Kulkas Manusia Laris Manis di Jepang, Andalkan Embusan 5 Derajat untuk Lawan Suhu 40°C

1787668633019

Inovasi Do Hiemon Box Jadi Primadona Baru Pekerja di Tengah Cuaca Ekstrem, Diklaim Mampu Redakan Dampak Panas Hanya dalam Dua Menit.(Foto: ist)

Editor: Devona R

GEBRAK.ID,JAKARTA–Gelombang panas ekstrem yang melanda Jepang mendorong lahirnya berbagai inovasi untuk melindungi pekerja dari risiko kesehatan, salah satunya adalah “kulkas manusia” yang laris manis meski dibanderol Rp167 juta per unit. Perangkat bernama Do Hiemon Box ini berbentuk seperti bilik telepon yang menggunakan semburan udara dingin untuk menurunkan suhu tubuh penggunanya dengan cepat.

Inovasi ini hadir di tengah kondisi cuaca yang semakin tidak bersahabat, di mana Jepang mencatatkan musim panas terpanas dalam sejarah pada 2025 lalu. Distributor perlengkapan industri Trusco Nakayama mengungkapkan telah menjual lebih dari 300 unit Do Hiemon Box sejak diluncurkan pada April lalu.

Harga yang dipatok mencapai 1,5 juta yen atau sekitar Rp167 juta per unit. Pembeli utamanya berasal dari sektor konstruksi, pabrik, dan gudang, dengan potensi perluasan ke lapangan golf dan stadion bisbol.

Teknologi Pendinginan Cepat, Hanya 2 Menit Keringat Mengering

Do Hiemon Box dirancang untuk memberikan efek pendinginan instan bagi pekerja yang terpapar panas dalam waktu lama. Perangkat ini mempertahankan suhu di dalam bilik sekitar 15 derajat Celsius dan menghembuskan udara bersuhu 5 derajat Celsius ke bagian kepala, leher, bahu, hingga punggung .Pengalaman penggunaan langsung dirasakan oleh Isao Tabuchi, pekerja gudang berusia 51 tahun di Higashiosaka.

Setelah bersepeda ke tempat kerja di tengah terik, ia merasa pusing dan tidak enak badan. Ia kemudian mencoba Do Hiemon Box yang baru dibeli perusahaannya.”Saya benar-benar bisa pulih berkat alat itu. Begitu menggunakannya, rasanya sangat, sangat dingin,” ujar Tabuchi kepada AFP .Rekan kerjanya, Taichi Konishi (24), mengaku menggunakan perangkat tersebut sekitar tiga kali sehari. “Rasanya benar-benar enak. Saya baru berada di dalam sekitar dua menit, tapi itu sudah cukup membuat semua keringat saya mengering,” katanya.

Krisis Panas Memaksa Adaptasi Ekstrem

Gelombang panas yang semakin intensif di Jepang merupakan dampak perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrem. Tahun ini, badan cuaca Jepang bahkan menciptakan istilah baru “kokushobi” atau “hari yang sangat kejam panasnya” ketika suhu mencapai 40 derajat Celsius, dan masyarakat diminta memperlakukan kondisi ini seperti bencana alam.

Dampaknya sangat serius

Di Tokyo, hampir 120 kematian terkait panas tercatat dalam satu bulan hingga pertengahan Agustus. Secara nasional, hampir 63.000 orang membutuhkan penanganan darurat selama musim panas tahun ini. Survei Teikoku Databank pada Juli menemukan bahwa 50 persen perusahaan mengaku gelombang panas mengganggu operasional mereka, dan hampir 88 persen telah meningkatkan upaya perlindungan bagi pekerja.

Dukungan Regulasi dan Inovasi Lain

Sejak tahun lalu, perusahaan Jepang menghadapi kewajiban hukum lebih ketat untuk melindungi pekerja yang bekerja dalam kondisi panas. Lokasi konstruksi diwajibkan menyediakan pakaian sesuai seperti jaket dengan kipas bawaan, ruang istirahat berpendingin udara, dan kanopi peneduh.

Pemerintah Tokyo bahkan mulai memperbolehkan pegawai birokrasi datang ke kantor menggunakan celana pendek tahun ini, sebuah kebijakan yang tergolong tidak biasa di Jepang yang masih kuat dengan budaya pakaian kerja formal.

Selain Do Hiemon Box, berbagai inovasi lain juga muncul. Perusahaan konstruksi Daito Trust memasang toilet modular berpendingin di lokasi proyek, sementara Obayashi Corp memangkas jam kerja konstruksi menjadi pukul 07.00 hingga 13.00 selama Juli dan Agustus.

Imabari Shipbuilding mengembangkan pakaian dalam khusus yang terasa lebih dingin saat pekerja berkeringat. Yutaka Kono dari perusahaan tempat Tabuchi bekerja menegaskan bahwa investasi untuk menghadapi panas kini menjadi penting untuk mempertahankan tenaga kerja sekaligus menarik pekerja baru.

“Saya benar-benar terkejut dengan konsep baru memasukkan orang ke semacam kulkas,” katanya. Do Hiemon Box dapat dioperasikan menggunakan stopkontak biasa, dilengkapi roda untuk mobilitas, dan tidak mengonsumsi banyak daya. Untuk mencegah penggunaan berlebihan, perangkat akan mati secara otomatis setelah 20 menit.

(berbagai sumber)