Jelang Demo 20 Oktober 2026, Polisi Perketat Stasiun KRL dan Gerbang Tol Tangerang
Aksi mahasiswa memperingati dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran akan digelar di sejumlah titik Jakarta. Polisi mengantisipasi mobilisasi massa, termasuk pelajar dari Tangerang. (Foto: Wikipedia)
GEBRAK. ID, TANGERANG — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang memperketat pengamanan sejumlah stasiun kereta rel listrik (KRL) dan gerbang tol yang menjadi akses menuju Jakarta menjelang aksi demonstrasi pada Selasa (20/10/2026). Pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan mobilisasi massa dari wilayah Tangerang menuju Jakarta.
Aksi tersebut bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan personel akan ditempatkan di sejumlah titik transportasi sekaligus meningkatkan patroli wilayah.
“Polresta Tangerang dan jajaran akan melaksanakan pengamanan di sejumlah stasiun dan gerbang tol, serta meningkatkan patroli guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” kata Indra dalam keterangan yang disampaikan Senin (19/10/2026).
Baca Juga
Stasiun dan Gerbang Tol Jadi Perhatian
Pengamanan tidak hanya diarahkan pada jalur lalu lintas, tetapi juga sejumlah simpul transportasi yang berpotensi digunakan massa untuk menuju Jakarta. Polisi menyatakan pola pengamanan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan serta ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain penjagaan fisik, Polresta Tangerang juga meningkatkan patroli untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Langkah tersebut terutama diarahkan untuk mengantisipasi kemungkinan pelajar ikut bergerak menuju lokasi demonstrasi di Jakarta.
Bhabinkamtibmas Diterjunkan ke Sekolah
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui pendekatan kepada lingkungan sekolah. Polresta Tangerang mengerahkan Bhabinkamtibmas ke sejumlah sekolah untuk memberikan edukasi kepada siswa agar tidak mengikuti aksi demonstrasi dan tetap menjalankan kegiatan belajar. Polisi juga berkoordinasi dengan kepala sekolah, guru, serta Dinas Pendidikan. Sekolah didorong mengisi aktivitas siswa dengan kegiatan positif guna mengurangi kemungkinan pelajar berangkat ke Jakarta.
Selain itu, jajaran Satreskrim Polresta Tangerang melakukan pemantauan terhadap aktivitas di media sosial, terutama terkait ajakan atau seruan yang berpotensi mendorong pelajar mengikuti aksi.
Pemkab Tangerang Minta Pelajar Tidak Ikut Demo
Pemerintah Kabupaten Tangerang sebelumnya juga telah mengeluarkan surat edaran untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pelajar menjelang demonstrasi. Melalui Surat Edaran Nomor B/400.3.3.5/4580/X/Disdik/2026, seluruh kepala satuan pendidikan di Kabupaten Tangerang diminta memantau aktivitas siswa agar tidak terlibat dalam aksi demonstrasi di Jakarta.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Supriyadi meminta siswa tetap fokus mengikuti proses pembelajaran dan tidak mudah terprovokasi ajakan untuk mengikuti aksi. Pengawasan tersebut dilakukan dengan melibatkan sekolah, guru, orang tua, serta aparat keamanan.
BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Siapkan Aksi
Sementara itu, aksi pada Selasa (20/10/2026) direncanakan melibatkan mahasiswa Universitas Indonesia (UI), mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi lain, serta elemen masyarakat sipil. Ketua BEM UI Yatalathof Imawan mengatakan aksi tersebut merupakan momentum untuk mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dilansir dari ANTARA, aksi direncanakan berlangsung di dua lokasi, yakni kawasan Tugu Tani di Jalan Raya Kebon Sirih dan Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Dengan adanya rencana aksi tersebut, pengamanan di wilayah penyangga Jakarta menjadi salah satu perhatian aparat.
Polisi Tegaskan Tetap Hormati Hak Demonstrasi
Meski melakukan langkah antisipasi di sejumlah jalur menuju Jakarta, kepolisian menegaskan pengamanan dilakukan dengan tetap menghormati hak masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum. Polisi menyatakan personel akan menyesuaikan tindakan dengan kebutuhan dan kondisi lapangan serta tetap berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga menerapkan pola pengamanan situasional dalam berbagai aksi demonstrasi di Jakarta. Polisi menekankan pendekatan persuasif dan humanis serta meminta peserta aksi menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.
Masyarakat yang beraktivitas menuju Jakarta pada Selasa (20/10/2026) diimbau memperhitungkan potensi kepadatan di sekitar lokasi aksi dan jalur yang menjadi akses pergerakan massa.
(Dinar K/berbagai sumber)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID