Belajar Makin Seru, Papan Interaktif Digital Bikin Murid SMAN 2 Cibinong Aktif di Kelas

papan interaktif dig muti sugiono

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mendampingi Menko PMK Sugiono saat melakukan kunjungan kerja di SMA Negeri 2 Cibinong, Kabupaten Bogor pada Rabu (7/10/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari peninjauan program-program prioritas nasional di bidang pendidikan sekaligus kesempatan untuk melihat langsung pemanfaatan digitalisasi pembelajaran di kelas. (Foto: Ikram/Kemendikdasmen)

GEBRAK.ID, BOGOR — Pemanfaatan teknologi digital mulai mengubah suasana pembelajaran di sekolah. Di SMA Negeri 2 Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kehadiran Papan Interaktif Digital (PID) membuat kegiatan belajar lebih menarik karena murid tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan materi.

Perangkat yang dikenal sebagai Interactive Flat Panel (IFP) tersebut merupakan bagian dari program Digitalisasi Pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Teknologi ini memungkinkan guru menampilkan materi, video, hingga aktivitas interaktif yang dapat dikerjakan bersama-sama.

Guru Matematika SMAN 2 Cibinong, Nurlaela, mengatakan PID membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih inovatif sekaligus meningkatkan antusiasme murid.

“Anak-anak lebih semangat karena mereka juga bisa eksplorasi. Ditambah lagi, dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga terdapat platform Rumah Pendidikan. Di ruang tersebut kami menggunakan Ruang Murid, anak-anak bisa menggunakan materi ajar, lab maya, ataupun bahan-bahan interaktif lainnya dari sana,” ujarnya pada Rabu (7/10/2026).

Sebelum menggunakan PID, Nurlaela mengandalkan laptop dan proyektor. Kini, murid memiliki kesempatan lebih besar untuk berinteraksi langsung dengan materi yang ditampilkan. Setelah mengikuti pelatihan digitalisasi pembelajaran, ia juga membagikan pengetahuannya kepada guru lain agar pemanfaatan perangkat tersebut semakin luas.

“Karena saya sudah merasakan manfaatnya, menurut saya wajib PID ini ada di sekolah, karena sangat membantu guru dalam kegiatan belajar dan bisa menarik motivasi murid dalam mendalami pelajaran,” kata Nurlaela.

Manfaat teknologi tersebut turut dirasakan para murid. Dayana, siswa kelas X, menilai pembelajaran menggunakan PID lebih efektif karena seluruh siswa dapat mengakses materi melalui satu layar yang sama, termasuk teman-temannya yang tidak memiliki gawai pribadi.

“Lebih efektif juga karena yang kita lihat itu sama, dibanding terpisah-pisah dari device lain,” tuturnya.

Ibrahim Al-Haraqi juga mengaku menikmati kegiatan belajar yang memadukan materi dengan permainan interaktif. Menurutnya, aktivitas tersebut membuat murid lebih aktif berdiskusi dan menentukan jawaban bersama.

“Seru banget sih! Selain belajar, kita juga bisa sambil bermain memilih jawaban-jawabannya, pokoknya seru banget,” ujarnya.

Sementara itu, Dinda Aulia Kasih merasakan kemudahan mengakses materi, menonton video pembelajaran, dan menyimpan catatan dari layar sentuh untuk dibagikan kembali.

Pemanfaatan PID itu turut ditinjau Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat kunjungan kerja di Kabupaten Bogor.

Abdul Mu’ti menegaskan, digitalisasi pembelajaran bukan sekadar menyediakan perangkat, melainkan memastikan teknologi membantu guru mengajar dan mendorong murid lebih aktif melihat, mencoba, serta berdiskusi selama proses belajar.

(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID