Emile Heskey Soroti Minimnya Kesempatan Pemain Muda Inggris, Dukung Sang Putra Hijrah
Emile Heskey mendukung keputusan putranya, Reigan Heskey (tampak dalam gambar), meninggalkan Manchester City dan melanjutkan karier di Jerman. (Foto: Manchester City)
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID, JAKARTA — Emile Heskey mendukung keputusan putranya, Reigan Heskey, meninggalkan Manchester City dan melanjutkan karier di Jerman. Menurut mantan penyerang timnas Inggris itu, Bundesliga Jerman bisa memberikan ruang bermain yang sulit didapat pemain muda di Inggris.
Reigan, yang baru berusia 18 tahun, resmi bergabung dengan FC Koln pada Juli 2026. Pemain sayap tersebut meninggalkan Manchester City melalui transfer yang nilainya bisa mencapai 8 juta poundsterling atau sekitar Rp178 miliar.
Kepindahan itu menjadi salah satu langkah penting dalam perkembangan karier Reigan. Ia memilih lingkungan baru agar mendapat kesempatan bermain di level senior secara lebih konsisten.
Selain Reigan, mantan bek tengah Manchester City Jahmai Simpson-Pusey juga mengambil langkah serupa. Pemain muda Inggris tersebut turut bergabung dengan Koln secara permanen pada musim panas ini.
Heskey menilai keputusan kedua pemain tersebut menunjukkan bahwa Jerman memiliki daya tarik tersendiri bagi talenta muda Inggris. Ia bahkan menyebut langkah Reigan memiliki kemiripan dengan perjalanan sejumlah pemain Inggris sebelumnya.
Jadon Sancho dan Jude Bellingham menjadi contoh paling menonjol. Keduanya berkembang pesat setelah meninggalkan Inggris untuk memperkuat Borussia Dortmund sebelum melanjutkan karier ke klub-klub elite Eropa.
Kesempatan Bermain Jadi Alasan Utama
Heskey mengatakan, pemain berusia 17 atau 18 tahun yang sudah siap tampil di tim utama membutuhkan klub yang benar-benar memberi kesempatan.
“Saya pikir ketika berusia 17 atau 18 tahun, jika Anda sudah siap bermain di tim utama tetapi tidak mendapat kesempatan, dan kemungkinan besar tidak akan mendapatkannya di Inggris, Anda harus pergi ke tempat yang memiliki rekam jejak terbukti,” kata Heskey kepada Goal dalam wawancara bersama BetWright, dikutip pada Rabu (19/8/2026).
Menurut dia, kompetisi Jerman telah menunjukkan keberhasilan dalam mengembangkan pemain muda. Situasi tersebut membuat Bundesliga menjadi pilihan menarik bagi talenta Inggris yang kesulitan menembus tim utama di negaranya sendiri.
Heskey juga mempertanyakan mengapa pemain muda Inggris justru harus meninggalkan negara sendiri untuk memperoleh kesempatan bermain.
“Sistem pemain muda kami, termasuk tim nasional usia muda, memiliki banyak pemain luar biasa. Jerman sudah melihat hal itu berkali-kali dari para pemain tersebut. Mengapa mereka tidak diberi kesempatan di Inggris?” ujarnya.
Mantan pemain Liverpool itu menilai persoalan tersebut tidak hanya menyangkut Reigan. Banyak pemain muda Inggris harus mencari jalan keluar ke negara lain, seperti Jerman, Belgia, atau Prancis, demi memperoleh menit bermain.
Ironisnya, klub-klub Inggris kemudian membeli pemain asing yang telah berkembang di kompetisi Eropa ketika mereka memasuki usia 20 atau 21 tahun.
“Kita seharusnya tidak harus pergi ke Jerman, tidak harus pergi ke Belgia, dan tidak harus pergi ke Prancis. Itulah yang terjadi sekarang,” kata Heskey.
Heskey mengakui persaingan di Inggris sangat ketat karena Premier League merupakan salah satu kompetisi terbesar di dunia. Namun, kondisi tersebut sekaligus membuat klub lebih berhati-hati dalam memberikan tanggung jawab kepada pemain muda.
“Di Inggris kami memiliki liga terbesar dan mungkin liga terbaik. Saya memahami itu. Tetapi anak-anak kami tidak pernah mendapatkan kesempatan,” jelas Heskey.
Tantangan Reigan di Koln
Reigan kini menghadapi tantangan baru bersama Köln. Klub asal Jerman tersebut mengakhiri musim lalu di posisi ke-14 Bundesliga, hanya unggul tiga poin dari zona play-off degradasi.
Kehadiran dua pemain muda Inggris itu diharapkan dapat memberikan energi baru bagi Köln pada musim 2026/2027.
Bagi Reigan, perpindahan dari Manchester City ke Jerman bukan sekadar perubahan klub. Langkah tersebut menjadi kesempatan untuk membuktikan kemampuan di sepak bola senior sekaligus mengejar perkembangan yang menurut sang ayah lebih sulit diperoleh jika tetap berada di Inggris.
Heskey pun berharap pengalaman di Bundesliga membantu putranya berkembang dan mendapatkan kesempatan yang selama ini ia perjuangkan.
(Sumber: Goal)
