Dulu Cleaning Service, Dani Satria Kini Bangun Klinik dari Garasi Rumah

dani satria klinik

Perjalanan Dani Satria, M.Kes. (35 tahun), membangun Klinik HA-Medika bukanlah kisah tentang seseorang yang sejak awal memiliki modal besar dan jalan yang serba mudah. (Foto: Dok.Pribadi)

Editor: Devona R

GEBRAK.ID, KENDAL — Perjalanan Dani Satria, M.Kes. (35 tahun), membangun Klinik HA-Medika bukanlah kisah tentang seseorang yang sejak awal memiliki modal besar dan jalan yang serba mudah. Sebelum dikenal sebagai pengelola klinik di Kendal, Jawa Tengah, Dani pernah menjalani berbagai pekerjaan sederhana demi memenuhi kebutuhan hidup.

Salah satunya sebagai petugas cleaning service di restoran cepat saji McDonald’s pada 2014. Saat itu, Dani bahkan belum menerima ijazah kuliahnya. Namun, pekerjaan tersebut justru menjadi bagian penting dari perjalanan panjangnya sebagai seorang wirausahawan.

Dari pengalaman itu, Dani belajar bahwa setiap pekerjaan memiliki nilai. Baginya, setiap langkah kecil juga dapat menjadi pijakan untuk mewujudkan cita-cita yang lebih besar.

Naluri berdagang sebenarnya sudah tumbuh dalam diri Dani sejak kecil. Keluarganya pernah berjualan es batu, sedangkan Dani kecil mencoba membuka usaha rental PlayStation 1 pada awal 2000-an.

Ketika menjadi mahasiswa, ia kembali mencari peluang dengan berjualan Indomie di asrama. Dani juga pernah menjual jam dinding berbahan kayu dengan desain klub sepak bola serta menawarkan buku-buku kuliah kepada sesama mahasiswa.

Berbagai usaha tersebut memang terlihat sederhana. Namun, dari sanalah Dani belajar membaca kebutuhan orang lain, menawarkan produk, mengelola keuangan, sekaligus berani mengambil risiko.

Bagi Dani, pengalaman tersebut perlahan membentuk keyakinan bahwa berwirausaha bukan sekadar pilihan untuk mendapatkan penghasilan, tetapi kemampuan yang harus terus diasah.

“Setelah bekerja sebagai cleaning service, perjalanan profesional saya berkembang ketika bergabung dengan perusahaan penyedia tenaga kerja melalui program Management Development Program (MDP). Dari posisi staf hingga jenjang manajerial, saya mendapatkan pengalaman mengenai kedisiplinan, pengelolaan sumber daya manusia, pelayanan, hingga manajemen organisasi,” kata Dani Satria, M.Kes., di Kendal, Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026).

Di tengah perjalanan karier tersebut, keinginan untuk memiliki usaha sendiri tidak pernah benar-benar hilang. Dani kemudian mencoba sejumlah usaha kecil, mulai dari berjualan jajanan ketan susu, membuka toko mainan, hingga menjalankan toko herbal.

Menurutnya, tidak semua usaha tersebut langsung berkembang besar. Namun, setiap usaha menjadi ruang belajar sekaligus kesempatan mengumpulkan pengalaman dan modal.

Dani pun menyadari bahwa membangun bisnis membutuhkan kesabaran. Usaha terkadang harus dimulai dari sesuatu yang kecil, dikelola sendiri, kemudian dikembangkan secara perlahan.

Dari Garasi Rumah ke Klinik

Keinginan Dani memiliki usaha di bidang kesehatan akhirnya menemukan bentuk melalui Klinik HA-Medika. Sejak 2019, ia mulai membangun klinik tersebut dengan memanfaatkan garasi rumah yang berada di pelosok desa.

Bukan gedung besar di pusat kota yang menjadi titik awal Klinik HA-Medika. Dani justru memulainya dari sebuah ruang sederhana yang diubah menjadi tempat pelayanan kesehatan.

Keinginan Dani Satria memiliki usaha di bidang kesehatan akhirnya menemukan bentuk melalui Klinik HA-Medika. Sejak 2019, ia mulai membangun klinik tersebut dengan memanfaatkan garasi rumah yang berada di pelosok desa. (Foto: Dok.Pribadi)

Keputusan tersebut lahir dari keinginan lama untuk memiliki usaha di bidang kesehatan sekaligus menghadirkan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Dari garasi rumah, Klinik HA-Medika Kendal perlahan dibangun dengan segala keterbatasannya. Modal yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dari perjalanan usaha sebelumnya menjadi bekal untuk mewujudkan cita-cita yang selama bertahun-tahun hanya berada dalam pikiran,” imbuh Dani.

Bagi Dani, keberhasilan sebuah usaha tidak selalu berawal dari posisi tinggi atau modal besar. Kadang, perjalanan itu justru dimulai dari pekerjaan yang dianggap sederhana, dagangan kecil, kamar asrama mahasiswa, atau garasi rumah di pelosok desa.

Pengalaman sebagai cleaning service, penjual makanan, pedagang buku, pemilik toko hingga pekerja di posisi manajerial menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan menuju HA-Medika.

Semua pengalaman tersebut menjadi kepingan yang membentuk kemampuan sekaligus keberanian Dani untuk membangun usaha sendiri.

Dari membersihkan lantai restoran cepat saji hingga membangun sebuah klinik, perjalanan Dani menunjukkan bahwa pekerjaan masa lalu bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Justru dari pengalaman-pengalaman sederhana itulah, sebuah mimpi besar seringkali menemukan fondasi untuk tumbuh. (*)