IWL Dinilai Jadi Fondasi Baru Sepak Bola Putri Indonesia
IWL 2026/27 mulai 17 Oktober dengan enam klub. Kompetisi ini dinilai menjadi fondasi penting masa depan sepak bola putri Indonesia. (Foto ilustrasi: Timnas sepak bola putri Indonesia PSSI)
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID, JAKARTA – Kehadiran Indonesia Women’s League (IWL) 2026/27 dinilai menjadi langkah penting untuk membangun masa depan sepak bola putri Indonesia. Kompetisi yang digelar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) itu dijadwalkan mulai bergulir pada 17 Oktober 2026.
Direktur Komersial dan Operasional Persita, Evelyn Chaty, menilai IWL dapat memberikan ruang yang lebih jelas bagi pesepak bola putri untuk berkembang dan meniti karier secara profesional.
“Pemain putri kini memiliki kesempatan, panggung, dan masa depan untuk mengejar mimpi sebagai pesepak bola profesional,” kata Evelyn dalam keterangan resmi PSSI di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Menurut Evelyn, keberadaan kompetisi yang konsisten sangat dibutuhkan setelah klub, pemain, dan pelatih cukup lama menantikan liga sepak bola putri kembali berjalan. IWL tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem sepak bola wanita yang berkelanjutan.
Persita memandang kompetisi tersebut sebagai fondasi jangka panjang. Karena itu, Evelyn berharap regulasi dan kebijakan liga ikut memperhatikan keberlanjutan klub, terutama dari sisi operasional dan finansial.
Ia juga mendukung penerapan sistem drafting pemain untuk menciptakan persaingan yang lebih seimbang di antara enam tim peserta. Namun, menurutnya, mekanisme tersebut harus berjalan transparan, adil, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh klub.
Konsep pertandingan terpusat di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, juga dinilai realistis untuk musim perdana. Sistem tersebut dapat membantu klub menghemat biaya, menjaga kualitas lapangan, sekaligus mempermudah koordinasi dan kebutuhan logistik pertandingan.
Persita, kata Evelyn, akan menyiapkan lingkungan profesional bagi para pemain, mulai dari kontrak, fasilitas latihan, layanan medis, nutrisi, hingga manajemen tim.
Pemilik Persikad, Dolly Abdullah, juga menyambut positif kelahiran IWL. Ia mengaku bersyukur klubnya mendapat kesempatan terlibat sejak awal penyelenggaraan kompetisi yang menurutnya merupakan gagasan positif Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama jajaran dan operator liga I-League.
Dolly menilai sistem drafting cocok diterapkan pada tahap awal liga karena dapat membantu menjaga keseimbangan kekuatan antartim. Pertandingan terpusat juga dinilai memiliki potensi dari sisi operasional maupun komersial.
Menurutnya, Stadion Soemantri Brodjonegoro dapat berkembang menjadi pusat aktivitas sepak bola putri sekaligus membuka peluang bagi sponsor.
“Format tersebut dapat menjadikan IWL seperti festival yang memadukan pertandingan, aktivasi merek, dan kegiatan sponsor,” ujar Dolly.
Persikad juga menyatakan siap memenuhi standar profesional, termasuk menyediakan kontrak, gaji, tempat tinggal pemain, serta program latihan. Dukungan subsidi dari operator dan PSSI dinilai cukup untuk menjalani musim pertama, sementara klub akan mengembangkan strategi pemasaran untuk menarik sponsor.
Ketum PSSI Erick Thohir menegaskan pihaknya tidak menempatkan sepak bola putri sebagai program nomor dua. Ia menyebut pembinaan tim nasional putra dan putri terus berjalan beriringan, baik di level senior maupun kelompok umur.
“Kami punya komitmen bahwa sepak bola wanita itu tidak pernah dinomorduakan oleh kepengurusan PSSI saat ini. Saya rasa tidak ada periode-periode, di mana kita bisa lihat tim nasional putri berjalan seiring dengan tim nasional putra,” kata Erick.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup pada 14-23 Agustus di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Turnamen U-16 internasional itu mempertemukan Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi.
Erick juga mengungkapkan kebanggaannya karena Liga Sepak Bola Putri Indonesia kembali bergulir setelah sempat vakum selama tujuh tahun. Kompetisi terakhir berlangsung pada 2019 dengan Persib Bandung keluar sebagai juara setelah mengalahkan PS Tira Persikabo dengan agregat 6-1.
“Jangan sampai liga itu juga hanya dilahirkan hanya untuk pencitraan yang akhirnya berhenti pada kemudian hari,” tegas Erick.
IWL 2026/2027 akan diikuti enam klub, yakni Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United FC, FC Bekasi City, Persikad Depok, dan Garudayaksa FC.
Kompetisi menggunakan format triple round-robin secara terpusat di Stadion Soemantri Brodjonegoro. Persita akan menghadapi Persija Jakarta pada pertandingan pembuka.
Setiap klub minimal menjalani 15 pertandingan pada fase awal dengan konsep sports festival. Empat tim terbaik kemudian melaju ke semifinal sebelum memperebutkan gelar pada partai final.
Untuk regulasi pemain, setiap klub dapat mendaftarkan maksimal empat pemain asing. Selain itu, setiap tim juga akan diperkuat pemain timnas putri Indonesia.
Dengan format kompetisi, dukungan klub, serta komitmen PSSI, IWL diharapkan tidak sekadar menjadi liga baru, tetapi menjadi pijakan bagi tumbuhnya ekosistem sepak bola putri Indonesia secara berkelanjutan.
(Sumber: PSSI)
