Video Mario Aji Diajari Hakim Danish Membatik Picu Protes Netizen Indonesia

Pembalap Honda Team Asia Mario Suryo Aji mensyukuri keberhasilannya menyelesaikan Moto2 GP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026).

Sebuah unggahan video yang memperlihatkan pembalap Indonesia Mario Aji (tampak dalam gambar) dan pembalap Malaysia Hakim Danish sedang membatik memicu reaksi keras warganet Indonesia. (Foto: Honda Racing)

GEBRAK.ID — Sebuah unggahan video yang memperlihatkan pembalap Indonesia Mario Aji dan pembalap Malaysia Hakim Danish sedang membatik memicu reaksi keras warganet Indonesia. Kontroversi muncul setelah sebuah media Malaysia menyertai video tersebut dengan keterangan yang menyebut Hakim Danish mengajari Mario Aji membatik menjelang gelaran Moto3 Malaysia.

Sejumlah netizen menilai narasi dalam unggahan itu terkesan menempatkan Hakim Danish sebagai pihak yang memperkenalkan batik kepada Mario Aji. Mereka pun mempersoalkan pemilihan kata tersebut karena batik telah lama dikenal sebagai bagian penting dari warisan budaya Indonesia.

“Batik punya Indonesia,” tulis seorang netizen dalam komentar yang dikutip CNN Indonesia.

Warganet lainnya menyoroti motif batik pada helm Mario Aji. Menurut mereka, penggunaan motif tersebut menjadi salah satu bentuk kedekatan pembalap Indonesia itu dengan budaya Tanah Air.

“Motif helm Mario Aji itu batik. Sudah cukup membuktikan kalau batik punya Indonesia,” tulis netizen lainnya.

Komentar bernada sindiran juga bermunculan. Salah satunya menyebut narasi tersebut seperti “ngajarin ikan berenang”. Ada pula warganet yang mempertanyakan alasan media Malaysia menonjolkan narasi tersebut di tengah kegiatan menjelang balapan.

Meski demikian, reaksi yang ramai di media sosial itu perlu dibedakan dari pernyataan resmi pihak penyelenggara maupun kedua pembalap. Dalam bahan pemberitaan yang tersedia, belum ada keterangan resmi dari Mario Aji, Hakim Danish, atau pihak media Malaysia terkait maksud penggunaan kalimat tersebut.

Batik Diakui UNESCO pada 2009

Batik memang memiliki kedudukan penting dalam identitas budaya Indonesia. UNESCO mencatat Indonesian Batik dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada 2009. Pengakuan tersebut mencakup teknik, simbolisme, serta tradisi batik yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurut penjelasan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang dimuat melalui situs Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen, pengakuan UNESCO pada 2 Oktober 2009 menjadi dasar sejarah peringatan Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober.

Pengakuan itu tidak sekadar berkaitan dengan kain bermotif, tetapi juga dengan keterampilan membatik, nilai simbolis, dan tradisi yang hidup dalam masyarakat Indonesia.

Kontroversi di media sosial ini pun memperlihatkan kuatnya perhatian masyarakat terhadap pelestarian budaya nasional. Namun, perdebatan mengenai batik sebaiknya tetap bertumpu pada informasi yang terverifikasi, bukan hanya pada tafsir terhadap satu kalimat dalam unggahan.

Di tengah persiapan Moto3 Malaysia, perhatian publik kini tertuju pada kiprah Mario Aji di lintasan. Sementara itu, polemik soal video membatik tersebut masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.

(A. Rayyan K/berbagai sumber)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID