Peserta Pelatihan Indonesia Meninggal di Pabrik Jepang, Leher Terjepit Mesin Pengaduk

korban-ilustrasi-meninggal

Seorang peserta pelatihan teknis asal Indonesia meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja di sebuah pabrik di Kota Otake, Prefektur Hiroshima, Jepang, Rabu (2/9/2026) malam. (Foto ilustrasi: Pixabay)

GEBRAK.ID — Seorang peserta pelatihan teknis asal Indonesia meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kerja di sebuah pabrik di Kota Otake, Prefektur Hiroshima, Jepang, Rabu (2/9/2026) malam.

Korban diketahui bernama Indra Kurniawan, 21 tahun. Polisi setempat menyebut Indra mengalami kecelakaan saat bekerja di pabrik milik Toda Kogyo Corp., perusahaan yang bergerak dalam produksi bahan kimia dan material.

Insiden tersebut terungkap setelah layanan darurat menerima laporan sekitar pukul 22.20 waktu setempat. Laporan itu menyebut seorang pria mengalami pendarahan setelah lehernya terjepit di dalam mesin pengaduk.

Petugas kemudian datang ke lokasi dan menemukan korban dalam kondisi mengalami luka serius. Polisi selanjutnya mengidentifikasi korban sebagai Indra Kurniawan, peserta pelatihan teknis asal Indonesia yang bekerja di perusahaan tersebut.

Menurut keterangan kepolisian, Indra saat itu bekerja seorang diri dalam proses produksi cat. Mesin pengaduk yang digunakan dalam pekerjaan tersebut memiliki diameter dan kedalaman sekitar 1,5 meter.

Belum diketahui secara pasti bagaimana kecelakaan itu terjadi. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap insiden, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas yang berada di area pabrik.

Penyelidikan juga menghadapi kendala karena tidak ada saksi yang melihat secara langsung saat Indra mengalami kecelakaan.

Polisi kini berupaya memastikan rangkaian kejadian yang menyebabkan korban sampai terjepit di dalam mesin pengaduk tersebut. Pemeriksaan terhadap rekaman kamera pengawas diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab kecelakaan.

Kasus kecelakaan kerja yang menewaskan peserta pelatihan asal Indonesia ini masih dalam penanganan kepolisian Jepang.

(Saeful Imam/Sumber: Kyodo)