Suporter Tandang Kembali ke Stadion Musim Depan tapi Ada Syarat dari I.League
I.League memastikan larangan suporter tandang dicabut musim depan. Namun, laga rivalitas tinggi tetap bisa melarang suporter tim tamu.
Setelah sekitar empat tahun menjalani larangan, suporter tim tamu akhirnya mendapat angin segar. I.League memastikan kebijakan larangan suporter tandang akan dicabut pada musim kompetisi berikutnya. (Foto ilustrasi: Gebrak.id/Yogi Ardhi)
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID, JAKARTA — Setelah sekitar empat tahun menjalani larangan, suporter tim tamu akhirnya mendapat angin segar. I.League memastikan kebijakan larangan suporter tandang akan dicabut pada musim kompetisi berikutnya.
Keputusan tersebut menjadi babak baru bagi sepak bola Indonesia setelah pembatasan suporter tandang berlaku sejak Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
Ferry dari I.League mengatakan pihaknya telah mengevaluasi berbagai persoalan terkait kehadiran suporter tandang. Hasil evaluasi menunjukkan masalah yang muncul kini relatif minim sehingga I.League mengajukan perubahan kebijakan kepada FIFA.
“Bisa dibilang beberapa persoalan kaitannya dengan suporter away ini bisa dibilang sangat minim. Dengan dasar itu, kita coba propose ke FIFA. Dan FIFA juga memberikan restu dengan catatan,” kata Ferry kepada awak media di Kantor I.League, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Restu FIFA tersebut tidak berarti suporter tandang bisa datang ke semua pertandingan tanpa batasan. I.League meminta klub mematuhi sejumlah aturan agar kebijakan baru itu dapat berjalan secara konsisten.
“Jadi klub-klub itu kita udah share apa-apa aja barrier-barrier yang harus dipatuhi, apa-apa larangan yang harus dijaga, sehingga kontinuitas daripada suporter away ini bisa terus terjaga,” ujar Ferry.
Laga dengan rivalitas tinggi tetap mendapat perhatian khusus. I.League menyebut pertandingan seperti Persebaya Surabaya melawan Arema FC serta Persija Jakarta menghadapi Persib Bandung masih dapat berlangsung tanpa kehadiran suporter tim tamu.
“Untuk pertandingan dengan tingkat rivalitas tinggi seperti itu, suporter away bisa di-lock atau tidak diperbolehkan hadir. Bisa saja ada kebijakan lain yang melarang suporter away, tetapi indikator utamanya tetap berasal dari pihak kepolisian,” tegas Ferry.
Artinya, pencabutan larangan secara umum tidak serta-merta membuat semua laga bebas dari pembatasan suporter tandang. Faktor keamanan dan rekomendasi kepolisian tetap menjadi pertimbangan utama dalam pertandingan tertentu.
I.League juga menyiapkan sistem pembelian tiket melalui aplikasi Sobat Liga. Sistem tersebut telah dibagikan kepada klub dan menjalani uji coba untuk mendukung pengaturan kehadiran suporter.
“Sistem tersebut sudah kami bagikan kepada klub dan sudah diuji coba. Sampai hari ini berjalan sangat baik karena beberapa infrastruktur juga sudah diperbaiki,” jelas Ferry.
Kembalinya suporter tandang akan menjadi salah satu perubahan penting dalam kompetisi sepak bola Indonesia musim depan. Kehadiran pendukung tim tamu diharapkan kembali memberikan warna dalam atmosfer pertandingan, dengan tetap mengutamakan aspek keamanan.
Musim kompetisi berikutnya akan dimulai dengan Super League pada 4 September 2026. Sementara itu, Championship dijadwalkan bergulir mulai 12 September 2026 dan League Cup akan memulai pertandingan pada 3 November 2026.
(Sumber: I.League)
