Kemendikdasmen Siapkan 102 Pembina Pramuka dan Pelatih Silat untuk 17 Sekolah Nasional Terintegrasi

silat snt

Mendikdasmen Abdul Mu'ti (tengah) menghadiri dan membuka kegiatan Kursus Pengelola Gugus Depan dan Penataran Pelatih Pencak Silat Nasional untuk SNT di Tangerang, Banten, Rabu (7/10/2026) malam. (Foto: Rayhan/BKHM Kemendikdasmen)

GEBRAK.ID — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat pendidikan karakter di 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dan pencak silat. Untuk mendukung program tersebut, Kemendikdasmen menyiapkan 102 pembina dan pelatih yang mengikuti pelatihan di Tangerang, Banten.

Program ini melibatkan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Kolaborasi tersebut bertujuan membentuk murid yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, kemandirian, serta ketangguhan fisik dan mental.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan, sekolah unggul harus mampu membangun keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kekuatan moral, serta kesehatan jasmani dan rohani.

“Bagaimana agar lembaga pendidikan khususnya sekolah-sekolah unggul ini memang tidak hanya mencetak generasi yang unggul secara intelektual, tapi juga anggun secara moral dan memiliki fisik dan jasmani serta rohani yang kuat,” ujar Abdul Mu’ti, Rabu (7/10/2026) malam.

Menurutnya, pendidikan karakter perlu mencakup olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga. Pramuka dan pencak silat menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai tersebut melalui kegiatan yang melibatkan pengalaman langsung.

Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Budi Waseso mengatakan, gugus depan berperan penting dalam membangun karakter murid secara berkelanjutan.

“Di sanalah peserta didik kita belajar tentang arti kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan, kerja sama, kepedulian sosial, serta rasa cinta terhadap tanah air,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PB IPSI Abdul Karim Aljufri menyatakan dukungannya terhadap pengembangan pencak silat di sekolah. Selain melatih kemampuan bela diri, pencak silat dinilai dapat menanamkan keberanian, sportivitas, pengendalian diri, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Gogot Suharwoto menjelaskan, 17 SNT yang mulai beroperasi sejak Agustus 2026 telah memasukkan Pramuka dan pencak silat sebagai ekstrakurikuler wajib.

Sebanyak 102 orang telah melalui proses seleksi untuk mendukung pembinaan di sekolah-sekolah tersebut. Kemendikdasmen berharap pelatihan itu menghasilkan pembinaan yang terstruktur sekaligus membuka peluang bagi murid untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi.

“Selain membangun karakter, kami berharap pembinaan yang terstruktur dapat membuka kesempatan bagi murid untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi, termasuk dalam pencak silat,” kata Gogot.

Melalui program ini, Kemendikdasmen ingin menjadikan kegiatan ekstrakurikuler sebagai bagian penting dari proses pendidikan. Murid diharapkan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, mandiri, tangguh, berkarakter, dan peduli terhadap sesama.

(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID