Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp50,63 Triliun, Kredit Tumbuh 17,6 Persen

Foto Gedung Bank Mandiri - 1

Bank Mandiri (BMRI) kucurkan dividen Rp50,63 triliun sepanjang 2026, Buyback 91,75 juta saham (Foto: BMRI/dok)

GEBRAK.ID, JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengucurkan dividen dengan total nilai Rp50,63 triliun sepanjang 2026, yang berasal dari pembagian dividen tahun buku 2025 dan dividen interim tahun buku 2026. Di sisi lain, perseroan juga mengalihkan 91,75 juta saham hasil pembelian kembali (buyback) kepada karyawan melalui program kepemilikan saham.

Total dividen tersebut terdiri atas Rp44,47 triliun untuk tahun buku 2025 dan Rp6,16 triliun sebagai dividen interim tahun buku 2026. Kebijakan ini mencerminkan upaya perseroan memberikan imbal hasil kepada pemegang saham sekaligus menjaga kebutuhan modal untuk mendukung ekspansi bisnis.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, pembagian dividen interim memberikan kesempatan kepada pemegang saham untuk menikmati hasil kinerja perusahaan lebih awal.

“Kami ingin pemegang saham dapat menikmati hasil kinerja Bank Mandiri lebih awal melalui dividen interim. Besarannya tetap memperhatikan kebutuhan modal untuk ekspansi dan mengantisipasi risiko, sehingga Bank Mandiri dapat terus mengembangkan bisnis dan menghasilkan laba yang mendukung imbal hasil berkelanjutan bagi pemegang saham,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Kamis (22/10/2026).

Bank Mandiri Alihkan 91,75 Juta Saham kepada Karyawan
Selain pembagian dividen, Bank Mandiri telah mengalihkan sebanyak 91,75 juta saham hasil buyback melalui Program Kepemilikan Saham bagi Karyawan pada 24–29 Juni 2026.

Pelaksanaan program tersebut dilakukan sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan juga mendorong peningkatan produktivitas dan rasa memiliki karyawan terhadap perusahaan melalui kepemilikan saham.

Kebijakan dividen dan program kepemilikan saham tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan bisnis perseroan, terutama dalam penyaluran kredit dan penghimpunan dana masyarakat.

Kredit dan Dana Pihak Ketiga Tumbuh 17,6 Persen
Hingga Agustus 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri secara bank only mencapai Rp1.592 triliun, tumbuh 17,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pada periode yang sama, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.687 triliun, atau meningkat 17,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut melampaui pertumbuhan DPK industri perbankan nasional yang tercatat sebesar 13,7 persen.

Kinerja tersebut menunjukkan peningkatan penyaluran pembiayaan yang diikuti pertumbuhan penghimpunan dana. Keduanya menjadi indikator penting dalam mendukung aktivitas intermediasi perbankan.

Laba Bersih Tumbuh 22,3 Persen
Dari sisi profitabilitas, laba bersih Bank Mandiri secara bank only hingga Agustus 2026 mencapai Rp37,5 triliun. Angka tersebut tumbuh 22,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan juga mempertahankan kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross sebesar 1,00 persen. Sementara itu, rasio pencadangan terhadap kredit bermasalah (NPL coverage ratio) tercatat sebesar 240,6 persen.

Kombinasi pertumbuhan kredit, peningkatan penghimpunan DPK, dan kenaikan laba bersih menjadi penopang kinerja Bank Mandiri sepanjang 2026. Di tengah pertumbuhan bisnis tersebut, perseroan tetap memperhatikan kecukupan modal dan pengelolaan risiko untuk menjaga keberlanjutan usaha serta imbal hasil bagi pemegang saham. (*)

(Zaky Al Hamzah/IDX)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID