Ratusan Anak Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Cirebon, Operasional SPPG Disetop

children's health

Sekitar 100 anak di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (20/10/2026). (Foto ilustrasi: iStock)

GEBRAK.ID — Sekitar 100 anak di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jawa Barat, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (20/10/2026). Menyusul kejadian tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan ke sejumlah sekolah dihentikan sementara operasionalnya.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon, Yulian Septa Pratama, mengatakan penangguhan atau suspend berlaku hingga batas waktu yang belum ditentukan. Langkah itu diambil setelah muncul laporan dugaan keracunan pada penerima manfaat MBG.

“Per malam ini SPPG tersebut sudah kami suspend sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Yulian di Kota Cirebon, Selasa malam.

Sejumlah anak yang diduga terdampak berasal dari SDN Kalijaga Permai, SDN Taman Kalijaga Permai, serta TK Teratai. Laporan media lokal juga menyebut penerima manfaat lain, termasuk anak-anak yang mengikuti kegiatan posyandu, mengalami keluhan serupa.

Gejala yang dilaporkan meliputi mual, muntah, sakit perut, hingga diare. Sejumlah korban kemudian dibawa untuk mendapatkan perawatan medis di empat rumah sakit di Kota Cirebon.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyatakan pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) segera menindaklanjuti kejadian tersebut. Pemerintah memprioritaskan keselamatan dan penanganan medis bagi anak-anak yang mengalami gangguan kesehatan.

“Kami dari pemerintah kota dan Forkopimda sudah menindaklanjuti masalah ini sesegera mungkin untuk bisa menangani keselamatan anak-anak kita,” ujar Effendi saat berada di RS Siloam Putera Bahagia, Selasa malam.

Sementara itu, KPPG Cirebon masih mendata jumlah penerima manfaat yang mengalami gejala. Yulian memperkirakan jumlah korban mencapai sekitar 100 orang, tetapi angka tersebut belum menjadi data final. “Korban mungkin di angka kurang lebih 100. Cuma untuk totalnya malam ini akan kami update,” katanya.

Pihak terkait juga masih menelusuri penyebab kejadian tersebut. Sampel makanan dilaporkan telah diambil untuk pemeriksaan laboratorium. Karena itu, belum ada kesimpulan pasti mengenai sumber gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat.

Penghentian sementara operasional SPPG menjadi langkah awal selama proses penanganan dan penelusuran berlangsung. Hasil pemeriksaan laboratorium serta pendataan lanjutan diharapkan dapat membantu memastikan penyebab kejadian sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.

(Saeful Imam/berbagai sumber)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID