Amarah Petugas SPBU Bali di Depan Gubernur Wayan Koster Viral: “Saya Bukan Robot, Pak!”

wayan koster spbu

Video seorang operator perempuan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar, Bali, yang menangis dan meluapkan kelelahan di hadapan Gubernur Bali Wayan Koster menjadi sorotan publik. (Foto: Tangkapan layar Instagram)

GEBRAK.ID, DENPASAR — Video seorang operator perempuan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Denpasar, Bali, yang menangis dan meluapkan kelelahan di hadapan Gubernur Bali Wayan Koster menjadi sorotan publik. Insiden itu terjadi saat antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) mendorong pemerintah meminta sejumlah SPBU memperpanjang jam operasional hingga 24 jam.

Peristiwa tersebut berlangsung di SPBU 54.801.48, Jalan Diponegoro, Denpasar, pada Rabu (14/10/2026) malam. Dalam rekaman yang beredar di media sosial, operator itu menyampaikan keberatan karena harus tetap melayani konsumen ketika kondisi fisiknya sudah kelelahan.

“Saya bukan robot, saya juga capek, Pak! Iya, saya pegawai, tapi saya punya hak juga!” ujarnya sambil menangis. Sejumlah orang di lokasi kemudian berusaha menenangkan petugas tersebut.

Admin SPBU 54.801.48, Tria, menjelaskan perubahan jam operasional secara mendadak menjadi tantangan bagi para pekerja. Menurut dia, seluruh operator di SPBU tersebut merupakan perempuan. Bahkan, salah seorang pekerjanya masih menyusui.

Dalam kondisi normal, SPBU itu beroperasi pukul 06.00 hingga 23.00 WITA dengan dua sif kerja dan total 12 pekerja. Namun, lonjakan permintaan BBM membuat para operator harus bekerja lebih lama untuk melayani antrean kendaraan.

“Kan mereka jadi kaget (diminta buka 24 jam), apalagi ada satu operator saya itu masih menyusui,” kata Tria saat ditemui pada Kamis (15/10/2026).

Tria menambahkan, keterbatasan tenaga kerja menyulitkan pengelola untuk segera mengganti petugas yang kelelahan. Manajemen pun membahas kemungkinan penambahan personel agar pelayanan tetap berjalan tanpa mengabaikan kondisi pekerja.

Sementara itu, Wayan Koster membantah adanya miskomunikasi dalam kunjungannya. Ia menyebut kelelahan menjadi faktor yang memicu luapan emosi operator tersebut.

“Enggak (ada miskomunikasi). Saya bilang jangan ngeluh, layani konsumen. Walaupun capek iya layani, enggak boleh ngerasa capek,” ujar Koster di Denpasar, Kamis (15/10/2026).

Untuk mendukung pelayanan malam hari, Pemerintah Provinsi Bali juga menyiapkan bantuan personel TNI di sejumlah SPBU. Koster menyebut rencana awal mencakup 66 SPBU, tetapi baru 50 lokasi yang dapat menjalankan skema tersebut. Setiap SPBU mendapat dua personel sesuai penjelasannya.

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga memperkuat pasokan dan distribusi BBM melalui penambahan suplai, optimalisasi mobil tangki, serta pengoperasian terminal dan SPBU selama 24 jam. Perusahaan menyatakan layanan di sejumlah SPBU mulai berangsur kondusif.

Peristiwa ini memperlihatkan tantangan di lapangan saat lonjakan kebutuhan masyarakat menuntut pelayanan lebih panjang. Upaya mengurai antrean BBM perlu berjalan beriringan dengan pengaturan sif, kecukupan tenaga kerja, dan waktu istirahat agar pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung dengan baik.

(Saeful Imam/Berbagai Sumber)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID