John Terry Minta Chelsea Tinggalkan Zonal Marking, Ini Alasannya

pemain chelsea tepuk tangan

Chelsea bermain imbang 2-2 saat menjamu Fulham dalam matchday keempat Liga Primer Inggris 2026/2027 di Stamford Bridge pada Sabtu (12/9/2026). (Foto: Chelseafc.com)

GEBRAK.ID, LONDON — Legenda Chelsea John Terry meminta mantan klubnya melakukan perubahan mendasar dalam bertahan setelah kekalahan telak 0-3 dari Brentford pada pekan kelima Premier League 2026/2027.

Terry secara khusus menyoroti penggunaan zonal marking Chelsea saat menghadapi situasi bola mati. Menurut mantan kapten The Blues itu, Chelsea perlu kembali menggunakan sistem penjagaan satu lawan satu agar setiap pemain memiliki tanggung jawab yang lebih jelas terhadap lawan.

Chelsea takluk dari Brentford di Gtech Community Stadium, Jumat (18/9/2026). Jaidon Anthony membuka keunggulan tuan rumah pada babak kedua, sebelum Igor Thiago dan Fábio Carvalho menambah dua gol lainnya.

Hasil tersebut membuat Chelsea tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan liga terakhir. The Blues juga baru mengumpulkan tujuh poin dari lima pertandingan.

Terry menyampaikan kritiknya melalui kanal YouTube miliknya, Senin (21/9/2026). Ia menilai sistem zonal marking membuat pemain Chelsea kehilangan tanggung jawab personal ketika menghadapi pemain lawan yang berbahaya.

“Saya tidak suka zonal marking dan saya tidak suka pemain-pemain tengah yang lebih kecil harus menjaga bek tengah yang besar,” kata Terry.

Mantan bek Chelsea tersebut kemudian meminta tim kembali ke dasar-dasar pertahanan, terutama ketika menghadapi bola mati.

“Ini benar-benar tidak cukup baik. Ketika Anda mulai melihat statistik dan angkanya, ini benar-benar tidak dapat diterima dari sudut pandang kami dan sesuatu yang harus kami perbaiki,” ujar Terry.

Gol pembuka Brentford menjadi contoh yang disoroti Terry. Dari situasi sepak pojok, Jaidon Anthony berhasil memanfaatkan ruang di tiang jauh setelah Brentford memenangkan duel udara. Situasi tersebut memperlihatkan persoalan Chelsea dalam mengantisipasi pergerakan pemain lawan di area berbahaya.

Terry menyarankan para pemain Chelsea kembali menerapkan prinsip sederhana dalam bertahan. Setiap pemain, menurut dia, harus mengetahui siapa yang menjadi tanggung jawabnya dan tidak kehilangan konsentrasi ketika bola pertama dimainkan.

“Ketika Anda melalui masa-masa sulit, menurut saya hal terbaik adalah kembali ke dasar. Anda bertanggung jawab terhadap pemain itu. Jika dia mencetak gol, jangan melihat pemain lain di ruang ganti,” cetus Terry.

Terry juga meminta Chelsea lebih agresif dalam duel udara dan tidak membiarkan lawan memenangkan bola pertama dengan mudah.

“Lakukan ini dengan sangat baik, agresif dalam duel-duel udara pertama. Jangan biarkan Brentford, Arsenal, atau siapa pun yang kami hadapi memenangkan kontak pertama dan kemudian dengan bebas mengarahkan bola kembali ke kotak penalti,” kata Terry.

Persoalan bola mati memang menjadi perhatian Chelsea. Laporan pertandingan mencatat kelemahan tersebut kembali terlihat saat menghadapi Brentford, sementara Chelsea juga belum mencatat clean sheet pada awal musim ini.

Bagi Terry, perubahan pendekatan bertahan menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan pelatih Xabi Alonso untuk membenahi Chelsea setelah jeda internasional. Ia menilai pemain harus kembali memiliki tanggung jawab yang jelas, bermain agresif, serta menjaga konsentrasi hingga pertandingan berakhir.

(Damar Pratama/Sumber: Youtube)