Trump Umumkan Penghentian Bantuan Militer AS untuk Israel Mulai 2027
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Anadolu)
GEBRAK.ID — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengejutkan Israel dengan mengumumkan rencana penghentian bantuan militer tahunan Washington kepada Tel Aviv mulai akhir 2026. Kebijakan tersebut disebut akan mengakhiri aliran bantuan senilai sekitar 4 miliar dolar AS atau setara Rp66,8 triliun setiap tahun.
Pernyataan Trump itu disampaikan dalam wawancara melalui sambungan telepon dengan Fox News pada Selasa (3/11/2026), bertepatan dengan pelaksanaan pemilihan sela Kongres Amerika Serikat.
Trump mengeklaim keputusan tersebut telah dibicarakan bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu beberapa bulan sebelumnya. Menurut dia, Israel sudah cukup kuat secara ekonomi dan militer sehingga tidak lagi membutuhkan bantuan rutin dari Washington.
“Kami memberikan Israel 4 miliar dolar AS setiap tahun. Kami sudah membuat kesepakatan beberapa bulan lalu untuk menghentikannya,” kata Trump dalam wawancara tersebut.
Trump juga menyebut Amerika Serikat tetap akan menjual persenjataan kepada Israel dan memberikan bantuan apabila negara itu menghadapi kebutuhan tertentu. Dengan demikian, pengumuman tersebut lebih mengarah pada penghentian bantuan tahunan, bukan pemutusan seluruh hubungan pertahanan kedua negara.
Baca Juga
Reaksi Terkejut dari Israel
Pengumuman itu memunculkan keterkejutan di kalangan pejabat militer dan pertahanan Israel. Badan penyiaran publik Israel, Kan, melaporkan sejumlah pejabat pertahanan tidak menyangka Trump akan menyampaikan keputusan tersebut secara terbuka.
Seorang pejabat pertahanan Israel mengatakan pemerintahnya masih menjalin komunikasi rutin dengan pihak Amerika Serikat. Namun, pernyataan Trump membuat mereka terkejut karena konsekuensi kebijakan tersebut belum dibahas secara menyeluruh dengan lembaga terkait.
“Kami sama sekali tidak menyangka pernyataan tersebut. Kami terus menjalin dialog rutin dengan pihak AS, dan bisa dikatakan kami terkejut,” ujar pejabat tersebut sebagaimana dikutip Kan.
Pejabat itu menambahkan, pihaknya masih mempelajari dampak keputusan tersebut terhadap kebutuhan pertahanan Israel.
Perubahan Besar dalam Kerja Sama Pertahanan
Selama ini, bantuan militer Amerika Serikat menjadi salah satu penopang utama kemampuan pertahanan Israel. Berdasarkan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani pada 2016 ketika Barack Obama menjabat presiden, Washington berkomitmen menyediakan bantuan keamanan senilai total 38 miliar dolar AS untuk periode tahun anggaran 2019 hingga 2028.
Paket tersebut mencakup 3,3 miliar dolar AS setiap tahun untuk pembiayaan militer asing serta 500 juta dolar AS untuk program kerja sama pertahanan rudal. Komitmen itu tercatat dalam dokumen resmi Departemen Luar Negeri AS.
Rencana Trump menghentikan bantuan sebelum masa MoU berakhir menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme pelaksanaannya. Associated Press melaporkan, kesepakatan yang berlaku hingga 2028 tersebut membuat penghentian pada 2027 memerlukan pembahasan lebih lanjut, termasuk kemungkinan peran Kongres AS.
Isu bantuan militer kepada Israel juga menjadi perdebatan politik di Amerika Serikat, terutama di tengah kritik terhadap operasi militer Israel di Jalur Gaza. Trump bahkan menyinggung isu tersebut sebagai bahan serangan politik Partai Demokrat terhadap Partai Republik menjelang pemilihan sela.
Hingga pengumuman itu disampaikan, belum ada penjelasan terperinci mengenai jenis anggaran yang akan dihentikan maupun jadwal pelaksanaannya.
(A. Rayyan K/Sumber: Sputnik)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID