Zheng Qinwen Cetak Sejarah di China Open 2026 Usai Taklukkan Mirra Andreeva di Final
Petenis putri China Zheng Qinwen bereaksi pada babak final WTA 1000 China Open 2026 melawan Mirra Andreeva di Beijing, Minggu (11/10/2026). (Foto: WTA)
GEBRAK.ID — Petenis China Zheng Qinwen menorehkan sejarah setelah menjuarai WTA 1000 China Open 2026. Ia memastikan gelar bergengsi tersebut usai menaklukkan unggulan keempat asal Rusia, Mirra Andreeva, dengan skor 7-5, 6-4 pada partai final di Beijing, Minggu (11/10/2026).
Kemenangan dalam pertandingan berdurasi satu jam 43 menit itu menjadikan Zheng sebagai petenis China pertama yang menjuarai China Open sejak turnamen tersebut berstatus WTA 1000. Gelar ini juga menjadi trofi WTA 1000 pertamanya sekaligus gelar keenam sepanjang karier profesionalnya di tur WTA.
Hasil tersebut terasa istimewa bagi petenis berusia 24 tahun itu. Zheng akhirnya kembali meraih gelar setelah terakhir kali menjuarai turnamen di Tokyo pada akhir 2024. Keberhasilan di Beijing sekaligus menandai kebangkitannya setelah melewati musim yang tidak mudah.
Mengutip laporan WTA, Zheng menunjukkan ketahanan mental yang kuat sepanjang final. Ia bahkan harus menghadapi tekanan besar ketika Andreeva memperoleh tiga peluang untuk mengamankan set pertama.
Bangkit setelah Tertinggal di Set Pertama
Andreeva langsung mengambil inisiatif dengan unggul 2-0 pada awal pertandingan. Namun, Zheng mampu memperbaiki permainan, menyamakan kedudukan, dan terus menekan lawannya.
Baca Juga
Momen krusial terjadi ketika Zheng menggagalkan tiga peluang set point milik Andreeva. Setelah melewati tekanan tersebut, petenis tuan rumah tampil semakin agresif dan memenangi 11 poin terakhir secara beruntun untuk mengamankan set pertama dengan skor 7-5.
Memasuki set kedua, persaingan kembali berlangsung ketat. Kedua pemain saling mematahkan servis pada gim-gim awal sebelum Zheng mendapatkan peluang penting pada gim kesembilan.
Ia berhasil merebut servis Andreeva untuk membangun keunggulan. Zheng kemudian menjaga servisnya dengan baik hingga menutup set kedua 6-4 sekaligus memastikan gelar juara.
Peringkat Zheng Berpeluang Kembali ke 30 Besar
Kemenangan ini menjadi titik balik bagi Zheng yang sempat mengalami penurunan peringkat cukup tajam. Pada pertengahan musim, posisinya bahkan merosot hingga peringkat ke-160 dunia.
Sebelum mengikuti China Open 2026, Zheng telah memperbaiki posisinya ke peringkat ke-54. Gelar di Beijing diproyeksikan membawanya kembali ke jajaran 30 besar dunia pada pekan berikutnya.
Zheng juga mencatatkan prestasi lain sebagai petenis berstatus wildcard pertama yang menjuarai China Open sejak turnamen tersebut kembali digelar pada 2004. Ia sekaligus menjadi juara dengan peringkat terendah dalam periode tersebut.
Sepanjang turnamen, Zheng kehilangan 78 gim. Catatan itu menjadi yang terbanyak bagi seorang juara turnamen tier I atau WTA 1000 sejak format tersebut diperkenalkan pada 1990, melampaui rekor Belinda Bencic yang kehilangan 66 gim saat menjuarai turnamen Toronto pada 2015.
Kemenangan atas Andreeva juga menjadi kemenangan ke-14 Zheng atas pemain yang masuk 10 besar dunia sepanjang kariernya dan kemenangan ketiganya atas pemain elite pada musim ini.
Andreeva Tetap Catat Pencapaian Penting
Meski gagal membawa pulang trofi, Andreeva tetap berpeluang mencatat pencapaian besar dalam peringkat dunia. Petenis usia 19 tahun itu diproyeksikan naik ke posisi ketiga peringkat WTA pada Senin (12/10/2026).
Jika terealisasi, Andreeva akan menjadi pemain termuda ketiga pada abad ini yang pertama kali menembus tiga besar dunia, setelah Maria Sharapova dan Kim Clijsters.
Andreeva mengakui Zheng tampil lebih baik pada pertandingan final. Ia juga berencana mengevaluasi permainannya bersama pelatih Conchita Martinez, terutama untuk memperbaiki pengembalian servis dan menjaga konsistensi pada turnamen berikutnya.
(A. Rayyan K/Sumber: WTA)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID