Jeka Saragih Kalah TKO Ronde 1 Usai Dihantam Lutut Ammarul Shafiq di BYON Combat
Petarung Indonesia Jeka Saragih harus menerima hasil pahit dalam pertarungannya melawan Ammarul Shafiq pada BYON Combat Showbiz 8. Jeka kalah TKO pada ronde pertama setelah terkena serangan lutut petarung asal Malaysia tersebut. Duel berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (30/8/2026) dini hari WIB. (Foto: UFC)
GEBRAK.ID — Petarung Indonesia Jeka Saragih harus menerima hasil pahit dalam pertarungannya melawan Ammarul Shafiq pada BYON Combat Showbiz 8. Jeka kalah TKO pada ronde pertama setelah terkena serangan lutut petarung asal Malaysia tersebut.
Duel berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Minggu (30/8/2026) dini hari WIB. Jeka, yang pernah tampil di UFC, langsung mendapat tekanan dari Ammarul sejak awal pertandingan.
Jeka sempat mencoba mengimbangi permainan lawannya dengan kombinasi pukulan dan tendangan. Namun, Ammarul memiliki keunggulan jangkauan dan aktif melancarkan serangan dari jarak jauh.
Pertarungan baru berjalan kurang dari 50 detik ketika Ammarul melepaskan serangan lutut kanan. Serangan tersebut tepat mengenai ulu hati Jeka dan membuatnya langsung terjatuh di atas kanvas.
Wasit kemudian melakukan hitungan untuk memberikan kesempatan kepada Jeka bangkit dan melanjutkan pertandingan. Sayangnya, hingga hitungan ke-10, Jeka belum mampu berdiri.
Ammarul pun dinyatakan menang TKO pada ronde pertama sekaligus merebut sabuk juara BYON Kickstriking Asia.
Usai pertandingan, Ammarul mempersembahkan kemenangan tersebut untuk keluarganya yang selama ini mendukung perjalanan kariernya sebagai petarung.
“Saya juga ingin mendedikasikan kemenangan ini untuk keluarga saya, ayah saya, orang tua Ammarul, mereka telah berkorban segalanya agar Ammarul bisa mencapai impian,” ujar Ammarul.
Petarung Malaysia itu juga mengaku mendapat motivasi dari sejumlah petarung negaranya yang sebelumnya tampil di BYON Combat. Kemenangan atas Jeka semakin memperkuat namanya di panggung pertarungan Indonesia.
Ammarul bahkan langsung memastikan agenda berikutnya. Ia menyatakan siap kembali bertarung pada BYON World Grandprix 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, 12 Desember mendatang.
Sementara bagi Jeka Saragih, kekalahan ini menjadi catatan penting setelah sebelumnya membangun reputasi sebagai salah satu petarung Indonesia yang berhasil menembus UFC.
Hasil tersebut sekaligus menunjukkan betapa singkatnya pertarungan dalam kickstriking dapat berubah. Satu serangan tepat sasaran mampu mengakhiri duel sebelum Jeka sempat mengembangkan permainan secara penuh.
Editor: A. Rayyan K
(Sumber: BYON Combat)
