Mario Aji Janji Tampil Lebih Tenang di Tiga Seri Penutup Moto2 2026

Pembalap Honda Team Asia Mario Suryo Aji mensyukuri keberhasilannya menyelesaikan Moto2 GP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone, Minggu (9/8/2026).

Pembalap Indonesia Mario Suryo Aji menutup musim Moto2 2026 dengan tekad memperbaiki performa. Tiga seri terakhir di Qatar, Portugal, dan Valencia menjadi ajang pembuktian bagi rider Idemitsu Honda Team Asia itu setelah musim yang penuh liku. (Foto: Honda Racing)

GEBRAK.ID — Pembalap Indonesia Mario Suryo Aji menutup musim Moto2 2026 dengan tekad memperbaiki performa. Tiga seri terakhir di Qatar, Portugal, dan Valencia menjadi ajang pembuktian bagi rider Idemitsu Honda Team Asia itu setelah musim yang penuh liku.

Mario mengakui kecepatan dan ritme balapnya sepanjang musim ini tergolong kompetitif. Namun, konsistensi dan sejumlah kesalahan membuatnya kerap kehilangan peluang meraih poin.

“Ya tentu bukan musim yang mudah. Banyak sirkuit yang menunjukkan kalau performa Mario ada di sana, tapi hasil balapan mungkin belum seperti apa yang kami harapkan,” kata Mario dalam wawancara virtual di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Sepang Jadi Pelajaran Pahit

Evaluasi itu tak lepas dari hasil Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11/2026). Pembalap asal Magetan, Jawa Timur, itu memulai balapan dari posisi ke-11 dan sempat menembus kelompok 10 besar. Namun, ia terjatuh pada putaran kedua dan gagal menyelesaikan balapan.

Insiden tersebut menjadi pengingat bagi Mario untuk lebih tenang saat berlomba. Pembalap berusia 22 tahun itu menilai ketenangan menjadi kunci agar mampu memaksimalkan kemampuan motor hingga garis finis.

“Untuk sisa tiga seri ini mungkin saya mencoba lebih tenang untuk membawa motor sampai ke garis finis karena speed sama pace kita tidak jauh dengan pembalap yang kompetitif,” ujarnya.

Lusail Jadi Harapan Baru

Mario kini mengalihkan fokus ke Grand Prix Qatar di Sirkuit Lusail, 6–8 November 2026. Ia menilai karakter lintasan tersebut sesuai dengan gaya balapnya karena memiliki sejumlah tikungan berkecepatan tinggi.

“Qatar adalah salah satu layout yang menjadi favorit saya, jadi mungkin bisa menjadi kesempatan yang bagus untuk minggu ini,” ujar Mario.

Ia juga tidak merasa perlu melakukan perubahan besar dalam pendekatan balap bersama tim. Kerja sama yang telah terjalin selama dua tahun terakhir membuatnya cukup melakukan penyesuaian kecil.

Setelah Qatar, Mario dijadwalkan menjalani GP Portugal pada 20–22 November 2026 sebelum menutup musim di GP Valencia, 27–29 November 2026. Dengan kepercayaan diri yang masih terjaga, ia yakin mampu bersaing di kelas Moto2.

“Saya percaya saya mempunyai speed, saya hanya perlu lebih tenang di balapan,” kata Mario menandaskan.

(A. Rayyan K/Sumber: MotoGP)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID