Pecahkan Rekor Sepak Bola: Keributan di Brasil Berujung 51 Kartu Merah!
Sepak bola Brasil dihebohkan insiden keributan massal dalam pertandingan semifinal Divisi 2 Kejuaraan Mineiro U-20. Laga antara Uberlandia Esporte Clube (UEC) dan Mamore di Stadion Parque do Sabia, Uberlandia, berakhir dengan 51 kartu merah untuk pemain dan anggota staf kepelatihan kedua tim. (Foto ilustrasi: Pixabay)
GEBRAK.ID — Sepak bola Brasil dihebohkan insiden keributan massal dalam pertandingan semifinal Divisi 2 Kejuaraan Mineiro U-20. Laga antara Uberlandia Esporte Clube (UEC) dan Mamore di Stadion Parque do Sabia, Uberlandia, berakhir dengan 51 kartu merah untuk pemain dan anggota staf kepelatihan kedua tim.
Jumlah tersebut melampaui catatan sebelumnya, yakni 36 kartu merah dalam pertandingan kompetisi kasta kelima Argentina pada 2011 silam. Insiden di Brasil ini pun berpotensi menjadi rekor baru dunia untuk jumlah pengusiran terbanyak dalam satu pertandingan.
Berdasarkan laporan pertandingan yang dikutip media Brasil, Rabu (4/11/2026), 51 orang yang diusir terdiri atas 43 pemain dan delapan anggota staf kepelatihan. Jika dua petinggi Uberlandia yang juga menerima kartu merah ikut dihitung, total orang yang diusir mencapai 53 orang.
Kericuhan terjadi pada Minggu (1/11/2026), ketika Mamore menghadapi tuan rumah Uberlandia. Mamore akhirnya memenangi pertandingan dengan skor 3-1.
Berawal dari selebrasi gol Mamore
Ketegangan meningkat menjelang akhir pertandingan. Situasi memuncak pada masa tambahan waktu babak kedua setelah Mamore mencetak gol ketiganya.
Baca Juga
Selebrasi salah satu pemain Mamore memicu kemarahan pemain dan ofisial Uberlandia. Gestur provokatif yang diarahkan ke bangku cadangan tuan rumah kemudian menyulut pertengkaran hingga berubah menjadi baku hantam.
Pemain dan anggota staf kedua kesebelasan terlibat saling pukul serta tendangan. Sejumlah orang juga masuk ke lapangan sehingga situasi semakin sulit dikendalikan.
Laporan wasit Fernando Patrick Drosghic Modesto menyebutkan, sebagian besar kartu merah diberikan setelah pertandingan berakhir. Wasit tidak dapat menunjukkan kartu kepada setiap orang yang terlibat karena keributan berlangsung tidak terkendali.
Dari 51 pemain dan staf yang diusir, empat pemain menerima kartu merah ketika pertandingan masih berlangsung. Sebanyak 39 pemain lainnya bersama delapan anggota staf kepelatihan mendapat hukuman setelah laga selesai.
Wasit mendapat ancaman
Keributan tidak hanya melibatkan pemain. Sejumlah petinggi Uberlandia juga masuk ke lapangan dan melontarkan ancaman kepada wasit.
Media Brasil melaporkan, dua pejabat klub, Willer Francisco Silva dan André Luiz Nascimento, turut menerima kartu merah. Wasit bahkan mencatat ancaman kekerasan dalam laporan pertandingan dan menyatakan akan menempuh jalur hukum.
Situasi juga meninggalkan kerusakan di ruang ganti yang digunakan rombongan Mamore. Pihak klub tamu kemudian menyampaikan keberatan dan membawa persoalan tersebut ke kepolisian.
Lampaui rekor kartu merah
Sebelum insiden di Brasil, rekor pengusiran terbanyak dalam satu pertandingan tercatat dalam laga antara Atlético Claypole dan Victoriano Arenas di Argentina pada 27 Februari 2011. Pertandingan Divisi 5 Argentina itu menghasilkan 36 kartu merah.
Dengan 51 pemain dan staf yang diusir, laga Uberlandia melawan Mamore melampaui catatan tersebut sebanyak 15 orang. Angka totalnya bahkan mencapai 53 apabila dua pejabat klub turut diperhitungkan.
Peristiwa ini menjadi catatan kelam bagi sepak bola usia muda Brasil. Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang pembinaan justru berakhir dengan kekerasan dan ancaman terhadap perangkat pertandingan.
(Damar Pratama/berbagai sumber)
Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.
Dukung lewat SaweriaMau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID