BMW Uji iX5 Hydrogen: Mobil Hidrogen dengan Jarak Tempuh 750 Km
BMW mulai menguji mobil berbahan bakar hidrogen iX5 Hydrogen. (Foto: BMW Group)
GEBRAK.ID — BMW mulai menguji mobil berbahan bakar hidrogen iX5 Hydrogen yang diproyeksikan menjadi kendaraan hidrogen pertama dari pabrikan asal Jerman. Pengujian ini menjadi bagian dari upaya BMW mengembangkan alternatif sistem penggerak di tengah semakin beragamnya teknologi kendaraan.
Nantinya, BMW iX5 tidak hanya tersedia dengan sistem baterai listrik, tetapi juga plug-in hybrid, bensin, diesel, dan hidrogen.
Dilansir dari Arena EV, Jumat (11/9/2026), pengembangan iX5 Hydrogen berlangsung melalui proyek HyPowerDrive. Proyek tersebut mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Transportasi Federal Jerman sebesar 191 juta euro atau sekitar Rp3,9 triliun.
Pemerintah Negara Bagian Bavaria juga ikut membiayai proyek tersebut dengan dana 82 juta euro, setara sekitar Rp1,6 triliun.
Dalam tahap pengujian terbaru, BMW tidak hanya menguji kemampuan kendaraan melaju. Pabrikan juga memastikan seluruh komponen sistem penggerak dapat bekerja secara terpadu.
Sistem itu mencakup sel bahan bakar, baterai tegangan tinggi, motor listrik, tangki hidrogen, serta unit pengendali kendaraan. BMW menguji sistem tersebut dalam berbagai kondisi, termasuk ketika mobil menerima beban tinggi.
Pengujian dilakukan untuk memastikan performa kendaraan tetap konsisten sekaligus mempertahankan karakter berkendara yang menjadi ciri khas BMW.
BMW menargetkan iX5 Hydrogen memiliki performa yang mampu bersaing dengan varian iX5 lainnya. Mobil ini diproyeksikan dapat berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam dalam waktu kurang dari lima detik.
Sementara itu, jarak tempuh menjadi salah satu daya tarik utama yang ditawarkan. BMW menargetkan iX5 Hydrogen mampu melaju hingga 750 kilometer berdasarkan standar WLTP.
Untuk pengisian bahan bakar, BMW juga membidik waktu kurang dari lima menit. Jika target tersebut tercapai, teknologi hidrogen berpotensi menawarkan waktu pengisian yang jauh lebih singkat dibandingkan pengisian baterai kendaraan listrik pada umumnya.
Pengembangan kendaraan kini juga berlanjut pada sistem sel bahan bakar. BMW mulai merakit purwarupa sel bahan bakar generasi berikutnya di Hydrogen Competence Center di Munich, Jerman.
Tahap tersebut difokuskan pada penyempurnaan sekaligus validasi metode pengujian sebelum masuk ke tahap produksi.
BMW Group Plant Steyr di Austria nantinya menjadi lokasi produksi sistem sel bahan bakar untuk kendaraan tersebut. Fasilitas itu telah menyiapkan sejumlah peralatan pengujian dan perangkat produksi.
BMW juga mulai melatih karyawan secara bertahap agar siap menangani proses pembuatan sistem sel bahan bakar. Persiapan tersebut menjadi bagian dari langkah BMW menuju produksi massal iX5 Hydrogen.
(A. Rayyan K/Sumber: BMW Group)
