Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru PAUD, 75.974 Satuan Pendidikan Jadi Target Digitalisasi 2026

bimtek kemendikdasmen ntb

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat membuka secara resmi Bimbingan Teknis Digitalisasi Pembelajaran Region Angkatan 1 Tahun 2026 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (7/10/2026). (Foto: Morecka/Kemendikdasmen)

GEBRAK.ID, MATARAM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat peningkatan kompetensi pendidik melalui program Bimbingan Teknis (Bimtek) Digitalisasi Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Program ini bertujuan memastikan pemanfaatan teknologi digital mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sekadar melengkapi sekolah dengan perangkat modern.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menyampaikan hal tersebut saat membuka Bimtek Digitalisasi Pembelajaran PAUD Angkatan I di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (7/10/2026).

Menurut Atip, pengembangan PAUD menjadi bagian dari prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung percepatan wajib belajar 13 tahun. Upaya tersebut juga mencakup rehabilitasi sarana pendidikan, penanaman karakter dasar, pembiasaan etika sehari-hari, serta penerapan pola hidup bersih sejak usia dini.

“Ini adalah salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang cukup masif sebagai respons yang cepat tepat agar pendidikan kita juga bisa diakselerasi untuk peningkatan kualitasnya mulai dari pendidikan anak usia dini. Makanya pendidikan anak usia dini itu fasilitas fisiknya direhabilitasi,” ujar Atip.

Atip mengingatkan para pendidik agar tidak menjadikan teknologi sebagai tujuan utama pembelajaran. Penggunaan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP) harus mendorong interaksi aktif antara guru, murid, dan teknologi sehingga memunculkan kreativitas serta inovasi.

“Teknologi itu betul-betul bukan tujuan, akan tetapi medium, alat sarana untuk mencapai tujuan pendidikan tersebut itu tadi yaitu pendidikan yang bermutu,” jelas Atip.

Atip juga menekankan pentingnya merespons rasa ingin tahu anak melalui kegiatan belajar yang interaktif dan menyenangkan. Menurutnya, pendidik perlu memanfaatkan rasa ingin tahu tersebut untuk mendukung perkembangan kemampuan anak sekaligus menanamkan karakter bangsa sejak dini.

Direktur PAUD Kemendikdasmen, Kurniawan, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas pendidik menjadi salah satu pilar penting dalam program digitalisasi pembelajaran. Karena itu, pelatihan tidak hanya mengenalkan penggunaan perangkat, tetapi juga membekali guru dengan kemampuan merancang pembelajaran yang memadukan teknologi, metode pengajaran, dan tujuan pendidikan.

“Dengan demikian yang kita bangun bukan hanya PAUD yang memiliki perangkat digital, tetapi PAUD yang mampu memanfaatkan teknologi secara tepat untuk memperkuat kualitas interaksi, pengalaman, dan proses belajar anak,” ujar Kurniawan.

Program Digitalisasi Pembelajaran PAUD pada 2026 bertumpu pada tiga pilar, yakni penyediaan PID, bahan ajar digital interaktif, serta peningkatan kapasitas pendidik melalui bimbingan teknis.

Direktorat PAUD menargetkan penyaluran PID lanjutan kepada 75.974 satuan PAUD yang telah melalui proses verifikasi dan validasi. Peserta Bimtek Angkatan I juga diharapkan menjadi penggerak yang membagikan pengetahuan dan praktik baik kepada rekan sejawat di daerah masing-masing.

Kegiatan yang berlangsung pada 7–9 Oktober 2026 ini diikuti 181 satuan PAUD penerima PID dari 39 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.

(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)

Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID