Bahasa Inggris Wajib Mulai di Kelas III SD, 10 Ribu Guru Disiapkan Tahun Ini

qs higher wamen atip

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat menjadi salah satu pembicara pada QS Higher Ed Summit: Asia Pasific 2026 di Bali, Rabu (4/11/2026). (Foto: Rayhan/Kemendikdasmen)

GEBRAK.ID — Kesiapan guru menjadi kunci utama penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas III sekolah dasar. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menargetkan penyiapan sekitar 10.000 guru SD pada 2026, sebagai bagian dari kebutuhan sekitar 150.000 guru Bahasa Inggris di seluruh Indonesia.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, dalam panel diskusi bertajuk “Building Resilient Education Ecosystems: Cross-Sector Partnerships for Purpose-Driven Reform” pada QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 di Bali, Rabu (4/11/2026). Menurutnya, pemerintah menetapkan kebijakan, regulasi, kurikulum, dan dukungan anggaran, sementara perguruan tinggi berkontribusi melalui pendidikan dan pelatihan guru.

“Tujuan kami sederhana, yaitu agar anak-anak mampu berkomunikasi dalam Bahasa Inggris dan menggunakannya sebagai jendela untuk mengenal dunia, ilmu pengetahuan, dan berbagai kesempatan,” ujar Wamen Atip.

Fokus Menyimak dan Berbicara

Pembelajaran Bahasa Inggris di kelas III dirancang berbeda dari jenjang atas. Wamen Atip menegaskan bahwa pemerintah sengaja mengurangi penekanan pada tata bahasa. Keterampilan menyimak dan berbicara menjadi prioritas, disampaikan melalui lagu, permainan, dan aktivitas yang membangun kepercayaan diri peserta didik.

“Bahasa merupakan alat komunikasi. Karena itu, di kelas III, kami secara sengaja mengurangi penekanan pada tata bahasa dan lebih mengutamakan keterampilan menyimak, berbicara, lagu, permainan, serta membangun kepercayaan diri,” jelasnya.

58 Ribu SD Mulai Terapkan 2027

Kemendikdasmen mencatat sekitar 58.000 sekolah dasar dijadwalkan mulai menerapkan pembelajaran Bahasa Inggris pada tahun ajaran 2027. Sebelumnya, Dirjen GTK Nunuk Suryani menyebut angka 58.896 SD akan memulai kebijakan ini, dengan skema satu guru per sekolah sebagai tahap awal.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, program Pengembangan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI) dijalankan secara bertahap. Pada 2026, pelatihan menyasar 10.000 guru. Target berlanjut hingga 2029 dengan total sekitar 90.447 guru terlatih.

Pemetaan Bersama Dinas Pendidikan

Agar penempatan guru tepat sasaran, Kemendikdasmen bersama dinas pendidikan kabupaten melakukan pemetaan kebutuhan. Data menunjukkan sekitar 90.000 dari total 150.000 SD belum memiliki guru dengan latar belakang atau keahlian mengajar Bahasa Inggris.

Wamen Atip menekankan bahwa penyiapan guru tidak berhenti pada pelatihan jangka pendek. Kemampuan mengajar Bahasa Inggris untuk SD perlu diintegrasikan dalam pendidikan calon guru dan pendidikan profesi guru. Keberlanjutan kebijakan juga menuntut dukungan regulasi, kurikulum, pemanfaatan data, serta keterlibatan guru, orang tua, dan pemerintah daerah.

Ukuran Keberhasilan di Daerah Terpencil

Bagi Wamen Atip, keberhasilan kebijakan ini tidak cukup diukur dari dokumen atau seremoni. Tolok ukurnya adalah ketika seorang anak berusia sembilan tahun di Papua atau di pelosok Jawa Barat mampu mengucapkan beberapa kalimat Bahasa Inggris tanpa rasa takut.

“Kebijakan seperti kewajiban Bahasa Inggris di sekolah dasar tidak selesai ketika ditandatangani. Kebijakan itu baru benar-benar terlaksana ketika seorang anak berusia sembilan tahun di Papua atau di sebuah desa di Jawa Barat dapat mengucapkan beberapa kalimat dalam Bahasa Inggris tanpa rasa takut,” ungkapnya.

Wamen Atip juga menegaskan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris berjalan berdampingan dengan penguatan identitas kebangsaan. Bahasa Indonesia tetap menjadi bahasa persatuan, sementara bahasa daerah terus dihargai, khususnya pada tahun-tahun awal pendidikan.

(Devona R/Sumber: Kemendikdasmen)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID