Lima UNESCO Global Geopark Indonesia Raih Green Card, Bukti Warisan Bumi Nusantara Diakui Dunia
Geopark Ijen. (Foto: Kementerian Pariwisata)
GEBRAK.ID — Lima UNESCO Global Geopark (UGGp) Indonesia berhasil mempertahankan statusnya di mata dunia. Dalam Sidang ke-11 Dewan UNESCO Global Geoparks di Paris, Prancis, 2–4 November 2026, kelima geopark tersebut kompak meraih rekomendasi green card, tanpa satu pun yang terkena yellow card.
Kelima geopark itu adalah Belitong, Ijen, Maros Pangkep, Merangin di Jambi, dan Raja Ampat. Belitong, Ijen, Maros Pangkep, dan Raja Ampat memperoleh rekomendasi secara bulat. Sementara Merangin Jambi harus melalui pemungutan suara dengan hasil tujuh suara mendukung dan empat menentang.
Menteri Kebudayaan sekaligus Ketua Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU), Fadli Zon, menilai capaian ini sebagai pengakuan atas kerja kolektif berbagai pihak. Menurutnya, keberhasilan ini bukan sekadar hasil positif dari proses revalidasi, melainkan tanggung jawab bersama untuk melestarikan warisan tersebut bagi generasi mendatang.
“Rekomendasi green card bagi lima UNESCO Global Geopark Indonesia merupakan kabar yang membanggakan bagi bangsa Indonesia,” ujar Fadli Zon, Kamis (5/11/2026).
Geopark Bukan Sekadar Batuan dan Bentang Alam
Fadli menegaskan bahwa geopark tidak hanya berkaitan dengan kekayaan geologi. Di dalamnya melekat erat hubungan antara alam, sejarah, tradisi, pengetahuan lokal, dan identitas masyarakat yang hidup di kawasan tersebut.
Baca Juga
“Geopark merupakan ruang yang mempertemukan warisan alam dengan warisan budaya. Di balik bentang alam yang luar biasa, terdapat sejarah panjang peradaban, tradisi, kearifan lokal, dan pengetahuan masyarakat,” lanjutnya.
Karena itu, Fadli menekankan pentingnya pelindungan menyeluruh dengan menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari upaya pelestarian. Setiap geopark diminta terus memperkuat edukasi dan penelitian, serta memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh warga sekitar.
Ijen dan Maros Pangkep Jadi Sorotan
Di antara kelima geopark, Geopark Ijen mencatat capaian istimewa. Dari sekitar 60 geopark dunia yang menjalani revalidasi tahun ini, Ijen dinilai paling sedikit menerima rekomendasi perbaikan.
General Manager Geopark Ijen, Abdillah Baras, menyebut seluruh 12 anggota Dewan UGG sepakat memberikan green card tanpa perdebatan.
Sementara itu, Geopark Maros Pangkep juga mempertahankan statusnya setelah dinilai memenuhi rekomendasi UNESCO. Kawasan seluas 5.254,10 kilometer persegi ini dikenal dengan bentang alam karst kelas dunia, lebih dari 720 gua, serta warisan seni cadas prasejarah.
Bagi Merangin Jambi, rekomendasi green card melalui pemungutan suara menjadi catatan tersendiri. Pengelola diminta terus memperkuat komitmen, termasuk menangani aktivitas tambang emas ilegal di sekitar kawasan fosil Muara Karing.
Kementerian Kebudayaan melalui KNIU akan mendorong kolaborasi lintas sektor agar geopark Indonesia tidak hanya dikenal dunia, tetapi juga terlindungi, terawat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Devona R/Sumber: Kementerian Kebudayaan)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID