Ryan Garcia Tantang Terence Crawford Comeback, Bawa Misi Balas Kekalahan Canelo
Ryan Garcia kembali membuat dunia tinju ramai. Setelah mempertahankan gelar kelas welter WBC lewat kemenangan TKO atas Conor Benn, Garcia langsung menantang Terence Crawford untuk mengakhiri masa pensiun dan kembali naik ring. (Foto: Instagram/Ryan Garcia @kingryan)
GEBRAK.ID, JAKARTA — Ryan Garcia kembali membuat dunia tinju ramai. Setelah mempertahankan gelar kelas welter WBC lewat kemenangan TKO atas Conor Benn, Garcia langsung menantang Terence Crawford untuk mengakhiri masa pensiun dan kembali naik ring.
Garcia menyampaikan tantangan tersebut setelah Crawford hadir langsung di T-Mobile Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, saat dirinya menghadapi Benn. Crawford sebelumnya bahkan mendukung Benn untuk mengalahkan Garcia. Menurut laporan The Ring, situasi itu membuat perseteruan keduanya kembali memanas.
“Dia sebenarnya tidak pensiun di dalam hatinya. Dia pensiun di atas kertas, tetapi tidak di dalam hatinya. Ayo, hadapi aku,” kata Garcia dalam wawancara dengan The Ariel Helwani Show yang dikutip The Ring, Jumat (18/9/2026).
Garcia baru saja mencatat kemenangan penting dengan menghentikan Benn pada ronde kedua. Hasil tersebut membuat rekor petinju Amerika Serikat itu menjadi 26 kemenangan dengan 21 KO dan dua kekalahan. ESPN juga mencatat kemenangan tersebut mengangkat posisi Garcia dalam persaingan kelas welter.
Tantangan Garcia kepada Crawford bukan sekadar persoalan persaingan pribadi. Petinju berusia 28 tahun itu juga membawa misi membalas kekalahan Saul “Canelo” Alvarez dari Crawford pada pertarungan September 2025.
Baca juga: Ryan Garcia Pertahankan Sabuk Juara Dunia WBC Usai Hancurkan Conor Benn dalam 2 Ronde
Dalam duel tersebut, Crawford naik dua kelas untuk menghadapi Canelo di kelas super menengah 168 pound atau sekitar 76,2 kilogram. Crawford kemudian menang angka mutlak dan menjadi juara tak terbantahkan di kelas tersebut. Kemenangan itu sekaligus menambah koleksi sejarah Crawford sebagai juara tak terbantahkan di tiga kelas berbeda.
Crawford kemudian memutuskan pensiun tiga bulan setelah kemenangan atas Canelo. Ia meninggalkan ring dengan rekor sempurna 42 kemenangan, termasuk 31 kemenangan lewat KO, tanpa kekalahan.
Meski begitu, Crawford belakangan sempat membuka ruang spekulasi mengenai kemungkinan kembali bertarung. Pada awal September 2026, ia terlibat dalam perang pernyataan dengan Jaron Ennis dan bahkan menanyakan kesediaan Ennis jika dirinya kembali dari masa pensiun. Ennis menjawab siap menghadapi Crawford.
Crawford sendiri sebelumnya menjelaskan bahwa keputusan pensiun berkaitan dengan keinginannya menjaga kondisi tubuh setelah menjalani karier panjang. Pada Februari 2026, ia mengatakan tidak lagi memiliki sesuatu yang harus dibuktikan di tinju dan ingin menikmati waktu bersama keluarga.
Situasi tersebut menjadi celah yang coba dimanfaatkan Garcia. Ia bahkan terang-terangan mengaitkan keinginannya menghadapi Crawford dengan kekalahan Canelo.
“Saya ingin membalas kekalahan Canelo. Saya hanya ingin menghajarnya habis-habisan. Saya menginginkan itu. Dia tahu bahwa saya menginginkan itu. Saya bersedia mengujinya untuk melihat di mana posisinya,” ujar Garcia.
Untuk saat ini, belum ada kepastian Crawford akan menerima tantangan Garcia. Namun, dengan Garcia yang baru mempertahankan sabuk WBC kelas welter dan Crawford yang masih menjadi salah satu nama terbesar di tinju dunia, duel keduanya berpotensi menjadi salah satu pertarungan yang paling banyak dibicarakan jika benar-benar terwujud.
(A. Rayyan K/Sumber: WBC/The Rings)
