Indonesia Pelajari Strategi AI Kanada untuk Bangun Kedaulatan Data

Menko Perekonomian Airlangga

Menko Perekonomian RI, Airlangga Hartarto (kiri) bersalaman dengan pejabat Kementerian AI dan Ekonomi Digital Kanada, di ajang "Scaling Canada's AI and Technology Ecosystem" dalam rangkaian Canada Investment Summit 2026 di Toronto, Kanada, Kamis (18/9/2026).

GEBRAK.ID, TORONTO — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (Menko Perekonomian RI), Airlangga Hartarto, menghadiri sesi makan siang bertajuk “Scaling Canada’s AI and Technology Ecosystem” dalam rangkaian Canada Investment Summit 2026 di Toronto, Kanada, Kamis (18/9/2026).

Kehadiran ini bertujuan memperluas wawasan strategis Indonesia terkait perkembangan kebijakan kecerdasan buatan (AI) global, sekaligus memperkuat basis pengetahuan dalam mendukung pengembangan ekosistem digital dan pusat data nasional.

Sesi yang dipandu langsung oleh Menteri AI dan Ekonomi Digital Kanada, Evan Solomon, membahas arah kebijakan Kanada dalam mengembangkan ekosistem AI dan teknologi nasional. Pembahasan mencakup pembangunan kepercayaan publik, penciptaan peluang investasi, hingga upaya mencapai kedaulatan data dan komputasi.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kanada memaparkan strategi AI nasionalnya yang dibangun di atas tiga pilar utama: kepercayaan publik (trust), penciptaan peluang (opportunity), dan kendali kedaulatan (sovereign control). Kanada telah menyusun kerangka kerja pembangunan pusat data yang mengedepankan pelestarian lingkungan, investasi bagi komunitas sekitar, serta kedaulatan data. Kerangka ini telah diadopsi oleh seluruh perusahaan hyperscaler utama dunia.

Membangun Kedaulatan Data
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menegaskan bahwa pendekatan Kanada dalam membangun kedaulatan data dan komputasi sangat relevan bagi Indonesia. Ia menilai, pengalaman Kanada memberikan pembelajaran berharga dalam mempersiapkan kesiapan energi dan kepercayaan publik sebagai fondasi pengembangan ekosistem AI dan data center nasional ke depan.

“Pendekatan Kanada dalam membangun kedaulatan data dan komputasi ini relevan bagi Indonesia, khususnya dalam mempersiapkan kesiapan energi dan kepercayaan publik sebagai fondasi pengembangan ekosistem AI dan data center nasional ke depan,” ujar Susiwijono dalam keterangan resmi, yang dikutip Gebrak.Id

Lebih lanjut, menurut Susiwijono, sebagai bagian dari strategi mendorong adopsi domestik, Kanada menetapkan sejumlah target ambisius di sektor kesehatan, pendidikan, sumber daya alam, dan pertahanan. Target tersebut didukung oleh dana ekuitas senilai USD 500 juta.

Sesi ini juga menyoroti peran penting sektor swasta, seperti dana venture capital OpenText untuk membangun ekosistem AI lokal secara global. Selain itu, keunggulan infrastruktur Kanada berupa energi bersih dan gas alam murah turut mendukung pembangunan pusat data berkapasitas besar di provinsi Alberta, Ontario, dan Saskatchewan.

Kehadiran Indonesia dalam forum internasional ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi digital nasional. Pemerintah berupaya mengadopsi praktik terbaik global untuk memastikan pengembangan AI dan pusat data di Tanah Air berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat. (*)

(Zaky Al Hamzah)
(Sumber: ekon.go.id)