Quartararo Mantap Tinggalkan Yamaha Usai Tes Valencia, Pilih Honda untuk MotoGP 2027

fabio-quartararo-crashnet

Fabio Quartararo mengungkap tes Valencia 2025 menjadi titik keputusan meninggalkan Yamaha dan memilih Honda mulai MotoGP 2027. (Foto: Crash.net)

Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID — Fabio Quartararo akhirnya mantap meninggalkan Yamaha setelah menjalani tes di Valencia pada November 2025. Saat itu, pembalap asal Prancis tersebut merasa membutuhkan tantangan dan suasana baru dalam kariernya di MotoGP.

Quartararo kemudian resmi memilih Honda sebagai pelabuhan berikutnya. El Diablo akan memperkuat tim pabrikan Honda setelah menyepakati kontrak selama dua musim untuk periode 2027-2028.

Keputusan tersebut tidak datang secara tiba-tiba. Quartararo menilai perkembangan Yamaha dalam beberapa musim terakhir belum mampu memenuhi harapannya sebagai pembalap yang memiliki ambisi besar untuk kembali bersaing di papan atas.

Setelah menjadi juara dunia MotoGP 2021 dan finis sebagai runner-up pada musim berikutnya, performa Quartararo bersama Yamaha terus mengalami penurunan. Ia bahkan sudah melewati 84 seri tanpa kemenangan.

Kemenangan terakhir Quartararo terjadi saat menaklukkan Sachsenring pada MotoGP 2022. Situasi tersebut membuatnya mulai mempertimbangkan perubahan besar dalam kariernya.

Quartararo mengungkapkan, tes Valencia pada November 2025 menjadi titik penting yang membuatnya mengambil keputusan untuk berpisah dengan Yamaha.

“Di tes Valencia tahun lalu, aku merasa membutuhkan sesuatu yang baru. Saat itulah aku memutuskan untuk berpisah dengan Yamaha,” ujar Quartararo kepada Crash, Jumat (14/8/2026).

Pada momen tersebut, Quartararo mengaku belum mengetahui tim mana yang akan menjadi tujuannya. Namun, ia sudah yakin bahwa perubahan diperlukan agar kembali mendapatkan tantangan baru.

“Ketika itu, aku tidak tahu persis ke tim mana aku akan bergabung, tapi aku tahu bahwa aku ingin ganti tim, dan kupikir itu adalah momen yang tepat,” ujarnya.

Kondisi yang dialami Quartararo bersama Yamaha juga membuatnya kehilangan kesenangan dalam menjalani balapan. Karakter kompetitif yang dimilikinya membuat situasi tersebut semakin sulit diterima.

“Terus terang, aku tidak banyak bersenang-senang. Terutama karena aku adalah orang yang sangat kompetitif, dan bahkan ketika aku memaksa sekeras mungkin, aku melihat pembalap lain menyalipku padahal aku bisa saja lebih kencang,” kata Quartararo.

Menurutnya, kemampuan untuk bersaing dan melakukan manuver menjadi bagian penting yang membuat dirinya menikmati balapan. Namun, hal tersebut semakin sulit ia rasakan bersama Yamaha.

“Aku menikmati ketika tahu aku bisa bersaing untuk sesuatu, itulah mengapa aku tidak bersenang-senang sekarang,” tegas Quartararo.

Keputusan pindah ke Honda sendiri cukup menarik perhatian. Honda juga sempat mengalami periode sulit dalam beberapa tahun terakhir hingga kehilangan pembalap ikoniknya, Marc Marquez.

Meski begitu, Quartararo tetap memilih tantangan tersebut. Ia akan menjalani petualangan baru bersama Honda mulai 2027 setelah menghabiskan bertahun-tahun membela Yamaha.

Performa Quartararo pada MotoGP 2026 juga belum menunjukkan kebangkitan. Dalam 12 seri pertama, hasil terbaiknya hanya finis kelima yang diraih pada MotoGP Catalunya.

Quartararo tiga kali gagal finis di zona poin dan dua kali tidak menyelesaikan balapan. Hingga titik tersebut, Quartararo berada di posisi ke-14 klasemen sementara.

Situasi itu semakin memperkuat alasan Quartararo untuk mencari perubahan. Honda kini menjadi harapan baru bagi sang juara dunia MotoGP 2021 untuk kembali merasakan persaingan di barisan terdepan.

(Sumber: Crash.net)