volvo mengganti nomenklaturnya menjadi EX40.
EX40 sebenarnya baru menggunakan nama tersebut sejak model tahun 2025. Namun, akar model listrik ini sudah hadir sejak 2021 melalui XC40 Recharge. Dengan demikian, Volvo EX40 hanya bertahan dua tahun dengan nama EX40 di pasar Amerika Serikat.
Keputusan Volvo datang ketika pasar kendaraan listrik AS menghadapi tekanan permintaan. Sejumlah produsen otomotif juga mulai meninjau kembali strategi elektrifikasi mereka karena pertumbuhan penjualan mobil listrik tidak sesuai dengan ekspektasi sebelumnya.
Di sisi lain, Volvo justru memberikan kesempatan baru kepada XC40. SUV bermesin bensin tersebut akan mendapatkan penyegaran besar untuk model tahun 2028, termasuk perubahan pada eksterior, interior, teknologi, serta sistem keselamatan. Kabinnya juga akan memakai layar infotainment 11,2 inci dengan perangkat lunak terbaru dan integrasi Google Gemini AI.
Volvo EX40 sendiri bukan SUV listrik dengan performa biasa. Versi bermotor tunggal mengandalkan motor listrik belakang bertenaga 248 tenaga kuda. Sementara varian Twin Motor menggunakan dua motor dengan sistem penggerak semua roda dan menghasilkan 402 tenaga kuda.
Di pasar AS, EX40 model 2026 ditawarkan mulai 56.545 dolar AS atau sekitar Rp990 juta jika menggunakan kurs sekitar Rp17.500 per dolar AS. Volvo mencantumkan jarak tempuh hingga 296 mil atau sekitar 476 kilometer untuk varian Single Motor Extended Range berdasarkan pengujian EPA.
Meski EX40 dihentikan, langkah Volvo tidak berarti perusahaan meninggalkan pasar SUV listrik. Model tersebut diperkirakan bakal mendapat penerus yang lebih besar dan menggunakan platform SPA3.
Sejumlah laporan menyebut calon penerus itu bernama EX50 dan berpotensi meluncur pada 2027 sebagai model tahun 2028. SUV tersebut diperkirakan memiliki dimensi lebih besar dibandingkan EX40 sekaligus membawa banderol yang lebih kompetitif. Namun, nama dan detail EX50 masih belum dikonfirmasi secara resmi oleh Volvo.
Volvo menegaskan bahwa perusahaan terus mengevaluasi kebutuhan konsumen dalam menentukan komposisi produknya di Amerika Serikat. Saat ini, EX60 disebut menjadi titik masuk baru untuk jajaran SUV listrik Volvo di pasar tersebut.
(A. Rayyan K/Sumber: Volvo)
