Kuliah dengan Laptop Pinjaman, Marsya jadi Wisudawati Terbaik FMIPA UNJ dengan IPK 3,89

Mahasiswa UNJ berprestasi - 1

Lia Marsya Fazliana, wisudawati terbaik FMIPA UNJ berfoto Bersama orang tuanya, di sela acara Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Sesi IV, Kamis (22/10/2026). (Foto: UNJ/dok)

GEBRAK.ID, JAKARTA — Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi Lia Marsya Fazliana untuk meraih prestasi akademik. Mahasiswi Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Jakarta (UNJ) angkatan 2022 itu berhasil meraih predikat wisudawati terbaik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,89 pada Wisuda Tahun Akademik 2025/2026 Sesi IV, Kamis (22/10/2026).

Perjalanan Marsya menuju kelulusan tidak lepas dari berbagai keterbatasan. Pada awal kuliah, ia harus meminjam laptop untuk mengerjakan tugas karena belum mampu membeli perangkat sendiri. Sebagai mahasiswa perantau asal Kuningan, Jawa Barat, ia juga harus mengatur uang saku secara cermat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama tinggal di kos.

Marsya menempuh pendidikan tinggi melalui program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Ia juga menjadi anggota keluarga pertama yang mengenyam pendidikan tinggi sehingga harus mencari tahu sendiri berbagai hal mengenai sistem perkuliahan dan kesempatan pengembangan diri. “Saya harus belajar mengatur pengeluaran dengan sangat hemat, dan mencari cara agar keterbatasan itu tidak menghambat proses belajar,” ujarnya, kepada Tim Humas UNJ.

Situasi tersebut mendorong Marsya untuk lebih mandiri, proaktif mencari informasi, serta tidak ragu meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan. Di tengah tantangan itu, dukungan sang ibu yang merupakan orang tua tunggal menjadi sumber motivasi terbesarnya. “Sebagai orang tua tunggal, mamah selalu berusaha memberikan yang terbaik agar saya bisa menempuh pendidikan tinggi,” kata Marsya. “Perjuangan beliau menjadi salah satu motivasi terbesar saya untuk menyelesaikan pendidikan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Mengembangkan Pembelajaran Kimia yang Lebih Efektif
Marsya memilih Program Studi Pendidikan Kimia karena tertarik pada ilmu kimia yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus dunia pendidikan yang dinilainya berperan penting dalam membentuk pola pikir seseorang.

Selama menjalani perkuliahan, pemahamannya mengenai peran seorang guru pun berkembang. Menurutnya, pendidik tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga membantu peserta didik memahami konsep dan mengembangkan potensi mereka. “Pendidik bukan hanya penyampai ilmu, tetapi fasilitator yang membantu peserta didik menemukan pemahaman dan mengembangkan potensinya,” ujarnya.

Pandangan tersebut tercermin dalam skripsinya yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Conceptual Change terhadap Pemahaman Konseptual Peserta Didik pada Materi Hidrolisis Garam”.

Dalam penelitian itu, Marsya membandingkan model pembelajaran Conceptual Change dengan Direct Instruction. Ia menggunakan instrumen tes pilihan ganda tiga tingkat (three-tier multiple choice) yang menilai jawaban, alasan, serta tingkat keyakinan peserta didik. Pendekatan tersebut digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi secara lebih mendalam.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa model Conceptual Change berpengaruh signifikan terhadap pemahaman konseptual peserta didik pada materi hidrolisis garam. “Hasil ini menunjukkan pentingnya pembelajaran yang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membantu peserta didik memperbaiki pemahaman awal mereka agar sesuai dengan konsep ilmiah,” jelasnya.

Dalam menyelesaikan penelitian tersebut, Marsya menyebut dosen pembimbingnya, Tritiyatma Hadinugrahaningsih, sebagai salah satu sosok yang berperan penting. Dosen tersebut mendampinginya sejak mata kuliah Seminar Pendidikan Kimia hingga sidang skripsi, sekaligus memberinya kesempatan untuk terlibat dalam penelitian.

Dukungan juga datang dari sahabatnya, Adinda Rizka Triana. Keduanya telah berteman sejak hari pertama kuliah, memiliki dosen pembimbing skripsi yang sama, mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di sekolah yang sama, serta menjalani penelitian bersama. “Kehadiran Adinda yang bisa saling memahami, menguatkan, dan menemani proses itu menjadi hal yang sangat saya syukuri,” tuturnya.

Predikat Terbaik Bukan Akhir Perjalanan
Meraih predikat wisudawati terbaik menjadi pengalaman yang sulit dipercaya bagi Marsya. Ia memandang pencapaian tersebut bukan semata-mata hasil kerja keras pribadi, melainkan juga buah dari doa, dukungan, dan pengorbanan orang-orang di sekitarnya. “Yang paling membuat saya terharu adalah menyadari bahwa ini bukan hanya hasil usaha saya, tetapi juga ada doa, dukungan, dan pengorbanan orang-orang di sekitar saya, terutama mamah,” ujarnya.

Meski meraih prestasi akademik yang membanggakan, Marsya menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan alasan untuk berhenti belajar. Ia justru menjadikannya sebagai pengingat agar tetap rendah hati dan terus meningkatkan kemampuan diri. “Menjadi wisudawan terbaik bukan berarti saya sudah paling hebat atau berhenti belajar. Justru ini pengingat untuk tetap rendah hati dan terus mengembangkan diri,” katanya.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, Marsya berencana mulai membangun karier dan membuka diri terhadap berbagai kesempatan, baik di bidang pendidikan maupun bidang lainnya. “Kelulusan bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk mengeksplorasi lebih banyak kesempatan,” ujarnya.

Kepada mahasiswa tingkat akhir yang tengah berjuang menyelesaikan studi, Marsya berpesan agar tidak membandingkan perjalanan mereka dengan pencapaian orang lain. Ia mengingatkan bahwa setiap orang memiliki waktu dan tantangan masing-masing. “Setiap orang punya waktu dan perjuangannya masing-masing. Kalau merasa lelah, tidak apa-apa beristirahat, tetapi jangan menyerah. Selesaikan satu per satu,” tuturnya. (*)

(Zaky Al Hamzah/UNJ)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID