56 Tahun Menanti, SD Negeri 173281 Lumban Julu Kini Punya Ruang Kelas dan Perpustakaan Baru
Mendikdasmen Abdul Mu’ti meninjau hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 di SD Negeri 173281 Lumban Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Kamis (15/10/2026). (Foto: Cepi/BKHM Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID, TAPANULI UTARA — Setelah puluhan tahun menghadapi keterbatasan fasilitas, SD Negeri 173281 Lumban Julu di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara, kini memiliki lingkungan belajar yang lebih layak. Perbaikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan membawa perubahan nyata bagi murid dan guru yang selama ini harus beraktivitas di bangunan dengan kondisi memprihatinkan.
Sebelum direvitalisasi, sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan. Lantai berlubang, atap bocor, plafon lapuk, hingga kaca jendela pecah menjadi persoalan yang mengganggu kegiatan belajar mengajar, terutama ketika hujan turun. Fasilitas toilet sekolah juga tidak memadai.
Kepala SD Negeri 173281 Lumban Julu, Tamaria Purba, mengatakan sekolah tersebut belum pernah menerima perbaikan sarana dan prasarana secara signifikan sejak berdiri.
Pada 2025, sekolah menerima bantuan revitalisasi senilai Rp775.180.174. Dana tersebut digunakan untuk merehabilitasi dua ruang kelas dan toilet beserta sanitasinya, sekaligus membangun ruang usaha kesehatan sekolah (UKS) dan perpustakaan.
Tamaria menilai pembenahan fasilitas membuat suasana belajar lebih nyaman dan kondusif. Perubahan itu juga meningkatkan semangat murid serta membuat orang tua merasa lebih tenang ketika anak-anak mereka bersekolah.
Baca Juga
“Orang tua murid pun merasa senang karena anak mereka tambah nyaman belajar, sehingga diharapkan prestasinya meningkat, baik akademik maupun nonakademik,” ujar Tamaria.
Manfaat perbaikan tersebut turut dirasakan Arion Maruli Hurabarat, murid kelas IV. Ia masih mengingat kondisi sekolah ketika duduk di kelas III, saat atap berlubang dan lantai kelas rusak. Kini, ia bisa belajar di ruang yang jauh lebih baik.
“Saat saya sudah masuk di kelas IV, ruangan kelas dan toiletnya sudah menjadi sangat bagus. Saya menjadi sangat semangat belajar. Terima kasih Pak Presiden dan Pak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah,” kata Arion.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau hasil revitalisasi sekolah itu saat kunjungan kerja ke Tapanuli Utara pada Kamis (15/10/2026). Ia juga menyaksikan pembelajaran bahasa Inggris menggunakan Papan Interaktif Digital atau Interactive Flat Panel (IFP). Para murid terlihat antusias menjawab soal melalui layar digital, diselingi kegiatan bernyanyi dan gerakan.
“Sekolahnya kelihatan wajahnya baru, penampilannya baru, mudah-mudahan semangatnya juga baru,” ujar Mu’ti.
Di Tapanuli Utara, program revitalisasi pada 2025 menjangkau 107 satuan pendidikan dengan anggaran Rp79,47 miliar. Pada 2026, sebanyak 91 sekolah telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan total anggaran Rp67,97 miliar. Dana yang telah disalurkan mencapai Rp54,48 miliar.
Mu’ti menegaskan pemerintah berkomitmen memperbaiki sekolah dengan kerusakan sedang hingga berat di seluruh Indonesia.
“InsyaAllah, Pak Presiden sudah berkomitmen, sebelum 2029 atau akhir 2028, semua sekolah di Indonesia yang rusak sedang dan berat diperbaiki,” pungkas Mu’ti.
(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID