Takaichi dan Trump Bertemu 35 Menit, Bahas Keamanan hingga Ekonomi Jepang-AS

Takaichi dan Trump Bahas Kerja Sama

PM Jepang Sanae Takaichi dan Presiden AS Donald J. Trump bertemu di sela-sela kehadiran kedua pemimpin dalam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB, Selasa (22/9/2026) Waktu setempat. (Foto: nhk.or.jp/ist)

GEBRAK.ID, NEW YORK — Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J. Trump sepakat memperkuat kerja sama Jepang-AS di bidang keamanan, ekonomi, dan ketahanan ekonomi dalam pertemuan bilateral di New York, Selasa (22/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung sekitar 35 menit tersebut digelar di sela-sela kehadiran kedua pemimpin dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pertemuan dimulai pukul 13.05 waktu setempat atau 02.05 pada 23 September waktu Jepang.

Dalam pertemuan tersebut, Takaichi dan Trump membahas penguatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk keamanan ekonomi, ekonomi, dan keamanan, dengan tujuan semakin memperkuat aliansi Jepang-AS.

Kedua pemimpin juga mengonfirmasi kemajuan kerja sama keamanan ekonomi di bidang teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), semikonduktor, dan mineral kritis. Mereka sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama guna memperkuat ketahanan ekonomi kedua negara. Selain itu, Takaichi dan Trump kembali menegaskan pentingnya pelaksanaan kesepakatan bilateral mengenai tarif secara konsisten dan sepakat melanjutkan kerja sama di bidang tersebut.

Bahas China dan Pertemuan Trump-Xi Jinping
Dalam isu regional, kedua pemimpin bertukar pandangan mengenai situasi di kawasan Indo-Pasifik, termasuk sejumlah persoalan yang berkaitan dengan China. Pembahasan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan rencana pertemuan tingkat tinggi antara Trump dan Presiden China Xi Jinping. Takaichi dan Trump sepakat bahwa Jepang dan AS akan terus melakukan koordinasi secara erat terkait isu-isu yang menyangkut China, termasuk keamanan ekonomi.

Kedua pemimpin juga menegaskan pentingnya memperkuat kemampuan penangkalan dan respons aliansi Jepang-AS yang dipandang sebagai salah satu fondasi perdamaian dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik.

Isu Korea Utara
Persoalan Korea Utara turut menjadi agenda pembicaraan. Takaichi dan Trump bertukar pandangan mengenai situasi di sekitar Korea Utara dan menegaskan kembali perlunya kedua negara bekerja sama menghadapi persoalan program nuklir dan rudal negara tersebut.

Keduanya juga menegaskan kembali komitmen terhadap denuklirisasi penuh Korea Utara. Dalam kesempatan tersebut, Takaichi memperoleh dukungan penuh dari Trump terhadap upaya penyelesaian segera persoalan penculikan warga Jepang oleh Korea Utara.

Mahkamah Pidana Internasional
Isu Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga dibahas dalam pertemuan tersebut. Pemerintah Jepang menyatakan bahwa kedua pemimpin bertukar pandangan secara terbuka mengenai ICC dan sejumlah isu lainnya.

Pembahasan mengenai ICC berlangsung di tengah perbedaan pendekatan kedua negara terhadap lembaga peradilan pidana internasional tersebut. Dalam konteks kebijakan luar negerinya, Takaichi sebelumnya menempatkan supremasi hukum sebagai salah satu tema utama dalam pidatonya di Sidang Umum PBB.

Dorong Indo-Pasifik yang Bebas dan Terbuka
Takaichi dan Trump juga menegaskan kembali pentingnya kerja sama melalui berbagai kerangka multilateral, termasuk Jepang-Amerika Serikat-India-Australia (Quad). Kedua pemimpin sepakat untuk terus mendorong konsep Free and Open Indo-Pacific (FOIP) sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama di kawasan.

Pertemuan tersebut berlangsung sehari sebelum agenda diplomatik yang juga menjadi perhatian kawasan, yakni rencana pertemuan Trump dan Xi. Bagi Jepang, pertemuan dengan AS tersebut menjadi bagian dari agenda diplomatik Takaichi di New York dalam rangka menghadiri Sidang ke-81 Majelis Umum PBB. Dalam kunjungan tersebut, Takaichi juga bertemu Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan membahas reformasi PBB serta kerja sama menghadapi persoalan Korea Utara. (*)

(Zaky Al Hamzah)
(Sumber: japan.kantei.go.jp)