Bakom RI: Sekolah Unggul Garuda Cetak Prestasi, 388 Siswa Tembus Kampus Terbaik Dunia
Program Sekolah Unggul Garuda mulai menunjukkan hasil dalam membuka akses pendidikan bertaraf internasional bagi siswa Indonesia. Sebanyak 388 siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi berhasil lolos ke sejumlah perguruan tinggi terbaik dunia pada tahun ajaran 2025/2026. (Foto ilustrasi: canva.com)
Editor: Devona R
GEBRAK.ID, JAKARTA — Program Sekolah Unggul Garuda mulai menunjukkan hasil dalam membuka akses pendidikan bertaraf internasional bagi siswa Indonesia. Sebanyak 388 siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi berhasil lolos ke sejumlah perguruan tinggi terbaik dunia pada tahun ajaran 2025/2026.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, capaian tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun ajaran 2024/2025, tercatat 140 siswa yang berhasil masuk perguruan tinggi luar negeri terbaik dunia.
“Dampak yang sudah terukur jelas dari program ini adalah lonjakan siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi yang berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi luar negeri terbaik dunia, naik 177 persen dari 140 siswa pada tahun ajaran 2024/2025 yang lalu menjadi 388 siswa pada tahun 2025/2026,” kata Qodari dalam konferensi pers Update Program Prioritas di Auditorium Bakom, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Ratusan siswa tersebut berhasil menembus berbagai kampus ternama di sejumlah negara. Di Australia, misalnya, terdapat siswa yang diterima di University of New South Wales. Sementara di Singapura, sejumlah siswa berhasil masuk Nanyang Technological University.
Prestasi serupa juga terlihat di Kanada melalui University of Toronto dan Amerika Serikat melalui University of California Berkeley.
Tidak berhenti di sana, siswa Sekolah Unggul Garuda juga berhasil diterima di University of Oxford, Inggris; Wageningen University and Research, Belanda; serta Paris Sciences et Lettres, Prancis.
Program Khusus Disiapkan untuk Siswa
Pemerintah mengembangkan berbagai program untuk membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi seleksi perguruan tinggi global. Persiapan tersebut mencakup kemampuan akademik, bahasa, hingga pengembangan karakter.
Program itu antara lain persiapan SAT dan IELTS, penguatan kemampuan bahasa asing, pelatihan personal branding, penulisan esai, serta penguatan karakter.
Siswa juga mendapatkan fasilitasi untuk mendaftar ke perguruan tinggi terbaik dunia. Pemerintah turut mendorong riset kolaboratif di bidang STEM sebagai bagian dari pengembangan talenta.
Selain capaian siswa Sekolah Unggul Garuda Transformasi, pemerintah mencatat hasil positif dari Beasiswa Garuda 2026. Sebanyak 515 penerima beasiswa telah diterima di berbagai perguruan tinggi terbaik dunia.
Dari total tersebut, 370 penerima berasal dari gelombang pertama dan 145 orang dari gelombang kedua.
Australia menjadi negara dengan jumlah penerima terbanyak, yakni 138 orang. Berikutnya Singapura dengan 72 penerima dan Kanada 70 penerima.
Sebanyak 140 penerima melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi dalam negeri. Sementara itu, Hong Kong menampung 38 penerima, Amerika Serikat 20 orang, dan Inggris 17 orang.
Penerima lainnya tersebar di sejumlah negara, seperti Belanda, China, Korea Selatan, Belgia, dan Prancis.
Sekolah Garuda Terus Diperluas
Sekolah Unggul Garuda sendiri memiliki dua skema, yakni Sekolah Unggul Garuda Baru dan Sekolah Unggul Garuda Transformasi.
Sekolah Unggul Garuda Baru merupakan satuan pendidikan formal jenjang menengah atas yang sekaligus menjadi satuan kerja Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Sekolah ini fokus menyiapkan lulusan yang unggul dan mampu bersaing secara global, terutama dalam bidang STEM.
Pada tahun ajaran 2025/2026, pemerintah telah mengoperasikan empat Sekolah Unggul Garuda Baru. Lokasinya berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur; Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung; Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; dan Bulungan, Kalimantan Utara.
Adapun Sekolah Unggul Garuda Transformasi menyasar sekolah yang dikelola pemerintah, pemerintah daerah, maupun masyarakat dan telah memiliki rekam jejak keunggulan.
Peserta didik kelas XI dan XII mendapat program pengayaan. Penguatan juga diberikan kepada guru, tenaga kependidikan, serta manajemen sekolah.
Pemerintah menetapkan 12 Sekolah Unggul Garuda Transformasi pada 2025. Jumlah tersebut meningkat menjadi 30 sekolah pada 2026. Dengan demikian, total Sekolah Unggul Garuda saat ini mencapai 42 sekolah yang tersebar di 15 provinsi.
Pemerintah menargetkan jumlah Sekolah Unggul Garuda Transformasi terus bertambah hingga mencapai 80 sekolah dalam lima tahun.
Untuk mengejar target tersebut, pemerintah berencana menetapkan 20 sekolah baru pada 2027 dan menambah 18 sekolah lagi pada 2028.
Capaian 388 siswa yang berhasil menembus kampus dunia menjadi salah satu indikator awal dari program tersebut. Tantangan berikutnya adalah memastikan perluasan Sekolah Unggul Garuda berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan kesempatan bagi siswa dari berbagai daerah.
(Sumber: Bakom RI)
