PSSI Prihatin Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Serangan di Media Sosial
PSSI prihatin Justin Hubner dan keluarganya menjadi sasaran serangan di media sosial. Yunus Nusi meminta kritik tetap proporsional.
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyayangkan serangan negatif yang ditujukan kepada pemain Timnas Indonesia Justin Hubner. (Foto: PSSI)
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID, JAKARTA — Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyayangkan serangan negatif yang ditujukan kepada pemain Timnas Indonesia Justin Hubner. Kritik di media sosial bahkan disebut telah melebar hingga menyasar keluarga pemain tersebut.
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengatakan, kondisi itu menjadi perhatian serius federasi. Menurutnya, Justin merupakan salah satu pemain yang memiliki semangat besar ketika mengenakan seragam Timnas Indonesia.
“Ya, jelas itu juga yang sangat memprihatinkan. Kita tahu juga Justin ini, Indonesia banget gitu bagi saya,” kata Yunus Nusi kepada awak media di Jakarta, Senin (10/8/2026).
Justin Hubner sebelumnya menjadi sasaran ujaran kebencian dan ancaman melalui pesan tertulis di Instagram pada Minggu (9/8/2026). Serangan tersebut tidak hanya ditujukan kepada dirinya, tetapi juga menyasar istrinya, Jennifer Coppen, serta putri kecil mereka.
Yunus menilai tindakan tersebut sudah tidak dapat dibenarkan. Ia mengingatkan bahwa Justin selalu menunjukkan perjuangan ketika membela Timnas Indonesia di lapangan.
“Coba lihat kalau main, dia hajar sana hajar sini dengan kemampuan dia. Tetapi sangat kita sayangkan ada, masih ada, masyarakat kita yang mencela sampai anak istrinya juga di-bully seperti itu,” ujar Yunus.
PSSI Persilakan Kritik, tapi Jangan Serang Pemain
Yunus mengatakan masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan kritik terhadap PSSI. Namun, kritik tersebut seharusnya tidak diarahkan menjadi serangan terhadap pemain maupun pelatih yang sedang menjalankan tugas membela Timnas Indonesia.
Yunus menilai, para pemain telah memberikan pengorbanan ketika memperkuat skuad Garuda. Tidak sedikit pemain yang harus mengalami cedera atau menanggung risiko di lapangan demi membawa Indonesia meraih hasil terbaik.
Karena itu, menurut Yunus, kritik terhadap performa tim harus disampaikan secara proporsional dan tidak berkembang menjadi penghinaan maupun ancaman, terlebih jika serangan tersebut sudah menyentuh anggota keluarga pemain.
Terkait kemungkinan langkah hukum terhadap serangan yang diterima Justin Hubner, Yunus mengatakan PSSI masih memantau perkembangan situasi dan sejauh mana serangan negatif tersebut berlangsung.
Federasi juga kembali mengimbau masyarakat untuk tetap memberikan dukungan kepada para pemain, baik ketika Timnas Indonesia meraih kemenangan maupun saat mengalami kekalahan.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga kondisi mental pemain agar tetap siap menjalankan tugas bersama Timnas Indonesia.
“Kami khawatir, ketika tekanan ini semakin kuat, maka mereka bisa saja, dengan berbagai macam alasan untuk tidak lagi membela negara,” kata Yunus.
Pernyataan PSSI tersebut muncul setelah Timnas Indonesia mengalami hasil kurang memuaskan pada Piala AFF 2026. Skuad Garuda gagal melaju ke semifinal setelah bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A.
PSSI berharap situasi di luar lapangan tidak semakin menambah tekanan kepada para pemain. Kritik terhadap performa tim tetap diperlukan, tetapi dukungan dan penghargaan terhadap perjuangan pemain juga dinilai penting agar mereka tetap memiliki motivasi untuk membela Indonesia.
(Sumber: PSSI)
