Toyota Rush-Terios Masih Perkasa, SUV RWD dan Manual Belum Tergusur

1792818591613

Distribusi September 2026 menunjukkan konsumen Indonesia masih kuat memilih SUV 7 penumpang dengan penggerak roda belakang, meski pilihan mobil listrik semakin banyak. (Foto: ist)

GEBRAK.ID,JAKARTA – Persaingan mobil SUV keluarga di Indonesia memasuki fase menarik. Ketika pasar otomotif nasional mulai dipenuhi mobil listrik dan model-model SUV baru, Toyota Rush dan Daihatsu Terios justru masih mampu mempertahankan posisi teratas di kelas low sport utility vehicle (LSUV).

Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Toyota Rush mencatat distribusi 2.083 unit sepanjang September 2026. Angka tersebut naik dari 1.880 unit pada Agustus atau meningkat sekitar 10,8 persen.

Daihatsu Terios berada sangat dekat di belakangnya dengan distribusi 1.884 unit, naik dari 1.650 unit pada bulan sebelumnya. Dengan demikian, jarak Rush dan Terios pada September hanya 199 unit.

Bukan Sekadar Soal Jumlah Penjualan

Menariknya, dominasi kedua model tersebut tidak hanya terjadi dalam satu bulan. Sepanjang Januari-September 2026, Toyota Rush mencatat distribusi 22.535 unit, menjadikannya model LSUV terlaris dalam periode tersebut. Daihatsu Terios juga berada di papan atas dengan distribusi sekitar 12.147 unit. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa formula SUV keluarga konvensional masih memiliki pasar yang kuat di Indonesia.

Rush dan Terios sama-sama menawarkan konfigurasi tujuh penumpang serta menggunakan sistem penggerak roda belakang atau rear-wheel drive (RWD). Karakter tersebut masih menjadi salah satu pertimbangan konsumen, khususnya mereka yang membutuhkan kendaraan keluarga dengan posisi berkendara tinggi dan kemampuan menghadapi beragam kondisi jalan.

Transmisi Manual Justru Masih Kuat

Ada fakta lain yang cukup menarik dari performa Toyota Rush. Data Januari-September 2026 menunjukkan varian manual masih memberikan kontribusi besar terhadap distribusi Rush. Varian Rush 1.5 GR Sport M/T tercatat mencapai 11.589 unit, sedangkan Rush 1.5 G M/T mencapai 1.764 unit. Artinya, transmisi manual belum kehilangan peminat di segmen LSUV meski mobil dengan transmisi otomatis semakin banyak tersedia. Pada Daihatsu Terios, kecenderungan serupa juga terlihat.

Data hingga September menunjukkan varian manual memberikan kontribusi besar terhadap total distribusinya. Hal ini menjadi gambaran bahwa sebagian konsumen Indonesia masih mempertimbangkan karakter berkendara, kemudahan perawatan, serta kebutuhan penggunaan sehari-hari ketika memilih mobil keluarga.

Pesaing Mulai Tertinggal

Setelah Rush dan Terios, persaingan menjadi lebih renggang. Suzuki XL7 mencatat distribusi 800 unit pada September 2026, turun dari 1.007 unit pada Agustus. Mitsubishi Xpander Cross juga mengalami penurunan, dari 493 unit menjadi 424 unit. Sementara Honda BR-V mencatat distribusi 282 unit pada September. Dengan demikian, Rush dan Terios menjadi dua model yang mencatat kenaikan distribusi dibandingkan bulan sebelumnya dalam daftar LSUV tersebut.

Pasar Otomotif Indonesia Sebenarnya Sedang Menguat

Performa Rush dan Terios juga perlu dilihat dalam konteks pasar otomotif secara keseluruhan. Gaikindo mencatat wholesales mobil nasional pada September 2026 mencapai 79.540 unit. Angka tersebut memang turun 2,7 persen dibandingkan Agustus yang mencapai 81.756 unit. Namun jika dibandingkan September 2025, wholesales justru tumbuh 28,1 persen. Secara kumulatif Januari-September 2026, distribusi mobil nasional telah mencapai 679.020 unit, meningkat 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan kata lain, penurunan secara bulanan belum menunjukkan pelemahan pasar secara keseluruhan.

Mobil Listrik Mulai Mengubah Peta Persaingan

Di sisi lain, dominasi mobil konvensional mulai mendapatkan tantangan dari kendaraan listrik. Pada September 2026, BYD Atto 1 bahkan mencatat distribusi 4.840 unit dan berada di posisi teratas daftar mobil terlaris nasional. Jaecoo J5 juga mencatat 3.276 unit, sedangkan Geely EX2 mencapai 1.890 unit.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap kendaraan listrik. Namun, keberhasilan Rush dan Terios di kelas LSUV memperlihatkan bahwa pergeseran menuju elektrifikasi tidak serta-merta menghilangkan permintaan terhadap SUV konvensional.

Bagi konsumen keluarga, kapasitas tujuh penumpang, karakter RWD, pilihan transmisi manual, jaringan layanan purnajual, serta kebiasaan menggunakan mobil bermesin pembakaran masih menjadi pertimbangan penting.

Persaingan berikutnya akan menarik untuk dicermati pada kuartal terakhir 2026. Rush dan Terios masih memegang posisi kuat, tetapi kehadiran semakin banyak SUV baru dan kendaraan listrik berpotensi mengubah peta pasar otomotif Indonesia dalam beberapa bulan mendatang.

(Damar PY/ berbagai sumber)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID