Menekraf Gandeng Media, Dorong Kekayaan Intelektual Ekraf Jadi Sumber Devisa Baru
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menggelar Forum Redaksi & Aspirasi Media Ekraf (FRAME), untuk mempererat hubungan dengan insan media sekaligus menyelaraskan agenda kementerian dengan mandat Asta Cita, Jakarta, Rabu (30/9/2026). (Foto: ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif)
GEBRAK.ID, JAKARTA — Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat sinergi dengan pimpinan media nasional untuk mendorong kekayaan intelektual (intellectual property/IP) dari produk ekonomi kreatif Indonesia agar menjadi sumber nilai ekonomi baru dan devisa negara. Langkah ini ditegaskan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dalam Forum Redaksi & Aspirasi Media Ekraf (FRAME) yang dihadiri 30 pimpinan media di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Dalam forum bertema United in Ideas, Empowering The Creative Economy itu, Riefky menekankan bahwa penguatan IP bukan hanya soal melindungi karya, melainkan menjadikannya instrumen diplomasi lunak (soft diplomacy) dan mesin pertumbuhan ekonomi. “Tidak hanya seni budayanya yang kita bawa keluar, tetapi juga IP dari ekonomi kreatifnya supaya memberikan nilai ekonomi yang menambah devisa negara,” kata Riefky dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip Kemenekraf menunjukkan sektor ekonomi kreatif terus mencatat kinerja impresif. Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif mencapai Rp1.757,87 triliun dengan pertumbuhan 6,86 persen pada periode terbaru, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,11 persen.
Penguatan IP jadi Pilar Ekonomi Nasional
Penguatan IP tersebut akan didorong melalui peran Indonesia sebagai tuan rumah The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Konferensi yang dijadwalkan berlangsung 21–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, ini ditargetkan melibatkan sekitar 80 negara.
Forum global tersebut ditargetkan menghasilkan dokumen Jakarta Vision on Creative Economy yang akan menjadi dasar pengajuan resolusi lanjutan di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). “WCCE ini adalah untuk membawa resolusi ini ke United Nations, selain itu, ini menjadi ajang di mana stakeholders akan berkumpul bersama dari government hingga bisnis,” jelas Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar.
Milenial dan Gen Z Jadi Tulang Punggung Ekraf
Ekonomi kreatif juga terbukti menjadi penyerap tenaga kerja utama bagi generasi muda. Data BPS mengungkapkan komposisi tenaga kerja sektor ekraf didominasi milenial sebesar 36,63 persen dan Gen Z sebesar 26,40 persen. Riefky menilai hal ini sejalan dengan mandat Asta Cita untuk membuka lapangan kerja dan menopang kelas menengah.
Irene menambahkan bahwa WCCE 2026 tidak hanya mencakup pertemuan pleno (plenary meeting), tetapi juga pertemuan antarpemerintah (government-to-government/G2G meeting) untuk memperkuat kolaborasi kebijakan.
Dukungan terhadap langkah strategis Kemenekraf turut disuarakan kalangan pimpinan media. Wakil Pemimpin Redaksi TV One, Wahyu Kustyanto, menilai ekonomi kreatif memiliki potensi tanpa batas dan layak menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional. “Kementerian Ekonomi Kreatif ini penting sekali. Ini bisa jadi pilar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Karena kan kalau kreativitas itu kan tidak ada matinya, sementara, kalau sumber daya alam kan ada habisnya. Jadi harusnya memang negara, pemerintah harus serius betul menggarap ekonomi kreatif ini,” ujar Wahyu.
FRAME: Satukan Gagasan, Perkuat Pemahaman Media
Penyelenggaraan FRAME diharapkan dapat menyatukan gagasan serta memperkuat pemahaman media terhadap prioritas pemerintah dan arah kebijakan bagi penguatan pasar global melalui IP. Dengan sinergi ini, Kemenekraf menargetkan IP ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga menjadi komoditas bernilai tinggi di pasar global yang berkontribusi pada devisa negara. (*)
(Zaky Al Hamzah/antaranews)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID