OpenAI Rilis ChatGPT for Teens: Ada Fitur Belajar dan Kontrol Orang Tua Lebih Ketat

open ai study mode ilustrasi

OpenAI menghadirkan ChatGPT for Teens dengan Study Mode, perlindungan usia, dan kontrol orang tua untuk pengguna remaja. (Foto: Blog OpenAI)

Editor: Devona R

GEBRAK.ID, JAKARTA — OpenAI menghadirkan layanan khusus bagi pengguna remaja melalui ChatGPT for Teens. Produk ini dirancang dengan perlindungan tambahan agar penggunaan chatbot kecerdasan artifisial (AI) lebih sesuai dengan kebutuhan dan usia remaja.

Peluncuran tersebut juga menjadi respons terhadap meningkatnya perhatian terhadap penggunaan AI di lingkungan pendidikan. Selama ini, ChatGPT kerapkali dimanfaatkan siswa untuk menyelesaikan tugas secara instan, termasuk memunculkan kekhawatiran soal praktik kecurangan akademik.

Dilansir TechCrunch, Selasa (18/8/2026), OpenAI membekali ChatGPT for Teens dengan sejumlah fitur yang mendorong remaja memahami materi, bukan sekadar mendapatkan jawaban dari chatbot.

Salah satu fitur utama yang diperkenalkan ialah Study Mode. Fitur ini membantu pengguna mempelajari materi melalui pertanyaan panduan dan penjelasan secara bertahap.

Dengan pendekatan tersebut, ChatGPT tidak langsung memberikan jawaban akhir ketika pengguna mengerjakan tugas. Sistem justru mengarahkan pengguna untuk memahami persoalan dan menemukan solusi secara mandiri.

OpenAI juga menyiapkan pengingat khusus ketika sistem mendeteksi pengguna mencoba menggunakan AI untuk menyontek. Fitur ini diharapkan mendorong remaja menjadikan AI sebagai alat belajar, bukan jalan pintas menyelesaikan pekerjaan sekolah.

Belajar dengan Visualisasi dan Kuis

ChatGPT for Teens juga menawarkan pendekatan belajar melalui visualisasi serta berbagai kuis. Pengguna dapat memanfaatkan fitur tersebut untuk memahami materi dengan cara yang lebih interaktif.

Orang tua atau wali juga mendapat ruang untuk mengatur penggunaan fitur tertentu. Salah satunya dengan menentukan kapan Study Mode dapat aktif secara otomatis.

OpenAI turut mengaktifkan perlindungan berbasis usia secara otomatis bagi pengguna remaja. Sistem tersebut dirancang untuk mengurangi kemungkinan remaja terpapar konten yang berbahaya atau tidak sesuai dengan tingkat perkembangan mereka.

Perlindungan tersebut mengacu pada prinsip yang dikembangkan OpenAI untuk pengguna di bawah usia 18 tahun.

Orang Tua Bisa Pantau Penggunaan AI

Selain perlindungan bawaan, OpenAI tetap menyediakan fitur keluarga dan kontrol orang tua yang sebelumnya telah diperkenalkan.

Melalui fitur tersebut, orang tua atau wali dapat mengatur sejumlah preferensi penggunaan ChatGPT serta menerima pemberitahuan terkait persoalan keamanan tertentu.

Kehadiran ChatGPT for Teens menjadi perhatian karena penggunaan chatbot AI oleh remaja terus berkembang. Dalam beberapa waktu terakhir, perusahaan-perusahaan AI juga menghadapi sorotan dan gugatan terkait dampak penggunaan teknologi tersebut terhadap keamanan serta kesehatan mental pengguna muda.

OpenAI kini mencoba menempatkan faktor usia sebagai bagian penting dalam pengembangan layanan AI. Dengan ChatGPT for Teens, perusahaan berharap remaja tetap dapat memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial untuk belajar, tetapi dengan perlindungan yang lebih sesuai bagi kelompok usia tersebut.

(Sumber: TechCrunch)