Nabi Muhammad SAW, Manusia Paling Berpengaruh di Dunia: Ini Warisannya hingga Era Modern

1787649588438

Dari pembawa risalah Islam hingga pemimpin masyarakat Madinah, pengaruh Nabi Muhammad SAW terus membentuk kehidupan miliaran manusia lebih dari 14 abad setelah wafatnya. (Foto: ist)

Editor Devona R

GEBRAK.ID,JAKARTA – Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah manusia. Pengaruh tersebut bukan hanya terlihat dari aspek keagamaan, tetapi juga dalam pembentukan masyarakat, hukum, kepemimpinan, etika, hingga kebudayaan yang terus berkembang selama lebih dari 14 abad.

Dalam perspektif Islam, kedudukan Nabi Muhammad SAW bahkan lebih dari sekadar pemimpin sejarah. Beliau adalah Rasul Allah dan teladan bagi umat Islam. Al-Qur’an menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok yang memiliki akhlak luhur serta menjadi contoh yang dapat diikuti umatnya.

Di luar perspektif keimanan, sejumlah sejarawan dan pemikir non-Muslim juga mengakui besarnya pengaruh Nabi Muhammad SAW terhadap perjalanan sejarah dunia.

Salah satu penilaian paling terkenal datang dari Michael H. Hart melalui bukunya The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History. Hart menempatkan Nabi Muhammad SAW di posisi pertama, di atas Isaac Newton, Yesus, Buddha, Konfusius, dan tokoh-tokoh besar lainnya.

Hart beralasan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan tokoh yang menurutnya berhasil secara luar biasa dalam dua ranah sekaligus, yakni keagamaan dan kehidupan duniawi. Ia melihat Muhammad bukan hanya sebagai pendiri dan penyebar salah satu agama terbesar di dunia, tetapi juga sebagai pemimpin politik yang efektif.

Al-Qur’an Menggambarkan Nabi Muhammad sebagai Teladan

Dalam Al-Qur’an, Nabi Muhammad SAW mendapatkan sejumlah gambaran penting mengenai misi dan kepribadiannya.

Salah satunya terdapat dalam Surat Al-Ahzab ayat 21.

Allah SWT berfirman bahwa pada diri Rasulullah terdapat uswah hasanah atau suri teladan yang baik bagi orang-orang yang berharap kepada Allah dan hari akhir.

Ayat tersebut menjadi salah satu dasar penting bagi umat Islam dalam memandang kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Perkataan, tindakan, kepemimpinan, kesabaran, dan cara beliau menghadapi berbagai persoalan dipelajari sebagai bagian dari teladan kehidupan.

Al-Qur’an juga menggambarkan karakter Nabi Muhammad SAW dalam Surat Al-Qalam ayat 4: “Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur.”

Ayat tersebut secara langsung memberikan gambaran mengenai akhlak Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, Surat Al-Anbiya ayat 107 menyatakan:”Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.”

Konsep rahmatan lil alamin kemudian menjadi salah satu prinsip penting dalam pemahaman umat Islam mengenai misi kerasulan Nabi Muhammad SAW.

Dari Mekkah ke Madinah, Pengaruh yang Melampaui Agama

Pengaruh Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada penyampaian ajaran keagamaan. Dalam perjalanan hidupnya, beliau juga menjadi pemimpin masyarakat yang menghadapi persoalan sosial, ekonomi, politik, hukum, dan hubungan antar-komunitas.Di Madinah, Nabi Muhammad SAW memimpin masyarakat yang terdiri atas berbagai kelompok.

Salah satu dokumen yang berkaitan dengan pembentukan tatanan masyarakat Madinah dikenal luas sebagai Piagam Madinah atau Constitution of Medina. Kajian dalam Journal of Islamic Studies yang diterbitkan Oxford Academic menyebut dokumen tersebut sebagai dokumen penting dari masa Nabi Muhammad SAW dan mencatat bahwa para sejarawan serta ahli hukum Muslim telah lama memperhatikan implikasi hukum dan teologisnya.

Dengan demikian, pengaruh Nabi Muhammad SAW dalam sejarah tidak hanya dapat dilihat dari jumlah pengikut agama Islam, tetapi juga dari perubahan sosial dan politik yang berlangsung pada masa hidupnya.

Karen Armstrong: Muslim Menjadikan Muhammad sebagai Model Kehidupan

Penulis dan sejarawan agama Karen Armstrong memberikan penilaian menarik mengenai posisi Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan umat Islam.

Dalam wawancara untuk program PBS Muhammad: Legacy of a Prophet, Armstrong menjelaskan bahwa umat Islam menjadikan kehidupan Muhammad sebagai model. Perkataan dan tindakan yang diriwayatkan dari beliau juga menjadi salah satu dasar penting dalam pembentukan hukum Islam.

Armstrong juga menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok yang memiliki keberanian dan komitmen besar, tetapi tetap memperlihatkan sisi kemanusiaan, kasih sayang, serta perhatian terhadap orang lain.

Penilaian tersebut penting karena datang dari seorang penulis non-Muslim yang mempelajari sejarah dan perkembangan Islam dari perspektif akademis.

PBS sendiri mencatat bahwa perjalanan Nabi Muhammad SAW mengubah masyarakat yang beliau tinggali dan warisannya tetap memengaruhi kehidupan masyarakat modern.

Thomas Carlyle dan Pandangan Barat pada Abad ke-19

Jauh sebelum kajian modern mengenai Islam berkembang seperti sekarang, filsuf dan sejarawan Skotlandia Thomas Carlyle telah membahas Nabi Muhammad SAW dalam kuliah terkenalnya On Heroes, Hero-Worship, and the Heroic in History pada 1840.

Carlyle secara khusus mendedikasikan kuliah kedua untuk Muhammad dengan judul The Hero as Prophet: Mahomet—Islam. Karya tersebut kemudian diterbitkan dan menjadi salah satu karya penting Carlyle mengenai tokoh-tokoh yang dianggap membentuk perjalanan sejarah.

Dalam karya tersebut, Carlyle menempatkan Nabi Muhammad dalam pembahasan mengenai figur besar yang memiliki pengaruh terhadap perjalanan masyarakat dan sejarah. Pandangan Carlyle menunjukkan bahwa pembahasan mengenai Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh sejarah telah berlangsung jauh di luar lingkungan umat Islam.

Mahatma Gandhi dan Penilaiannya terhadap Nabi Muhammad

Mahatma Gandhi juga pernah menyinggung Nabi Muhammad SAW dalam tulisannya di Young India. Dalam tulisan yang dikutip dalam Collected Works of Mahatma Gandhi, Gandhi menyatakan bahwa ia mempelajari kehidupan Nabi Muhammad untuk memahami sosok yang memiliki pengaruh besar terhadap jutaan manusia. Gandhi menekankan kesederhanaan, pengorbanan diri, kesetiaan terhadap janji, keberanian, dan keyakinan Nabi Muhammad.

Gandhi juga menolak anggapan bahwa penyebaran Islam semata-mata dapat dijelaskan dengan kekuatan senjata. Dalam pandangannya, terdapat faktor moral dan keteladanan yang membuat ajaran Nabi Muhammad mendapatkan tempat dalam kehidupan para pengikutnya.Namun, penting dicatat bahwa tulisan-tulisan Gandhi mengenai Islam dan masyarakat Muslim berada dalam konteks sosial-politik India pada zamannya.

Karena itu, setiap kutipan harus dibaca berdasarkan konteks sejarahnya, bukan diperlakukan sebagai penilaian tunggal Gandhi terhadap seluruh aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Mengapa Michael Hart Menempatkan Nabi Muhammad di Nomor Satu? Argumen Michael Hart menjadi salah satu alasan paling sering dikutip ketika membahas Nabi Muhammad SAW sebagai manusia paling berpengaruh dalam sejarah.

Hart melihat adanya kombinasi antara pengaruh keagamaan dan politik yang sangat jarang dimiliki seorang tokoh. Menurut analisisnya, Nabi Muhammad SAW berperan dalam lahirnya agama Islam sekaligus menjadi pemimpin masyarakat dan politik. Hart juga menilai bahwa pengaruh tersebut tidak berhenti setelah Nabi Muhammad SAW wafat.

Islam berkembang menjadi peradaban luas yang memiliki pengaruh terhadap bahasa, kebudayaan, hukum, politik dan kehidupan masyarakat di berbagai wilayah dunia.

Itu merupakan hasil penilaian Hart berdasarkan kriteria historis mengenai besarnya pengaruh seorang individu terhadap perkembangan dunia.

Kawan dan Lawan Melihat Sosok yang Sama dari Sudut Berbeda

Sejarah Nabi Muhammad SAW juga memperlihatkan bahwa beliau tidak selalu mendapatkan penerimaan dari semua pihak. Pada masa awal dakwah di Mekkah, ajaran yang dibawanya mendapatkan penolakan dari sebagian masyarakat. Konflik tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan sosial dan politik yang kompleks.

Namun, pada saat yang sama, terdapat orang-orang yang mempercayai beliau dan menjadikannya pemimpin. Dari kelompok awal inilah kemudian berkembang komunitas Muslim yang semakin luas.

PBS dalam dokumentasi sejarahnya menggambarkan perubahan besar yang terjadi dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW sejak menerima wahyu pada sekitar 610 Masehi. Dari seorang pedagang dan kepala keluarga, beliau kemudian menjadi guru spiritual, pembentuk hukum, dan pemimpin masyarakat di Jazirah Arab.

Perbedaan pandangan antara pendukung dan penentangnya justru memperlihatkan bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan figur yang memiliki dampak sosial sangat besar terhadap masyarakat tempat beliau hidup.

Pengaruh Nabi Muhammad SAW di Kehidupan Modern

Lebih dari 14 abad setelah wafatnya, pengaruh Nabi Muhammad SAW masih dapat ditemukan dalam kehidupan umat Islam di berbagai belahan dunia. Pengaruh tersebut terlihat dalam ibadah, keluarga, etika, aktivitas ekonomi, pendidikan, hubungan sosial, hingga hukum Islam. PBS mencatat bahwa Al-Qur’an terus dibaca dan dihafalkan oleh jutaan orang.

Ayat-ayat Al-Qur’an juga menjadi bagian dari salat lima waktu yang dijalankan umat Islam setiap hari. Sementara itu, kehidupan Nabi Muhammad SAW menjadi sumber rujukan keteladanan. Dalam konteks modern, prinsip seperti kejujuran, menepati janji, kepedulian terhadap kelompok lemah, kesederhanaan, tanggung jawab sosial, serta penyelesaian persoalan secara adil terus menjadi bagian dari pembelajaran mengenai sirah dan sunnah Nabi.

Karen Armstrong juga menilai bahwa kisah Nabi Muhammad memberikan contoh mengenai keberanian, komitmen, keteguhan, sekaligus kemanusiaan. Karena itu, pengaruh Nabi Muhammad SAW tidak semata-mata dapat diukur melalui sejarah penaklukan atau luasnya wilayah kekuasaan. Pengaruh terbesar justru dapat dilihat dari bagaimana ajaran dan teladan beliau terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh komunitas Muslim di berbagai negara.

Bukan Sekadar Tokoh Sejarah

Bagi umat Islam, Nabi Muhammad SAW tidak dapat diposisikan hanya sebagai tokoh sejarah. Beliau merupakan Rasul Allah yang menjadi teladan dalam menjalani kehidupan. Sementara dari sudut pandang sejarah, pengaruhnya dapat ditelusuri melalui perubahan masyarakat Arab, lahirnya peradaban Islam, perkembangan hukum dan tradisi intelektual, serta keberlangsungan komunitas Muslim di berbagai belahan dunia.

Penilaian Michael Hart, kajian Thomas Carlyle, tulisan Mahatma Gandhi, serta kajian Karen Armstrong menunjukkan bahwa pengaruh Nabi Muhammad SAW juga menjadi objek perhatian para pemikir di luar tradisi Islam.

Pada akhirnya, klaim bahwa Nabi Muhammad SAW merupakan “manusia paling berpengaruh di dunia” perlu dipahami sesuai konteksnya. Dalam tradisi Islam, beliau adalah Rasulullah dan teladan utama. Dalam kajian sejarah, sejumlah penulis menempatkannya sebagai salah satu bahkan menurut Michael Hart, yang pertama figur dengan dampak paling besar terhadap perjalanan umat manusia.

Lebih dari 14 abad kemudian, warisan itu masih hidup dalam praktik ibadah, nilai moral, hukum, budaya, bahasa, pendidikan, dan kehidupan sosial miliaran Muslim di seluruh dunia.

(berbagai sumber)