Belajar Rukun Lewat Angklung, Anak TK IT Mekar Insani Yogyakarta Tanamkan Karakter Sejak Dini

wamen fajar angklung

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq berinteraksi dengan murid-murid TK IT Mekar Insani, Yogyakarta, yang sedang memainkan angklung, Kamis (15/10/2026). (Foto: Ikram/Kemendikdasmen)

GEBRAK.ID — Alunan angklung mengisi suasana ceria di TK IT Mekar Insani, Yogyakarta. Diiringi semangat anak-anak, lagu daerah Padhang Bulan terdengar dari alat musik berbahan bambu tersebut.

Namun, kegiatan ini bukan sekadar mengenalkan musik tradisional Indonesia. Anak-anak juga belajar bersabar, mendengarkan orang lain, bekerja sama, dan menghargai giliran teman.

Di antara anak-anak yang mengikuti kegiatan itu, ada kakak beradik Bintang dan Bulan. Keduanya mendapat tugas memainkan angklung bernada si. Mereka tampak antusias menunggu aba-aba sebelum membunyikan alat musiknya.

“Aku senang sekali,” kata Bintang, yang diamini Bulan, dikutip dari siaran pers Kemendikdasmen, Kamis (15/10/2026).

Bagi TK IT Mekar Insani, bermain angklung menjadi salah satu cara menyenangkan untuk menumbuhkan karakter positif sejak usia dini. Melalui kegiatan seni, anak-anak tidak hanya mengembangkan minat dan bakat, tetapi juga belajar membangun hubungan yang baik dengan teman-temannya.

Kepala TK IT Mekar Insani, Zenny Savitri, mengatakan kegiatan angklung menjadi salah satu ekstrakurikuler di sekolah tersebut. Setiap Kamis, para peserta didik berlatih bersama instruktur Achmad Miftahur Rochim.

“Melalui angklung, anak-anak belajar kolaborasi dan disiplin, sekaligus melatih kesabaran. Mereka harus menunggu giliran sesuai nada yang dimainkan. Dari kebiasaan sederhana ini, kami berharap tumbuh sikap positif yang terbawa dalam keseharian mereka,” ujar Zenny.

Achmad menjelaskan, setiap anak memiliki peran penting dalam menghasilkan sebuah lagu. Tidak ada satu pemain pun yang dapat menciptakan harmoni sendirian. Mereka harus memperhatikan aba-aba, memainkan nada pada waktu yang tepat, serta mendengarkan bunyi angklung teman-temannya.

Proses latihan pun berlangsung melalui permainan dan isyarat tangan. Instruktur mendampingi anak sesuai kemampuan masing-masing, termasuk memberi dorongan kepada mereka yang belum percaya diri agar berani mencoba tanpa takut salah.

“Angklung mengajarkan bahwa keindahan tidak diciptakan oleh satu orang yang hebat, melainkan oleh banyak orang yang mau saling mendengarkan. Tugas kita bukan sekadar mencetak anak yang pandai bermain musik, tetapi membantu mereka belajar menyatukan perbedaan,” jelas Achmad.

Pembelajaran melalui musik ini sejalan dengan upaya penguatan karakter anak usia dini yang didorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kementerian tersebut juga menyoroti pemanfaatan musik sebagai media pembelajaran yang edukatif sekaligus mendukung pembentukan karakter.

Melalui latihan sederhana, anak-anak belajar bahwa setiap orang memiliki peran yang sama pentingnya. Ketika mereka mau menunggu giliran, menghormati teman, dan mengikuti irama bersama, nilai kerukunan tumbuh melalui pengalaman nyata.

Dari getaran bambu yang bersahutan, anak-anak TK IT Mekar Insani belajar bahwa perbedaan bukan penghalang untuk menciptakan sesuatu yang indah. Sebaliknya, saling menghargai dan bekerja sama justru menjadi kunci terciptanya harmoni, baik dalam musik maupun kehidupan sehari-hari.

(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID